Pemkot Tangsel Sigap: Kontrakan untuk Pengungsi Ledakan Gas Pamulang

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat merespons dampak ledakan gas di permukiman Jalan Talas II, Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang. Sebagai langkah awal, Pemkot Tangsel telah menyiapkan fasilitas kontrakan untuk para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Kesiapan Pemkot Tangsel: Kontrakan dan Bantuan Darurat
Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemerintah Kota Tangsel, Satiri Ahmad, mengungkapkan bahwa penanganan jangka pendek untuk para pengungsi akan segera dilakukan. “Penanganan jangka pendek untuk pengungsi, oleh Pemkot akan disegerakan untuk memfasilitasi kontrakan,” ujar Satiri saat dihubungi pada Sabtu, 13 September 2025. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak.
Satiri juga menjelaskan bahwa ada 14 rumah yang mengalami kerusakan akibat ledakan. Selain menyediakan kontrakan, Pemkot Tangsel juga berkomitmen untuk membantu perbaikan rumah-rumah yang rusak tersebut. “Penanganan untuk perbaikan rumah oleh Pemkot akan difasilitasi melalui program rehabilitasi/rekonstruksi,” tambahnya.
Kronologi Kejadian: Ledakan Hebat di Pamulang
Ledakan yang menggemparkan warga Pamulang ini terjadi pada Jumat, 12 September, pukul 05.30 WIB di Jalan Talas II RT 003 RW 001, Pondok Cabe Ilir. Akibat ledakan tersebut, sebanyak 8 rumah dilaporkan hancur, dan 7 orang mengalami luka-luka. Lebih lanjut, 52 orang terpaksa mengungsi akibat peristiwa tragis ini, kehilangan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Leony Vitria Hartanti Viral: Pajak Waris Puluhan Juta, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Penyelidikan Mendalam: Puslabfor Polri Turun Tangan
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga turut diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengumpulkan sejumlah alat bukti dari lokasi awal terjadinya ledakan, guna menyelidiki penyebab pasti dari insiden tersebut. Kompol Heriyandi, Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, menyebutkan beberapa barang bukti yang diamankan, di antaranya satu tabung gas 12 kilogram, tiga tabung gas 3 kilogram, selang regulator, kompor gas, dan bahan-bahan bekas terbakar.
Analisis Alat Bukti: Mencari Penyebab Ledakan
Puslabfor akan melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang telah diamankan untuk mengungkap penyebab utama ledakan. Pemeriksaan mendalam ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada unsur kesengajaan, kelalaian, atau faktor lain yang menjadi pemicu ledakan. Alat bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Penanganan cepat dari Pemkot Tangsel dalam menyediakan tempat tinggal sementara dan bantuan perbaikan rumah menunjukkan responsifitas pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa warganya. Upaya penyelidikan oleh Puslabfor Polri diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab ledakan, sehingga kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.