Gibran Dukung KIP untuk Buruh Pelabuhan: Dorong Pendidikan & Kompetensi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5297809/original/096020600_1753695872-0fe31eaa-6209-4c44-b263-d7fe8390b24a.jpeg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan dukungan kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi para buruh pelabuhan. Dukungan ini diwujudkan melalui rencana alokasi khusus kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang bertujuan untuk mendukung program "Buruh Sekolah, Buruh Sarjana" yang digagas oleh Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (SP TKBM) Indonesia.
Program "Buruh Sekolah, Buruh Sarjana": Harapan Baru Bagi Buruh Pelabuhan
Program "Buruh Sekolah, Buruh Sarjana" adalah sebuah inisiatif yang diinisiasi oleh SP TKBM Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para buruh pelabuhan untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi mereka melalui pendidikan formal. Rencananya, program ini akan mulai berjalan pada bulan September 2025, memberikan harapan baru bagi para pekerja di sektor pelabuhan.
Dukungan Wapres Gibran: Membuka Akses Pendidikan
Dukungan dari Wakil Presiden Gibran menjadi angin segar bagi para buruh pelabuhan. Dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, pada Selasa, 9 September, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM, Subhan Hadil, menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya membantu penuh melalui berbagai program, termasuk melalui KIP dengan alokasi khusus. Subhan juga mengapresiasi responsifnya Gibran terhadap program ini, yang memberikan harapan besar bagi buruh pelabuhan untuk melanjutkan pendidikan dari dasar hingga perguruan tinggi.
Pernyataan Gibran: SDM Unggul Kunci Kemandirian Bangsa
Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bangsa, termasuk para buruh pelabuhan. Gibran berpendapat bahwa kemandirian bangsa hanya dapat dicapai jika didukung oleh SDM yang unggul, yang dihasilkan dari pendidikan berkualitas. Ia juga menegaskan bahwa program "Buruh Sekolah, Buruh Sarjana" sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang ingin memperkuat kompetensi SDM Indonesia sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Detail Program dan Harapan SP TKBM
Program "Buruh Sekolah, Buruh Sarjana" dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi buruh pelabuhan, termasuk pekerja bongkar muat. Program ini meliputi pendidikan kejar Paket A, B, dan C bagi mereka yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, dan atas, serta kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. SP TKBM berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang karir yang lebih baik bagi para anggotanya.
Pertemuan di Istana Wapres: Sebuah Awal yang Baik
Pertemuan antara pengurus SP TKBM dan Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden RI pada tanggal 9 September menjadi momentum penting. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Advokasi PP SP TKBM Indonesia Sri Yuniarti, Ketua Cabang Pelabuhan Tanjung Priok Nurhani, Sekretaris Cabang Dyka Dara Paramita, Wakil Ketua Cabang Haerudin, serta Pengurus Cabang Abdurouf. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam mewujudkan program "Buruh Sekolah, Buruh Sarjana" dan meningkatkan kesejahteraan buruh pelabuhan di seluruh Indonesia.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, khususnya melalui alokasi KIP Kuliah, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi para buruh pelabuhan. Peningkatan kompetensi dan kualitas SDM di sektor pelabuhan akan berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.