Madura United Kecewa: Gagal Penalti di Detik Akhir, Imbang Lawan Bhayangkara
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/5347671/original/036176900_1757695757-IMG-20250912-WA0044.jpg)
Pelatih Madura United, Alfredo Vera, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League. Pertandingan yang berlangsung di Gelora Madura Ratu Pamellingan, Pamekasan, pada Jumat (12/9/2025) malam WIB itu menyisakan penyesalan mendalam bagi Vera.
Hasil imbang ini menjadi pukulan telak bagi Madura United yang menargetkan kemenangan di kandang. Kegagalan penalti di menit-menit akhir semakin menambah rasa frustrasi, mengingat pentingnya raihan tiga poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Rentetan Hasil Kurang Memuaskan di Kandang
Pertandingan melawan Bhayangkara Presisi menandai kegagalan ketiga Madura United meraih kemenangan di kandang sendiri. Sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan Persis Solo dengan skor 1-2 dan bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang.
Serangkaian hasil ini tentu menjadi catatan penting bagi Alfredo Vera untuk segera melakukan evaluasi. Fokus utama sepertinya tertuju pada penyelesaian akhir dan efektivitas serangan yang masih belum maksimal.
Peningkatan Performa, Namun Gol Masih Sulit Didapat
Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Alfredo Vera mengakui adanya peningkatan performa dari para pemainnya, terutama dalam hal penguasaan bola dan menciptakan peluang. Kombinasi apik antara Iran Junior dan Taufany Muslihuddin menjadi salah satu sorotan positif dalam pertandingan tersebut.
Namun, semua usaha tersebut seolah tak berarti setelah melihat fakta bahwa Madura United gagal mencetak gol. Kegagalan tersebut menjadi bukti bahwa penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Baca Juga: Bali United vs Persik: Drama Seri di BRI Super League
Penyesalan Mendalam atas Kegagalan Penalti
Hal yang paling disesali oleh Alfredo Vera adalah kegagalan Pedro Monteiro dalam mengeksekusi penalti pada menit ke-88. Padahal, bek asal Brasil itu adalah eksekutor utama tim dan sebelumnya sukses menjalankan tugasnya saat melawan Persita.
Kegagalan tersebut sangat disayangkan karena berpotensi mengubah jalannya pertandingan dan memberikan kemenangan bagi Madura United. Aqil Savik, kiper Bhayangkara Presisi, berhasil membaca arah bola dengan sempurna, menggagalkan upaya Monteiro.
Analisis dan Evaluasi Mendalam
Alfredo Vera menekankan pentingnya melakukan analisis dan evaluasi mendalam terhadap kegagalan penalti tersebut. Ia ingin mencari tahu penyebab mengapa eksekusi penalti kali ini tidak berhasil, sementara sebelumnya sukses dilakukan.
Fokus pada finishing dan mentalitas pemain di saat-saat krusial menjadi perhatian utama. Vera menyadari bahwa timnya harus lebih tenang dan fokus dalam memanfaatkan setiap peluang, terutama dalam situasi penalti yang krusial.
Harapan untuk Perbaikan di Laga Selanjutnya
Alfredo Vera berharap timnya bisa segera bangkit dan memperbaiki performa di laga-laga selanjutnya. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas pemain dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan penyelesaian akhir.
Dukungan dari para suporter juga menjadi faktor penting dalam memotivasi tim. Vera berharap para pendukung Madura United tetap setia memberikan dukungan dan semangat bagi para pemain.