Kunjungan Singkat Prabowo ke China: Parade Militer, Pertemuan Xi, dan Putin
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5336676/original/002418600_1756876751-Screenshot_20250903_111902_Instagram.jpg)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air setelah melakukan kunjungan kerja singkat ke Beijing, China. Kunjungan ini dipenuhi dengan agenda padat, termasuk menghadiri parade militer dan pertemuan penting dengan para pemimpin dunia.
Kedatangan di Indonesia dan Penjelasan Seskab
Presiden Prabowo tiba di Indonesia pada Rabu, 3 September 2025, setelah menyelesaikan kunjungannya ke China. Pesawat yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pukul 21.00 WIB. Selama berada di China, Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa kunjungan Prabowo ke China kali ini terbilang sangat singkat, hanya berlangsung kurang dari 8 jam sejak kedatangan di Beijing. Hal ini menunjukkan efisiensi waktu yang luar biasa dalam agenda kenegaraan.
Partisipasi dalam Parade Militer China
Kunjungan Prabowo ke China terutama bertujuan untuk memenuhi undangan khusus dari Presiden China, Xi Jinping. Undangan tersebut terkait dengan partisipasi Prabowo dalam parade militer yang digelar dalam rangka Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China di Tiananmen Square, Beijing. Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan diplomatik antara kedua negara.
Seskab Teddy mengungkapkan bahwa Prabowo sebetulnya juga diundang untuk menghadiri rangkaian acara yang dimulai sejak 31 Agustus. Namun, karena pertimbangan dinamika situasi di dalam negeri, Prabowo memutuskan menunda keberangkatannya hingga hari parade utama.
Kehormatan Indonesia di Kursi Utama
Dalam parade militer tersebut, hadir 26 pemimpin setingkat kepala negara atau pemerintahan dari berbagai penjuru dunia. Prabowo mendapat kehormatan duduk sejajar dengan Presiden Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Teddy, Indonesia mendapatkan kehormatan khusus untuk berada di kursi utama bersama tuan rumah, sebuah pengakuan atas pentingnya peran Indonesia dalam kancah internasional.
Pertemuan Bilateral dengan Xi Jinping dan Vladimir Putin
Selain menghadiri parade militer, Prabowo juga memanfaatkan kunjungannya untuk mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan bilateral ini bertujuan untuk menindaklanjuti dan memastikan kelancaran berbagai investasi ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia, China, dan Rusia.
Pertemuan dengan Xi Jinping menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja yang akan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Pertemuan dengan Vladimir Putin juga tak kalah pentingnya. Kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis dan peluang kerja sama di masa depan, khususnya di bidang ekonomi dan keamanan.
Rangkaian Acara Singkat dan Kepulangan
Setelah menghadiri berbagai rangkaian acara penting tersebut, Presiden Prabowo segera kembali ke Indonesia. Seskab Teddy menjelaskan bahwa dalam waktu kurang dari satu hari meninggalkan Indonesia, Presiden sudah kembali berada di Jakarta pada malam hari itu juga, menunjukkan efisiensi waktu yang tinggi dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Setibanya di Indonesia, Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Keduanya sempat berbincang sejenak sebelum Prabowo meninggalkan lokasi. Kehadiran Menteri Sekretaris Negara menunjukkan pentingnya penyambutan kenegaraan terhadap kunjungan Presiden.
Kesimpulan
Kunjungan singkat Presiden Prabowo Subianto ke China pada 3 September 2025, meskipun singkat, sangatlah padat dan strategis. Partisipasi dalam parade militer, pertemuan dengan para pemimpin dunia, dan penandatanganan kesepakatan kerja sama ekonomi, semuanya menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam memperkuat hubungan internasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.