Gubernur Banten Ajak Ulama Perkuat Kondusivitas: Wejangan untuk Masyarakat

Table of Contents

Andra Soni Harap Ulama Beri Wejangan ke Warga Banten Jaga Kondusifitas


Indonesia - Gubernur Banten, Andra Soni, mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayahnya. Pada Minggu, 31 Agustus 2025, ia melakukan kunjungan silaturahmi ke beberapa tokoh ulama terkemuka di Banten. Tujuannya adalah untuk membangun sinergi dan meminta dukungan para ulama dalam memberikan wejangan kepada masyarakat, guna menjaga ketertiban dan keamanan di Provinsi Banten.

Kunjungan tersebut menjadi bukti komitmen Gubernur Andra Soni dalam merangkul berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Langkah ini juga menunjukkan pentingnya peran ulama dalam membimbing dan memberikan nasihat kepada masyarakat.

Silaturahmi dengan Ulama: Memperkuat Ikhtiar Moral dan Spiritual

Dalam kunjungannya, Gubernur Andra Soni didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi Hartawan. Mereka mengunjungi kediaman beberapa ulama kharismatik, di antaranya Abuya Murtadho, Abuya Muhtadi, Abuya Kurdi Kadomas, dan KH Acep Nafis Imron Bustomi Cisantri. Pertemuan ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar moral dan spiritual di tengah masyarakat. Kunjungan ke ulama menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam membangun fondasi yang kuat untuk menjaga stabilitas wilayah.

Gubernur Andra Soni menekankan bahwa dukungan dari para ulama sangat krusial dalam membina masyarakat yang berakhlak dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan adanya wejangan dari para ulama, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai persoalan, serta turut serta dalam menjaga lingkungan sekitar.

Imbauan Gubernur: Libatkan Masyarakat Jaga Kondusivitas

Gubernur Andra Soni mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh masyarakat, alim ulama, dan seluruh warga Banten, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Beliau menyampaikan harapannya agar para tokoh agama senantiasa memberikan wejangan-wejangan kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam upaya menjaga ketertiban dan lingkungan. Ajakan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Hal ini sangat penting dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Banten.

Istigasah dan Doa Bersama: Memohon Keamanan Banten

Sebelum kunjungan silaturahmi tersebut, Kapolda Banten, Brigjen Hengki, bersama Gubernur Andra Soni dan tokoh agama menggelar istigasah dan doa bersama untuk keamanan wilayah Banten. Acara yang digelar di Masjid Agung At-Tsauroh Kota Serang pada Minggu, 31 Agustus 2025, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto, serta pimpinan pondok pesantren seperti KH Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi dan KH Embay Mulya Syarif.

Brigjen Hengki menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar Banten senantiasa aman, damai, dan terhindar dari perpecahan. Ia juga menegaskan bahwa Polri menghormati hak masyarakat untuk berpendapat, namun tidak akan menoleransi tindakan anarkis, kekerasan, maupun perusakan fasilitas umum. Kebebasan berpendapat tetap dijamin, namun harus dilakukan secara damai, tertib, dan berlandaskan hukum.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas di Provinsi Banten. Dengan melibatkan ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat secara keseluruhan, diharapkan Banten dapat terus maju dan berkembang dalam suasana yang aman dan damai.

Tonton juga video "Andra Soni Susur Kali Banten Sambil Joget 'Aura Farming'" di sini:

Baca Juga

Loading...