Surya Paloh Desak RDP Terkait OTT Usai Penangkapan Kader NasDem
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menginstruksikan fraksinya di DPR untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan KPK. Instruksi ini bertujuan untuk memperjelas terminologi Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Desakan ini muncul setelah penangkapan Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, seorang kader NasDem, oleh KPK. Paloh mempertanyakan penerapan OTT dalam kasus tersebut dan menganggapnya tidak tepat.
Kritik Surya Paloh Terhadap Terminologi OTT
Paloh mengkritik penerapan istilah OTT yang dinilainya kurang tepat dalam beberapa kasus. Ia berpendapat bahwa OTT seharusnya merujuk pada kejadian di satu lokasi antara pemberi dan penerima suap.
Ia mencontohkan, jika pemberi suap berada di Sumatera Utara dan penerima di Sulawesi Selatan, maka terminologi OTT menjadi kurang relevan. Paloh khawatir penggunaan terminologi yang kurang tepat dapat membingungkan publik.
Harapan dari RDP dengan KPK
RDP ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai definisi OTT dan penerapannya. Paloh menekankan pentingnya kejelasan agar tidak ada kebingungan di masyarakat.
Selain itu, ia juga berharap RDP dapat mendukung penegakan hukum yang lebih baik dan transparan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum.
NasDem Dukung Penegakan Hukum yang Murni
Paloh menegaskan bahwa NasDem mendukung penegakan hukum yang murni dan bijaksana. Namun, ia juga mengingatkan agar proses hukum tidak didahului dengan drama atau spekulasi.
Ia menyoroti pentingnya asas praduga tak bersalah dan meminta agar asas ini tetap dihormati. NasDem juga berharap penegakan hukum tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga pada pencegahan korupsi.
Penangkapan Bupati Kolaka Timur
Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, ditangkap KPK di Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan terjadi setelah ia menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem.
KPK menyatakan bahwa Abdul Azis sedang menjalani pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi. Kasus ini menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan dari berbagai pihak.
Pesan Paloh untuk Kader NasDem
Paloh berpesan kepada kader NasDem agar tidak terburu-buru memberikan komentar yang bersifat membela diri. Ia meminta kader untuk tetap tenang dan mengikuti proses hukum yang berlaku.
Ia juga mengingatkan agar kader NasDem tetap menjunjung tinggi etika dan integritas. NasDem berkomitmen untuk mendukung pemberantasan korupsi dan akan menindak tegas kader yang terlibat dalam praktik korupsi.