Musim Hujan Lebih Awal di Indonesia: 5 Hal yang Perlu Diketahui

Table of Contents

5 Hal soal Musim Hujan Datang Lebih Awal di Indonesia


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi bahwa musim hujan di Indonesia akan datang lebih awal pada tahun 2025. Informasi ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers pada Jumat, 12 September 2025. Menurutnya, beberapa wilayah Indonesia telah mulai merasakan curah hujan sejak Agustus 2025 dan diperkirakan akan semakin meluas dalam beberapa bulan mendatang. Lalu, apa saja yang perlu kita ketahui terkait fenomena ini?

1. Prediksi Awal Musim Hujan dan Dampaknya

Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa awal musim hujan tahun 2025 cenderung lebih cepat dari biasanya di sebagian besar wilayah Indonesia. Dari 699 Zona Musim (ZOM) yang dipantau, sekitar 294 ZOM atau 42,1% diperkirakan akan mengalami musim hujan lebih awal. Musim hujan diperkirakan berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026. Puncak musim hujan akan bervariasi, dengan Sumatera dan Kalimantan mengalami puncak pada November-Desember 2025, sementara Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua pada Januari-Februari 2026.

2. Distribusi Waktu Mulai Musim Hujan

BMKG memprediksi bahwa 79 ZOM telah memasuki musim hujan pada September 2025, diikuti oleh 149 ZOM pada Oktober, dan 105 ZOM pada November. Meskipun demikian, ada sebagian kecil wilayah yang diperkirakan baru akan memasuki musim hujan lebih lambat dari biasanya. Hal ini menunjukkan adanya variasi regional dalam pola curah hujan di seluruh Indonesia.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Percepatan Musim Hujan

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa percepatan musim hujan ini dipengaruhi oleh faktor global dan regional. Pada Agustus 2025, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi netral. Namun, Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase negatif. Kondisi IOD negatif menandakan adanya tambahan suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia, terutama bagian barat. Selain itu, suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia juga lebih hangat dari rata-rata, yang memicu pembentukan awan hujan yang lebih intensif. IOD negatif diperkirakan akan bertahan hingga November 2025, sementara ENSO netral akan berlangsung hingga akhir tahun.

Baca Juga: Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Bekasi: Imbauan BPBD dan Persiapan Masyarakat

4. Potensi Curah Hujan dan Risiko Bencana

BMKG memperkirakan bahwa sifat hujan pada periode 2025/2026 umumnya normal. Namun, ada 193 ZOM atau 27,6% wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Dwikorita Karnawati menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini, termasuk perbaikan drainase, pengelolaan waduk, dan kesiapan evakuasi masyarakat di daerah rawan.

5. Peluang dan Imbauan

Meskipun membawa risiko, musim hujan yang lebih cepat juga membuka peluang. BMKG menilai bahwa sektor pertanian dapat memanfaatkan kondisi ini untuk menyesuaikan pola tanam lebih dini, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung upaya swasembada pangan. Selain pertanian, sektor energi juga dapat mengambil manfaat dengan mengoptimalkan pengisian waduk sejak awal musim hujan agar ketersediaan air tetap terjaga. BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk lebih waspada dan melakukan antisipasi sejak dini di berbagai bidang, termasuk pertanian, energi, perkebunan, kesehatan, dan kebencanaan.

BMKG telah meningkatkan layanan informasi iklim dan cuaca melalui aplikasi mobile, media sosial, dan komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk perencanaan, mitigasi, dan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait, ancaman bencana dapat diminimalkan dan peluang positif dapat dioptimalkan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan musim hujan diperkirakan mulai di Indonesia pada tahun 2025?

Musim hujan diperkirakan akan datang lebih awal, dimulai sejak Agustus 2025 dan meluas dalam beberapa bulan ke depan.

Wilayah mana saja yang diprediksi mengalami curah hujan di atas normal?

Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan di atas normal antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Faktor apa saja yang mempengaruhi percepatan musim hujan?

Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif dan suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang lebih hangat dari rata-rata.

Apa saja risiko yang perlu diwaspadai terkait musim hujan yang lebih cepat?

Risiko yang perlu diwaspadai antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan penyebaran penyakit tropis seperti demam berdarah dengue (DBD).

Sektor apa saja yang bisa memanfaatkan musim hujan yang lebih cepat?

Sektor pertanian dapat menyesuaikan pola tanam lebih dini untuk meningkatkan produktivitas. Sektor energi juga dapat mengoptimalkan pengisian waduk sejak awal musim hujan.

Baca Juga

Loading...