Angin Kencang Hantam Ciampea Bogor: 4 Rumah Rusak, 2 Warga Luka-luka

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kawasan Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, porak poranda akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras pada dini hari.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, bahkan dua orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.
Kronologi Kejadian dan Dampak Kerusakan
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis, 11 September 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Kencangnya hembusan angin dan curah hujan yang tinggi memicu kerusakan pada bangunan rumah warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa laporan diterima oleh BPBD sekitar pukul 08.00 WIB, mengindikasikan dampak signifikan dari cuaca ekstrem tersebut.
“Dikarenakan hujan deras disertai angin kencang dan kondisi bangunan yang sudah lapuk, mengakibatkan beberapa rumah terdampak di bagian atap di wilayah tersebut,” jelas M Adam Hamdani.
Tim BPBD Kabupaten Bogor segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan penanganan lebih lanjut.
Kerusakan dan Korban Terdampak
Berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilakukan, tercatat empat rumah warga mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin. Keempat rumah tersebut dihuni oleh empat kepala keluarga (KK) yang beranggotakan 16 jiwa.
“Korban terdampak perkiraan hasil kani cepat yaitu empat rumah dengan 4 KK berisi 16 jiwa,” ujar M Adam Hamdani.
Dampak paling parah terlihat pada atap rumah yang ambruk akibat tidak mampu menahan terjangan angin kencang.
Korban Luka-luka dan Penanganan Medis
Selain kerusakan pada bangunan, peristiwa ini juga mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka.
“Dua jiwa luka ringan, usia delapan tahun tertimpa material bangunan dan Ibu Nurhayati (58) luka pada bagian kepala dan wajah,” terang M Adam Hamdani.
Kedua korban luka-luka tersebut segera mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat.
Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil yang dialami warga cukup signifikan, terutama karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditinggali.
Pengungsian dan Imbauan BPBD
Akibat kerusakan yang terjadi pada rumah mereka, sebanyak 16 warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pihak BPBD telah memberikan imbauan kepada warga untuk tidak kembali ke rumah mereka untuk sementara waktu, mengingat kondisi bangunan yang sudah tidak stabil dan berpotensi membahayakan.
“Korban mengungsi 16 jiwa, untuk saat ini rumah sudah tidak bisa dihuni karena dikhawatirkan membahayakan pemilik rumah,” ucap M Adam Hamdani.
BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan koordinasi dan memberikan bantuan kepada para korban terdampak, termasuk kebutuhan logistik dan tempat tinggal sementara.
Upaya Penanganan Lebih Lanjut
Pemerintah daerah bersama dengan BPBD Kabupaten Bogor terus berupaya untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban.
Asesmen lanjutan masih terus dilakukan untuk mendata kerusakan secara detail dan merencanakan langkah-langkah pemulihan pasca bencana. Pihak berwenang juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah tersebut.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa banyak rumah yang rusak akibat angin kencang di Ciampea?
Sebanyak empat rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang di Cihideung Udik, Ciampea.
Siapa saja korban luka-luka dalam peristiwa ini?
Tercatat dua warga mengalami luka-luka, yaitu seorang anak berusia delapan tahun dan Ibu Nurhayati (58).
Berapa banyak warga yang mengungsi akibat bencana ini?
Sebanyak 16 warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Apa yang harus dilakukan jika rumah mengalami kerusakan akibat bencana?
Laporkan segera ke pihak berwenang (BPBD atau pemerintah daerah) dan segera mengungsi ke tempat yang aman. Hindari kembali ke rumah yang rusak sebelum dilakukan perbaikan dan dinyatakan aman.
Sumber: detik.com