Imbauan WFH DKI Jakarta Efektif: Lalin Tol dan Arteri Lancar Senin Pagi Ini

Table of Contents

Ada Imbauan WFH, Lalin di Tol dan Jalan Arteri Jakarta Lancar Pagi Ini


Pemandangan tak biasa terlihat di ruas jalan ibu kota pada Senin, 1 September 2025 pagi. Lalu lintas di berbagai ruas tol dan jalan arteri di Jakarta dilaporkan lancar jaya, jauh dari kepadatan yang biasa terjadi pada hari kerja. Kelancaran ini diduga kuat merupakan dampak dari kebijakan bekerja dari rumah (WFH) dan belajar dari rumah (BDR) yang diimbau oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi unjuk rasa yang dapat mengganggu mobilitas warga.

Arus Lancar di Ruas Tol Utama Menuju Jakarta

Berdasarkan pantauan langsung dari Jasa Marga melalui akun X resminya, sejumlah ruas tol vital yang mengarah ke Jakarta menunjukkan kelancaran yang signifikan. Tol Jagorawi, Jakarta-Cikampek (Japek), dan Jakarta-Tangerang (Janger) dilaporkan bebas hambatan pagi ini. Normalnya, titik-titik kepadatan seringkali mewarnai jam sibuk hari kerja di ruas-ruas tol tersebut. Secara spesifik, lalu lintas di Tol Japek arah Jakarta terpantau lancar mulai dari Cikampek, Cikarang, Cikunir, hingga Cawang. Demikian pula dengan Tol Janger yang menunjukkan kondisi serupa, dengan laporan dari Jasa Marga, "Tomang - Karang Tengah - Tangerang - Bitung lancar. Bitung - Tangerang - Karang Tengah - Tomang lancar."

Tak hanya tol penghubung, Tol Dalam Kota Jakarta juga turut merasakan kelancaran. Pengendara dapat melintas dengan mulus dari arah Cawang menuju Tomang dan sebaliknya. "Cawang - Tomang - Pluit - Cengkareng lancar; Cengkareng - Pluit - Tomang - Cawang lancar," demikian kutipan dari Jasa Marga. Kendati demikian, Jasa Marga juga menginformasikan adanya penutupan sementara beberapa akses masuk gerbang tol. Akses masuk GT Kuningan 1 dan GT Slipi 1 arah Pluit ditutup sementara. Begitu pula dengan akses masuk GT Slipi 2, GT Pejompongan, dan GT Semanggi 2 arah Cawang yang juga ditutup sementara. Pengendara diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang tersedia dan tetap berhati-hati dalam berkendara.

Jalan Arteri Ibu Kota Juga Lengang

Senada dengan laporan di jalan tol, kondisi jalan-jalan arteri di Jakarta juga terpantau lengang. Melalui akun X resmi TMC Polda Metro Jaya, dilaporkan bahwa sejumlah kawasan strategis seperti Bundaran Patung Kuda Monas Jakarta Pusat mengarah Kebon Sirih dan sebaliknya, terpantau lancar. Kelancaran juga terlihat di kawasan Tugu Tani arah Gambir dan sebaliknya arah Kwitang Jakarta Pusat. Di wilayah Jakarta Selatan, arus lalu lintas juga relatif sepi, khususnya di sekitar Mabes Polri Jl Trunojoyo, Senayan, dan di sekitar Jl HR Rasuna Said. Bahkan, situasi di Jl. Gerbang Pemuda tepatnya depan Pintu 10 GBK mengarah Traffic Light Lapangan Tembak dan sebaliknya mengarah Layang Landogi juga dilaporkan lancar.

Kebijakan WFH dan BDR: Antisipasi Potensi Unjuk Rasa

Kelancaran lalu lintas yang terjadi pada Senin pagi ini bukanlah tanpa sebab. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah secara resmi mengimbau pelaksanaan bekerja dari rumah (WFH) dan belajar dari rumah (BDR) khusus pada tanggal 1 September 2025. Imbauan ini diterbitkan melalui dua surat edaran (SE) dari instansi terkait, yaitu Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnaker) serta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Kebijakan proaktif ini diambil dengan tujuan utama untuk mengantisipasi potensi dampak dari aksi unjuk rasa yang direncanakan di sejumlah titik ibu kota, yang dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas dan aktivitas masyarakat secara luas.

Secara lebih rinci, melalui Surat Edaran Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Nomor e-0014/SE/2025, Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh perusahaan yang berlokasi di wilayah yang berpotensi terdampak aksi unjuk rasa untuk memberlakukan WFH bagi karyawannya pada 1 September 2025. Penting untuk dicatat bahwa bagi perusahaan yang bidang pekerjaannya bersifat esensial atau memerlukan pelayanan langsung 24 jam, diberikan fleksibilitas untuk mengombinasikan skema WFH dengan bekerja dari kantor (WFO). Selain itu, Disnaker DKI juga meminta setiap perusahaan untuk melaporkan pelaksanaan WFH melalui tautan resmi yang telah disediakan, guna memastikan kepatuhan dan efektivitas kebijakan ini.

Di sektor pendidikan, melalui Surat Edaran Nomor 8660/PK.00.00, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga turut mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah yang berada di wilayah terdampak aksi unjuk rasa agar melaksanakan pembelajaran dari rumah (BDR) pada tanggal yang sama. Namun, bagi sekolah yang lokasinya dinilai tidak terdampak secara langsung oleh aksi unjuk rasa, tetap diperbolehkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM), dengan catatan harus mempertimbangkan dan mengomunikasikannya terlebih dahulu dengan orang tua serta komite sekolah. Kepala satuan pendidikan juga ditekankan untuk melakukan pemantauan serta pendampingan terhadap pelaksanaan BDR, serta berkoordinasi aktif dengan Suku Dinas Pendidikan apabila menghadapi kendala di lapangan.

Imbauan WFH dan BDR ini, yang berlaku mulai 1 September 2025 dan akan terus berlaku hingga ada pemberitahuan resmi selanjutnya dari Pemprov DKI Jakarta, jelas menunjukkan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas ibu kota. Langkah antisipatif ini berhasil menjaga mobilitas kota tetap terkendali dan meminimalisir potensi gangguan akibat aksi unjuk rasa, sekaligus memberikan lingkungan kerja dan belajar yang lebih aman bagi warga Jakarta.

Baca Juga

Loading...