Mobil Direktur Imparsial Dibobol di Bekasi: Dokumen Hilang, Ada Unsur Kesengajaan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5343568/original/027585500_1757436196-IMG_8193.jpeg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Direktur Imparsial, Ardi, menjadi korban pembobolan mobil di kawasan Jatiasih, Bekasi, pada Senin malam, 8 September 2025. Kejadian ini meninggalkan tanda tanya besar karena hanya dokumen kegiatan lembaga yang hilang, sementara barang berharga lainnya seperti dompet dan spion tidak disentuh pelaku.
Kronologi Kejadian Pembobolan
Insiden bermula ketika Ardi singgah untuk makan malam di sebuah rumah makan di Jalan Wibawa Mukti, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi. Ia meninggalkan mobilnya selama 25 menit. Ketika kembali, Ardi mendapati kaca samping mobilnya telah pecah dan sebuah tas berisi dokumen kegiatan Imparsial telah hilang. Pihak rumah makan mengaku ini adalah kejadian pertama di tempat mereka, namun sayangnya tidak ada rekaman CCTV yang bisa membantu mengungkap pelaku.
Laporan ke Polisi dan Nomor Laporan
Menanggapi kejadian ini, Ardi didampingi kuasa hukumnya melaporkan kasus pembobolan ini ke Polda Metro Jaya pada 9 September 2025. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/6318/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.
Kejanggalan dalam Kasus Pembobolan
Keanehan dalam kasus ini terletak pada barang yang hilang. Spion, dompet, dan barang berharga lainnya yang ada di dalam mobil tidak diambil oleh pelaku. Ardi merasa heran karena pelaku hanya mengambil dokumen kegiatan Imparsial. Ia menduga ada motif tertentu di balik hilangnya dokumen tersebut. "Itu dokumen kegiatan aktivitas Imparsial. Kalau jatuh ditangan orang yang memang punya niat untuk melemahkan kerja-kerja kami, itu mungkin berguna," ujar Ardi.
Dugaan Terkait dengan Pekerjaan Imparsial
Ardi mencurigai bahwa insiden ini ada kaitannya dengan kerja-kerja Imparsial, terutama karena lembaga ini aktif mengadvokasi korban aksi demonstrasi. Kecurigaan ini diperkuat oleh serangan terhadap akun WhatsApp-nya pada 20 dan 28 Agustus 2025. Serangkaian kejadian ini membuat Ardi dan timnya memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke polisi dan berharap pelaku segera ditangkap.
Pentingnya Pengungkapan Motif
Ardi berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif di balik pembobolan mobilnya dan serangan terhadap akun WhatsApp-nya. Ia mendesak polisi untuk menyelidiki apakah ada keterkaitan antara insiden ini dengan kegiatan Imparsial. Pengungkapan motif sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi aktivis dan lembaga yang bekerja untuk keadilan dan hak asasi manusia.
Reaksi dan Harapan
Ardi dan tim Imparsial berharap polisi dapat bekerja secara profesional dan mengungkap kasus ini secepatnya. Mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kebebasan berpendapat dan keamanan aktivis di Indonesia.
Potensi Dampak pada Kerja Imparsial
Kehilangan dokumen kegiatan Imparsial bisa berdampak signifikan pada kerja lembaga. Dokumen-dokumen tersebut mungkin berisi informasi penting tentang investigasi, advokasi, dan rencana kegiatan Imparsial. Jika dokumen tersebut jatuh ke tangan yang salah, hal ini dapat membahayakan upaya lembaga dalam memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia.