Erik ten Hag: Perjalanan Karir Pelatih Sepak Bola Belanda yang Berpengaruh

Table of Contents

Erik ten Hag - Wikipedia


Erik ten Hag, seorang pelatih sepak bola profesional asal Belanda, telah menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia si kulit bundar. Lahir pada 2 Februari 1970, di Haaksbergen, Overijssel, Belanda, sosok ini dikenal luas sebagai sosok yang memiliki kapabilitas taktis mumpuni dan kemampuan untuk mengembangkan potensi pemain secara signifikan. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif perjalanan karier Ten Hag, mulai dari masa bermainnya hingga kesuksesannya sebagai pelatih di berbagai klub elit Eropa.

Awal Mula Karir: Dari Pemain ke Kursi Pelatih

Sebagai seorang pemain, Ten Hag berposisi sebagai bek tengah, memulai kariernya di klub Eredivisie, Twente. Perjalanan kariernya sebagai pemain sepak bola profesional terbilang cukup panjang, meliputi beberapa klub seperti De Graafschap, RKC Waalwijk, dan Utrecht, sebelum akhirnya kembali lagi ke Twente. Perjalanan karier sebagai pemain adalah fondasi kuat yang membentuk pemahaman mendalamnya tentang dinamika permainan, yang kelak akan sangat berguna dalam karier kepelatihannya.

Setelah gantung sepatu pada tahun 2002 di usia 32 tahun, Ten Hag memulai babak baru dalam hidupnya, yaitu karier kepelatihan. Ia memulai dengan melatih tim akademi Twente, sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuannya di level profesional.

Menapaki Tangga Kepelatihan: Awal Karier di Belanda dan Jerman

Karier kepelatihan Ten Hag dimulai pada tahun 2012 di Go Ahead Eagles, di mana ia langsung memberikan dampak signifikan dengan membawa klub tersebut promosi ke Eredivisie pada musim pertamanya. Hal ini menunjukkan bahwa Ten Hag memiliki kemampuan adaptasi dan strategi yang mumpuni, yang memungkinkannya untuk meraih kesuksesan dalam waktu singkat.

Setelah sukses di Go Ahead Eagles, Ten Hag melanjutkan kariernya ke Jerman, tepatnya di Bayern Munich II pada tahun 2013. Di sana, ia kembali menunjukkan kehebatannya dengan membawa tim meraih promosi ke Regionalliga Bayern pada tahun 2014. Pengalaman di Jerman ini menjadi bekal berharga bagi Ten Hag untuk mengembangkan metode kepelatihannya lebih lanjut.

Kembali ke Negeri Kincir Angin: Kesuksesan Gemilang Bersama Utrecht dan Ajax

Pada tahun 2015, Ten Hag kembali ke Belanda untuk menjadi pelatih kepala sekaligus direktur teknik di Utrecht. Di bawah kepemimpinannya, Utrecht menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, bahkan mencapai final KNVB Cup pada tahun 2016. Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa Ten Hag mampu membangun tim yang kompetitif dan mampu bersaing di level tertinggi.

Puncak karier Ten Hag terjadi ketika ia bergabung dengan Ajax pada tahun 2018. Di klub raksasa Belanda ini, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk tiga gelar Eredivisie dan dua KNVB Cups. Lebih dari itu, Ten Hag berhasil membawa Ajax melaju hingga semifinal Liga Champions UEFA 2018–19, sebuah pencapaian yang mengesankan dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa. Prestasi ini sejalan dengan pernyataan dari jurnal olahraga terkemuka, yang menyatakan bahwa Ten Hag mampu memaksimalkan potensi pemain muda dan membangun tim yang solid secara taktik.

Petualangan di Manchester United: Tantangan dan Harapan Baru

Pada tahun 2022, Ten Hag menerima tantangan baru dengan menjadi manajer Manchester United. Kedatangannya disambut antusias oleh para penggemar dan pengamat sepak bola. Penunjukannya sebagai manajer United menggarisbawahi reputasi Ten Hag sebagai pelatih yang mampu membawa perubahan positif dalam sebuah tim.

Di musim pertamanya bersama Manchester United, Ten Hag langsung mempersembahkan gelar EFL Cup dan FA Cup. Meski demikian, perjalanan di Premier League dan kompetisi Eropa masih membutuhkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2024, setelah rentetan hasil yang kurang memuaskan, Ten Hag diberhentikan dari jabatannya. Keputusan ini mencerminkan dinamika dalam sepak bola profesional, di mana hasil dan ekspektasi publik menjadi faktor krusial dalam menentukan nasib seorang pelatih.

Babak Baru di Bayer Leverkusen: Menatap Masa Depan

Setelah berpisah dengan Manchester United, Ten Hag ditunjuk sebagai pelatih kepala Bayer Leverkusen menjelang musim 2025–26. Namun, masa baktinya di klub Bundesliga ini tidak berlangsung lama, ia dipecat pada September 2025 setelah hanya melatih tiga pertandingan. Meski demikian, kemampuan dan pengalaman Ten Hag tetap diakui oleh banyak pihak.

Rekam jejak Erik ten Hag membuktikan bahwa ia adalah seorang pelatih yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan lingkungan. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, semangat dan komitmennya terhadap sepak bola tetap membara. Masa depan Ten Hag di dunia sepak bola masih terbuka lebar, dan publik menantikan gebrakan-gebrakan selanjutnya dari sang maestro lapangan hijau.

Baca Juga

Loading...