Wrexham: Belanja Gila di Championship, Salip Chelsea!
Dari sorotan Hollywood hingga kerasnya Championship, perjalanan Wrexham dalam piramida sepak bola Inggris memang luar biasa. Didukung oleh aktor ternama Ryan Reynolds dan Rob McElhenney, klub asal Wales ini telah bertransformasi dari cerita non-liga menjadi salah satu proyek paling banyak dibicarakan di dunia sepak bola, dan sekarang mereka berada di kasta kedua untuk pertama kalinya sejak tahun 2005.
Namun, keberhasilan ini tidak datang tanpa kritik dari penggemar klub EFL lain; banyak yang merasa Wrexham membeli jalan mereka menuju kesuksesan dan kecewa dengan perhatian ekstra yang diterima Red Dragons karena daya tarik Hollywood mereka. Mari kita bedah lebih jauh perjalanan Wrexham di bursa transfer.
Biaya yang Tidak Murah untuk Kisah Dongeng Wrexham
Namun, kisah dongeng Wrexham tak bisa dibilang murah. Wrexham kini menjadi klub dengan pengeluaran tertinggi di Championship musim panas ini, berinvestasi besar untuk memastikan momentum mereka tidak terhenti saat menghadapi lawan yang lebih tangguh. Di lapangan, mereka belum pernah menang dan berada di posisi ke-19 setelah tiga pertandingan pertama, membuat mereka waspada terhadap kemungkinan kembali ke League One.
Selain menjadi pengeluar teratas di divisi mereka, Wrexham sebenarnya menempati peringkat ke-28 di dunia untuk pengeluaran bersih tertinggi musim panas ini. Kedatangan pemain baru telah menambah pengalaman, kedalaman, dan kualitas ke dalam skuad yang dilatih Phil Parkinson, yang mengindikasikan bahwa ambisi klub mungkin melampaui sekadar bertahan hidup.
Angka-Angka di Balik Pengeluaran Wrexham
Dalam beberapa musim terakhir, sangat tidak biasa bagi klub dengan pengeluaran tertinggi di Championship untuk bukan berasal dari tim yang baru saja terdegradasi dari Premier League. Bahkan, hampir mustahil bagi klub yang baru saja promosi dari League One untuk melakukannya. Namun, itulah posisi Wrexham saat ini, setelah menggelontorkan dana sebesar €27,3 juta musim panas ini.
Hal ini sangat menarik jika dibandingkan dengan pengeluaran tiga klub yang terdegradasi dari Premier League musim lalu. Saat ini, Ipswich telah menghabiskan €26,6 juta, Southampton menghabiskan €11,5 juta, sementara Leicester tidak mengeluarkan sepeser pun untuk biaya transfer. Pengeluaran Wrexham yang mencolok ini mengindikasikan betapa seriusnya mereka dalam membangun tim yang kompetitif.
Pengeluaran Bersih yang Mengesankan
Bukan hanya di Championship, pengeluaran Wrexham juga menonjol secara global. Jika kita melihat pengeluaran bersih semua klub di seluruh dunia musim panas ini, Wrexham berada di peringkat ke-28. Mereka belum menjual satu pemain pun dengan biaya transfer musim panas ini, yang berarti pengeluaran bersih mereka sama dengan pengeluaran aktual mereka (€27,3 juta). Angka ini melampaui klub-klub besar seperti Chelsea (€23,2 juta), Atalanta (€17,8 juta), dan Porto (€12,8 juta).
Wrexham memang tidak ragu untuk menunjukkan kekuatan finansial mereka, tetapi apakah strategi transfer mereka akan membuahkan hasil? Keputusan ini menunjukkan tekad mereka untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Pengalaman Championship: Analisis Investasi Musim Panas Wrexham
Klub ini memecahkan rekor transfer dengan mendatangkan pemain sayap Nathan Broadhead dari Ipswich seharga €8,7 juta. Penandatanganan pemain internasional Wales berusia 27 tahun ini dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa, mengingat ia tampil dalam 18 pertandingan Premier League untuk The Tractor Boys musim lalu. Broadhead memiliki pengalaman bermain di Championship, dengan mencatatkan 63 penampilan sepanjang kariernya di divisi tersebut.
Penandatanganan bek tengah muda Callum Doyle dari Manchester City dengan biaya yang terbilang murah, yaitu €5,7 juta, juga menjadi pembelian yang mengesankan bagi Red Dragons. Ia telah bermain sebagai pemain pinjaman di kasta kedua sepak bola Inggris selama dua musim terakhir bersama Leicester dan Norwich.
Rekrutan Berpengalaman yang Menjanjikan
Seperti yang diilustrasikan, Wrexham berpotensi memainkan hingga delapan pemain baru dalam starting XI mereka musim ini. Pemain seperti Kieffer Moore, yang sudah familiar dengan Championship, juga didatangkan dari Sheffield United seharga €2,3 juta dan telah mencetak dua gol. Kedatangan Josh Windass, pemain baru lain dengan pengalaman di Championship, juga menjadi tambahan yang signifikan.
Danny Ward yang berpengalaman juga didatangkan sebagai penjaga gawang, serta bek tengah Conor Coady untuk memperkuat lini pertahanan. Di lini tengah, Lewis O'Brien juga didatangkan dengan status permanen, sementara Wrexham juga merambah pasar Italia dengan mendatangkan bek kiri Liberato Cacace dari Empoli.
Strategi Rekrutmen yang Terukur
Sebagian besar pemain yang didatangkan Wrexham adalah pemain yang lebih berpengalaman di divisi tersebut, dan ini menjadi tema utama dalam perekrutan klub seiring mereka naik kasta. Meskipun mereka mungkin memiliki sedikit 'keajaiban' dan mendapatkan liputan yang lebih luas, kemajuan ini tidak dapat dicapai tanpa proses perekrutan yang terstruktur dan dipikirkan dengan matang. Kemampuan Wrexham untuk tidak terlalu berambisi dan fokus pada mendatangkan pemain dengan pengalaman di divisi tempat mereka bermain terbukti krusial.
Oleh karena itu, sangat penting bagi klub untuk memiliki strategi transfer yang terencana, terutama untuk menjaga stabilitas finansial. Sebagai contoh, beberapa klub mungkin lebih memilih untuk berinvestasi pada pemain muda potensial. “Sebuah pendekatan yang terencana terhadap pengambilan keputusan terkait transfer pemain dapat menjadi sangat penting untuk mencapai keberlanjutan finansial,” (menurut sebuah penelitian di bidang manajemen olahraga).
Kini, semua mata tertuju pada Wrexham. Bisakah mereka membuktikan bahwa investasi besar mereka sepadan? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang pasti: Wrexham telah mengirimkan sinyal yang jelas tentang ambisi mereka di Championship. Menarik untuk terus mengikuti perkembangan Wrexham dalam perjalanan mereka yang penuh tantangan ini.