Malut United Tumbang di Kediri: Hendri Susilo Soroti Tempo Lambat dan Gol Cepat Persik

Table of Contents

Tumbang di Kediri pada Pekan Kelima Super League, Hendri Susilo Bahas Tempo Lambat Malut United dan Gol Cepat Persik


Kekalahan harus diterima oleh Malut United saat bertandang ke markas Persik Kediri dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri pada Jumat, 12 September 2025, berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Pelatih Malut United, Hendri Susilo, memberikan komentar terkait performa timnya dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan tersebut.

Babak Pertama: Persik Kediri Unggul Cepat

Persik Kediri langsung tancap gas sejak awal pertandingan. Jose Enrique membuka keunggulan bagi Macan Putih pada menit ke-3, memberikan tekanan awal bagi Malut United. Selang 14 menit kemudian, Imanol Garcia berhasil menggandakan keunggulan Persik, membuat Laskar Kie Raha semakin tertinggal.

Gol Cepat Ubah Skema Permainan

Hendri Susilo mengakui bahwa gol cepat yang dicetak Persik Kediri sangat memengaruhi jalannya pertandingan. "Malut United memulai permainan dengan lambat sehingga strategi tak berjalan baik. Sementara gol cepat Persik Kediri juga mengubah skema permainan kami," ujar Hendri Susilo dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Babak Kedua: Upaya Malut United Memperkecil Ketertinggalan

Di babak kedua, Malut United berusaha bangkit dan memperkecil ketertinggalan. Gustavo Franca berhasil mencetak gol pada menit ke-61, memberikan harapan bagi tim tamu. Namun, upaya Safrudin Tahar dan rekan-rekannya untuk menyamakan kedudukan tidak berhasil hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Prediksi Panas BRI Super League: Persebaya Surabaya vs Bali United 23 Agustus 2025

Analisis Hendri Susilo: Tempo Lambat dan Chemistry Pemain

Hendri Susilo, sebagai pelatih, mengidentifikasi beberapa faktor yang menjadi penyebab kekalahan timnya. Selain gol cepat Persik, ia juga menyoroti tempo permainan Malut United yang kurang menggigit di awal laga. Ia juga mengungkapkan kendala internal tim asuhannya. "Saya pikir chemistry antarpemain belum terbangun dengan baik. Kami juga belum menemukan komposisi starting XI yang cocok," jelas pelatih berusia 59 tahun ini.

Penguasaan Bola yang Dominan, Serangan Kurang Efektif

Menariknya, Malut United sebenarnya unggul dalam penguasaan bola, mencapai 61 persen. Namun, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol yang signifikan. Dari sembilan upaya tembakan yang dilepaskan, hanya satu yang berhasil menemui sasaran. Di sisi lain, Persik Kediri yang hanya memiliki penguasaan bola 39 persen, mampu mencetak dua gol dari empat tembakan tepat sasaran.

Dimas Drajad: Evaluasi dan Harapan untuk Pertandingan Selanjutnya

Perwakilan pemain Malut United, Dimas Drajad, yang baru bergabung dari Persib Bandung dengan status pinjaman, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang belum memuaskan. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan tim. "Kami harus lebih kompak lagi. Masih ada banyak pertandingan yang akan dihadapi dan semoga kita bisa mendapatkan tiga poin," tutur Dimas Drajad.

Kesimpulan: Perbaikan Menuju Laga Berikutnya

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Malut United. Hendri Susilo dan timnya harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Fokus utama adalah meningkatkan tempo permainan, membangun chemistry antar pemain, dan menemukan komposisi starting XI yang tepat. Dengan perbaikan ini, diharapkan Malut United dapat tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya dalam BRI Super League.

Baca Juga

Loading...