NasDem Panggil Sahroni dan Nafa Urbach: Klarifikasi Setelah Kontroversi
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5337520/original/045724800_1756900715-1000271817.jpg)
Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengambil langkah tegas dengan memanggil dua tokohnya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, untuk memberikan klarifikasi terkait pernyataan kontroversial mereka yang viral di media sosial. Pemanggilan ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai isu yang berkembang dan juga berkaitan dengan keputusan partai untuk menonaktifkan keduanya dari keanggotaan DPR RI mulai 1 September 2025.
Latar Belakang Pemanggilan: Pernyataan Viral dan Dampaknya
Keputusan NasDem untuk memanggil Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach didasari oleh berbagai pernyataan yang dianggap kontroversial dan menimbulkan reaksi luas di masyarakat. Perkataan keduanya yang tersebar luas di media sosial menjadi pemicu utama pemanggilan ini, yang bertujuan untuk mendapatkan penjelasan langsung dari yang bersangkutan. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, mengonfirmasi rencana pemanggilan ini kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 3 September.
Pencopotan Jabatan Sahroni dan Penonaktifan Anggota DPR
Sebelum pemanggilan, Ahmad Sahroni telah dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Keputusan ini tertuang dalam surat yang dikeluarkan oleh Fraksi Partai NasDem DPR. Sebagai penggantinya, Rusdi Masse Mappasessu akan menggantikan posisi Sahroni. Keputusan lebih lanjut adalah penonaktifan Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI, yang efektif berlaku mulai 1 September 2025. Penonaktifan ini menunjukkan sikap serius partai dalam menanggapi isu yang beredar.
Kronologi Kejadian dan Pernyataan Kontroversial
Kontroversi yang melanda Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach bermula dari berbagai pernyataan mereka yang menuai kritik. Nafa Urbach, misalnya, mendapat sorotan karena pernyataannya yang mendukung tunjangan rumah bagi anggota DPR. Pernyataan tersebut kemudian direspons dengan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Sabtu malam, 30 Agustus, di mana ia menyatakan penyesalannya. Sementara itu, pernyataan Ahmad Sahroni juga menjadi sorotan, khususnya yang terkait dengan isu yang beredar.
Sikap Partai dan Langkah Selanjutnya
Partai NasDem menekankan pentingnya klarifikasi dari kedua tokoh tersebut. Saan Mustopa menyatakan bahwa pemanggilan ini adalah langkah penting untuk mendapatkan penjelasan langsung. Selain itu, NasDem juga akan mempertimbangkan untuk menahan fasilitas yang diberikan kepada Sahroni dan Nafa Urbach setelah penonaktifan mereka. Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, juga telah menekankan pentingnya kader untuk selalu mengutamakan aspirasi publik dalam setiap langkah yang diambil.
Tanggapan dan Isu Terkait
Isu pengunduran diri Sahroni dari kursi DPR juga sempat menjadi perhatian. Namun, Saan Mustopa mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai hal tersebut. Selain itu, sempat ada pertanyaan mengenai keberadaan Sahroni saat ini, yang kemudian diklarifikasi bahwa ia masih berada di Indonesia.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Kontroversi ini juga memicu berbagai reaksi di media sosial. Netizen memberikan berbagai komentar dan pandangan terkait pernyataan kedua tokoh tersebut. Beberapa pihak juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas sebagai anggota dewan.
Kesimpulan: Menanti Klarifikasi NasDem
Pemanggilan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach oleh Partai NasDem merupakan langkah krusial untuk meredakan ketegangan yang terjadi akibat pernyataan kontroversial mereka. Langkah ini juga menunjukkan komitmen partai untuk menjaga citra dan kepercayaan publik. Publik kini menanti klarifikasi resmi dari keduanya serta keputusan lebih lanjut dari Partai NasDem.