Jan Olde Riekerink: Sang 'Momok' Persebaya di BRI Super League 2025/2026
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4291383/original/005985300_1673710427-9.jpg)
Duel antara Dewa United Banten dan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026 menjanjikan laga yang sengit. Pertandingan yang akan digelar di Banten International Stadium, Serang, pada Jumat (26/9/2025) malam ini, akan menjadi ujian konsistensi bagi kedua tim. Sorotan utama tertuju pada sosok pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, yang memiliki catatan impresif saat berhadapan dengan Bajul Ijo.
Pertemuan kedua tim ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga pertarungan strategi dan gengsi. Jan Olde Riekerink, dengan rekornya yang mengesankan, menjadi momok bagi Persebaya. Sementara itu, Persebaya Surabaya bertekad untuk memutus dominasi sang pelatih asal Belanda tersebut.
Rekor Pertemuan yang Mengesankan: Dominasi Riekerink atas Persebaya
Jan Olde Riekerink, pelatih asal Belanda, memiliki rekor yang patut diwaspadai oleh Persebaya. Dari lima pertemuan terakhir, Riekerink hanya sekali menelan kekalahan saat berhadapan dengan Bajul Ijo. Hal ini menunjukkan keahlian Riekerink dalam meramu strategi yang efektif menghadapi tim sebesar Persebaya Surabaya.
Rinciannya, Dewa United meraih dua kemenangan, dua kali bermain imbang, dan hanya satu kali kalah. Kemenangan terbaru terjadi pada 21 Februari 2025, di mana Dewa United sukses menundukkan Persebaya dengan skor 2-0. Hasil ini semakin mengukuhkan dominasi Dewa United di bawah arahan Riekerink.
Kemenangan Gemilang di Kandang dan Tandang
Sejarah manis lainnya terukir pada 16 April 2024, ketika Dewa United berhasil mempermalukan Persebaya di kandangnya sendiri dengan skor telak 3-0. Efektivitas serangan dan disiplinnya lini belakang di bawah komando Riekerink menjadi kunci kemenangan tersebut.
Dua hasil imbang juga menjadi bukti sulitnya Persebaya menaklukkan Dewa United. Pada 30 September 2023, kedua tim berbagi angka 1-1, dan duel pada 27 September 2024 berakhir tanpa gol meskipun Persebaya tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Satu-Satunya Kekalahan: Titik Balik Riekerink
Satu-satunya kekalahan yang dialami Riekerink terjadi pada 15 April 2023, ketika Persebaya menang 3-0. Momen ini menjadi titik balik bagi Riekerink untuk memperbaiki sistem permainan Dewa United, yang kemudian berbuah pada hasil positif di laga-laga berikutnya.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Dewa United 3-3 Madura United, Lulinha Sumbang Dua Gol
Modal Berharga: Keunggulan Mental dan Strategi
Dewa United memiliki modal berharga berupa keunggulan rekor pertemuan. Riekerink diyakini akan kembali mengandalkan keseimbangan permainan, fokus pada penyerangan efektif, dan menjaga kedisiplinan pertahanan. Hal ini terbukti efektif dalam mengamankan poin dari Persebaya di beberapa kesempatan sebelumnya.
Persebaya Surabaya, di sisi lain, datang dengan motivasi tinggi setelah kemenangan atas Semen Padang. Skuad asuhan Eduardo Perez berambisi untuk memutus rekor negatif melawan Riekerink dan membuktikan diri sebagai tim yang tangguh.
Analisis Pertandingan: Persaingan Ketat di Papan Klasemen
Pertandingan ini akan semakin menarik karena kedua tim sama-sama mengincar poin penuh. Baik Dewa United maupun Persebaya memiliki modal tiga poin menjelang laga. Persebaya baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang, sementara Dewa United tampil impresif dengan mengalahkan PSBS Biak 3-1.
Kondisi klasemen juga menambah tensi pertandingan. Kedua tim mengoleksi sembilan poin, namun Persebaya baru memainkan lima laga, sedangkan Dewa United sudah enam kali bertanding. Hal ini membuat pertandingan semakin krusial bagi kedua tim untuk mengamankan posisi di klasemen.
Pemain Kunci dan Instruksi Pelatih
Para pemain kunci Dewa United, seperti gelandang kreatif dan penyerang utama, diperkirakan akan mendapat instruksi khusus untuk langsung menekan sejak awal. Riekerink dikenal selalu memanfaatkan atmosfer kandang untuk menguasai jalannya laga. Di sisi lain, Persebaya juga akan mengandalkan pemain terbaiknya untuk meredam agresivitas Dewa United.
Kesimpulan: Pertarungan Gengsi dan Ujian Konsistensi
Duel Dewa United vs Persebaya di BRI Super League 2025/2026 bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertarungan gengsi. Jan Olde Riekerink memiliki peluang besar untuk memperpanjang catatan apiknya, sementara Persebaya datang dengan ambisi kuat untuk mengubah sejarah pertemuan kedua tim.
Pertandingan ini akan menjadi ujian konsistensi bagi kedua tim. Publik sepak bola Indonesia menantikan apakah dominasi Riekerink akan berlanjut, atau Persebaya mampu bangkit dan mengukir sejarah baru di Banten International Stadium. Laga ini diprediksi akan berlangsung seru dan sarat dengan kejutan.