Kelurahan Punia Mataram: Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat

Table of Contents

Kelola Sampah Organik untuk Lingkungan Bersih - SUARANTB.com


Pemerintah Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui berbagai program inovatif, mereka melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan sampah organik. Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan peran Kelompok Wanita Tani (KWT), khususnya melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). KWT menjadi garda terdepan dalam mengolah sampah organik menjadi berbagai produk bermanfaat. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Program "Tempah Dedoro Organik": Tonggak Awal Perubahan

Langkah konkret ini sejalan dengan program “Tempah Dedoro Organik” yang diluncurkan pada HUT ke-32 Kota Mataram, Minggu, 31 Agustus 2025. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, meresmikan program ini sebagai upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga kota.

Program “Tempah Dedoro Organik” diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam pengelolaan sampah, warga diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Peran Aktif Kelompok Wanita Tani (KWT)

Lurah Punia, Lalu Suyudiningrat Atmanegara, mengakui peran vital KWT dalam menyukseskan program ini. Potensi kelompok wanita di wilayahnya sangat aktif dalam mendukung gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri. Keterlibatan KWT merupakan kunci keberhasilan program.

“Sebenarnya ini bagian dari program kota untuk pemberdayaan KWT,” ujarnya pada Rabu, 17 September 2025. “Khususnya di Punia, kami dorong pengelolaan sampah terintegrasi ke budidaya maggot yang hasilnya juga dimanfaatkan sebagai pakan ikan,” tambahnya.

Pengolahan Sampah Terintegrasi: Pupuk, Maggot, dan Budidaya Ikan

Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi berbagai produk bernilai. Proses pengolahan melibatkan pembuatan pupuk cair, pupuk padat, dan pakan maggot.

Pakan maggot kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan, menciptakan siklus yang berkelanjutan. Integrasi ini menunjukkan efisiensi pengelolaan sampah dan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

Pemanfaatan Lahan P2L dan Potensi Ekonomi

Budidaya maggot saat ini dipusatkan di lahan P2L milik KWT. Volume sampah yang tersedia di lahan P2L lebih besar, sehingga memungkinkan produksi maggot yang lebih optimal.

Baca Juga: Resep Tumis Sayur Telur Puyuh ala @dapurkobe, Hidangan Pelengkap Keluarga yang Nikmat

Hasil panen maggot belum dicatat secara detail karena langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan. Potensi ekonomi dari budidaya maggot ini sangat besar dan akan terus dikembangkan.

Target dan Manfaat Pengelolaan Sampah Mandiri

Kelurahan Punia menargetkan pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu, program ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui hasil olahan sampah organik.

Masyarakat didorong untuk mendapatkan nilai tambah dari hasil olahan organik, baik berupa pupuk maupun maggot. Hal ini memberikan insentif bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.

Edukasi dan Pelatihan untuk Keberlanjutan

“Kami ingin KWT tidak hanya mengolah, tetapi juga menjadi motor edukasi pemilahan sampah bagi warga sekitar,” tegas Lurah Punia. KWT diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

Sebagai langkah awal, Kelurahan Punia telah membangun komposter skala kecil di halaman kantor kelurahan. Pelatihan dasar pengelolaan sampah organik bagi anggota KWT dan masyarakat umum juga telah dilaksanakan.

Dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram

Program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. DLH memberikan pelatihan dan pendampingan teknis terkait pembuatan pupuk dan pengelolaan maggot.

Dukungan ini dinilai strategis dalam mendukung pencapaian target pengurangan sampah. Hal ini sejalan dengan visi Mataram sebagai kota bersih dan ramah lingkungan.

Melalui upaya kolaboratif ini, Kelurahan Punia menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Baca Juga

Loading...