Erik ten Hag: Kabar Terbaru, Gagal di Leverkusen & Masa Depan Pelatihan
Erik ten Hag, sosok yang namanya kerap menghiasi jagat sepak bola, kembali menjadi sorotan utama. Pelatih asal Belanda ini, setelah melewati masa-masa penuh gejolak bersama Manchester United, kini menghadapi tantangan baru di klub berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas perkembangan terkini seputar karier ten Hag, mulai dari rumor transfer pemain hingga kemungkinan kembali ke panggung Premier League. Perjalanan karirnya yang naik-turun ini, selalu menarik untuk diikuti, terutama bagi para penggemar sepak bola di Indonesia.
Awal yang Mengecewakan di Bayer Leverkusen
Keputusan Erik ten Hag untuk menerima pinangan Bayer Leverkusen ternyata tak berjalan mulus. Masa jabatannya di klub Bundesliga ini bisa dibilang sangat singkat, tetapi penuh dengan dinamika. Sorotan utama adalah pemecatan dirinya, yang terjadi pada 1 September 2025, setelah hanya dua bulan bertugas. Hal ini mencerminkan betapa kerasnya persaingan di dunia sepak bola profesional, di mana hasil instan menjadi tuntutan utama.
Dua pertandingan awal menjadi penentu nasib ten Hag di Leverkusen. Kekalahan di kandang sendiri melawan Hoffenheim pada 23 Agustus 2025, menjadi sinyal peringatan. Kekalahan memalukan dari tim junior Flamengo dengan skor 1-5 pada 19 Juli 2025, semakin memperburuk situasi. Situasi ruang ganti yang dikabarkan retak juga turut andil dalam cepatnya pemecatan ten Hag.
Perombakan Skuad dan Bursa Transfer yang Sibuk
Sebelum pemecatan, ten Hag sempat menunjukkan aktivitas yang cukup intens di bursa transfer. Pada 24 Agustus 2025, dilaporkan bahwa ia merekrut sejumlah pemain baru dengan harapan dapat memperkuat skuad Leverkusen. Upaya ini menghasilkan keuntungan signifikan bagi klub melalui penjualan pemain, mencapai ratusan juta Euro. Tentu saja, semua upaya tersebut harus berakhir mengecewakan.
Ten Hag memulai proyek revolusi di Leverkusen dengan membongkar skuad peninggalan Xabi Alonso, seperti yang dilaporkan pada 20 Juni 2025. Pada 30 Mei 2025, rumor beredar bahwa ten Hag mengincar dua bintang dari mantan klubnya, Manchester United. Langkah-langkah ini menunjukkan ambisi ten Hag untuk membentuk tim sesuai dengan filosofi sepak bolanya. Namun, sayang sekali, semua langkahnya harus kandas lebih cepat dari yang diharapkan.
Masa Lalu di Manchester United: Drama dan Kontroversi
Kepindahan Erik ten Hag ke Bayer Leverkusen terjadi setelah masa jabatannya yang penuh liku di Manchester United. Periode ini diwarnai dengan berbagai drama, mulai dari keputusan transfer hingga kritik dari berbagai pihak. Beberapa isu yang sempat mencuat adalah penegasan ten Hag pada 10 Agustus 2025, bahwa Cristiano Ronaldo bukanlah masalah di Manchester United.
Pada 10 Juli 2025, sorotan tertuju pada Zidane Iqbal, dengan beberapa pihak menilai bahwa janji-janji ten Hag kepada sang pemain adalah palsu. Sir Jim Ratcliffe, pada 11 Maret 2025, bahkan menyesali keterlambatan dalam memecat ten Hag, menyusul performa MU yang tak kunjung membaik. Bahkan muncul wacana pensiun dini dari dunia kepelatihan yang dipertimbangkan Erik ten Hag, seperti yang dilaporkan pada 26 Februari 2025.
Kontroversi Internal dan Kritik Terhadap Ten Hag
Karier ten Hag di Manchester United juga diwarnai oleh beberapa kontroversi. Pada 26 Februari 2025, terungkap 'jokes internal' yang menyebutkan bahwa ten Hag hampir membuang Marcus Rashford ke klub kasta ke-7 Inggris. Tentu saja, hal ini semakin memperburuk citranya di mata publik.
Beberapa mantan pemain United juga tak segan melontarkan kritik pedas. Lima eks pemain Man United pernah mengkritik Erik ten Hag seperti yang dilaporkan pada 24 Februari 2025. Varane juga mengungkapkan ketidaknyamanan bermain dengan taktik Ten Hag, yang dianggap kaku dan tidak fleksibel seperti yang diberitakan pada 20 Februari 2025. Semua ini memperlihatkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi seorang pelatih di klub sebesar Manchester United.
Masa Depan Erik ten Hag: Kemana Langkah Selanjutnya?
Setelah pemecatan dari Leverkusen, pertanyaan besar adalah, kemana Erik ten Hag akan melangkah selanjutnya? Beberapa spekulasi muncul mengenai potensi kembalinya ia ke dunia kepelatihan. Pada 15 Mei 2025, muncul berita bahwa bukan ke Leverkusen, tetapi Erik ten Hag justru ingin kembali melatih di Premier League. Kabar yang lain, mantan bos MU tersebut akan kembali ke Ajax Amsterdam, klub yang membesarkan namanya. Spekulasi terkait kemungkinan melatih Juventus juga sempat mencuat.
Pada 22 Januari 2025, muncul spekulasi bahwa Borussia Dortmund bisa jadi akan menjadi klub berikutnya yang akan dilatih oleh mantan manajer MU ini. Ten Hag juga disebut-sebut menjadi salah satu dari 7 manajer Premier League yang dinilai meninggalkan kekacauan di klubnya, seperti yang dilaporkan pada 21 Januari 2025. Semua ini menunjukkan bahwa meskipun kariernya mengalami pasang surut, nama Erik ten Hag masih memiliki daya tarik di dunia sepak bola.
Menarik untuk menanti langkah selanjutnya dari Erik ten Hag. Apakah ia akan kembali ke Premier League, atau memilih tantangan baru di liga lain? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari pelatih yang dikenal dengan filosofi sepak bola menyerangnya ini. Satu hal yang pasti, perjalanan kariernya akan terus menjadi perbincangan hangat bagi para pecinta sepak bola di Indonesia.