Menlu RI di G20: Perdamaian Kunci Pembangunan Berkelanjutan Global

Table of Contents

Di G20 FMM, Menlu RI Tekankan Perdamaian Fondasi Pembangunan Berkelanjutan


Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 (G20 Foreign Ministers' Meeting/FMM) ke-2 yang digelar di New York. Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono menyampaikan pandangan tegas mengenai pentingnya perdamaian sebagai fondasi utama bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Pernyataan ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia terhadap stabilitas dan kerjasama internasional.

Pertemuan yang berlangsung di bawah Presidensi G20 Afrika Selatan tahun 2025 ini mengusung tema 'Solidarity, Equality, Sustainability'. Tema ini sangat relevan dengan fokus Indonesia dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua negara. Fokus utama meliputi penguatan kapasitas global menghadapi bencana, reformasi sistem kredit, pendanaan transisi energi, dan pemanfaatan mineral kritis.

Perdamaian: Landasan Utama Pembangunan Berkelanjutan

Menlu Sugiono menegaskan bahwa perdamaian adalah prasyarat penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kerjasama internasional yang efektif. Indonesia meyakini bahwa tanpa adanya perdamaian, berbagai agenda global yang telah disepakati bersama akan sulit untuk diwujudkan secara optimal. Hal ini ditegaskan oleh Menlu Sugiono pada Jumat, 26 September 2025, mengutip dari situs Kementerian Luar Negeri.

Perdamaian menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Stabilitas dan keamanan merupakan faktor kunci yang memungkinkan negara-negara untuk fokus pada pembangunan jangka panjang dan investasi di berbagai sektor penting.

Tantangan Global yang Saling Terkait

Menlu Sugiono juga menyoroti berbagai tantangan global yang saling terkait dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh negara anggota G20. Perubahan iklim, kesenjangan yang semakin melebar, krisis pangan dan energi, serta meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi perhatian utama.

Tantangan-tantangan ini memiliki dampak yang luas dan kompleks, serta membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi. Tidak ada satu negara pun yang mampu mengatasi permasalahan ini sendirian, sehingga kerjasama global menjadi sangat krusial.

Kekuatan Melalui Kerjasama dan Kemitraan

Menyadari kompleksitas tantangan global, Menlu Sugiono menekankan pentingnya kerjasama, dialog, dan kemitraan sebagai kunci untuk mencari solusi. Indonesia percaya bahwa kekuatan terletak pada kemampuan untuk bekerja sama dan berbagi sumber daya untuk mencapai tujuan bersama.

Kerjasama yang erat antar negara memungkinkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik. Kemitraan yang kuat juga memfasilitasi mobilisasi sumber daya keuangan dan teknis yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai program pembangunan.

Baca Juga: Biodata Melcior Majefat, Pemain Bek Kanan Semen Padang 2024

Revitalisasi Multilateralisme: Peran Penting PBB dan G20

Menlu Sugiono juga menyoroti pentingnya revitalisasi multilateralisme dengan berorientasi pada penguatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB sebagai wadah utama kerjasama internasional perlu ditingkatkan efektivitasnya, diperkuat mandatnya, dan diselaraskan agendanya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dalam konteks ini, G20 memiliki peran krusial dalam mendukung inisiatif UN80 Sekretaris Jenderal PBB. G20 dapat menjadi platform strategis untuk mengkoordinasikan kebijakan, berbagi pengalaman, dan memberikan dukungan finansial dan teknis untuk mencapai tujuan pembangunan global.

Mendukung Inisiatif UN80 Sekretaris Jenderal PBB

Menlu Sugiono menekankan pentingnya G20 dalam mendukung inisiatif UN80 Sekretaris Jenderal PBB. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi organisasi, memperkuat mandatnya, dan menyelaraskan agenda dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui dukungan yang kuat, G20 dapat membantu PBB memainkan peran yang lebih efektif dalam mengatasi tantangan global dan mempromosikan perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.

Mengatasi Kesenjangan Pembiayaan SDGs

Menlu Sugiono juga menekankan urgensi menjembatani kesenjangan pembiayaan SDGs melalui pendanaan inovatif. Hal ini termasuk mendorong reformasi Bank Pembangunan Multilateral agar lebih responsif terhadap kebutuhan negara berkembang.

Pendanaan yang memadai sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. G20 harus menjadi motor penggerak untuk mengembalikan kepercayaan pada multilateralisme dan memastikan pembangunan yang berkeadilan bagi semua.

Peran G20: Motor Penggerak Pembangunan Berkeadilan

Menlu Sugiono mengakhiri pernyataannya dengan menekankan peran penting G20 sebagai motor penggerak untuk mengembalikan kepercayaan pada multilateralisme. G20 juga diharapkan dapat memastikan pembangunan yang berkeadilan bagi semua negara, terutama negara berkembang.

Dengan komitmen yang kuat terhadap perdamaian, kerjasama, dan pembangunan berkelanjutan, Indonesia berharap dapat berkontribusi secara signifikan dalam mewujudkan dunia yang lebih sejahtera dan damai bagi semua.

Baca Juga

Loading...