STY Kembali? Korsel U-23 Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia

Table of Contents

Pahlawan Jadi Lawan: Shin Tae-yong Mungkin Pimpin Korsel Lawan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia


Diperbarui: 22 Agustus 2025, 20:08 WIB. Diterbitkan: 22 Agustus 2025, 20:05 WIB. Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola, Shin Tae-yong (STY), mantan arsitek Timnas Indonesia, berpotensi kembali ke tanah air sebagai pelatih Timnas Korea Selatan U-23.

Kembalinya STY ini akan terjadi dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, di mana Garuda Muda akan menjadi lawan yang harus dihadapi. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, dari tanggal 3 hingga 9 September 2025.

Reuni Penuh Emosi di Sidoarjo

Timnas Indonesia U-23 akan bertindak sebagai tuan rumah dalam kualifikasi yang diikuti oleh 44 negara, terbagi ke dalam 11 grup. Suatu kebetulan atau takdir, Indonesia dan Korea Selatan tergabung dalam satu grup, Grup J, bersama Laos dan Macau. Perseteruan antara kedua negara ini sangat dinantikan oleh para pecinta sepak bola.

STY, dalam sebuah wawancara di kanal YouTube JekPot, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima tugas baru dari Chung Mong-gyu, Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Ia mengungkapkan bahwa dirinya mungkin akan kembali ke Indonesia sebagai manajer umum Korea Selatan U-23, tugas yang diberikan langsung oleh presiden KFA, dan tugas ini bukanlah tugas yang ringan.

Lima Tahun Bersama Garuda Muda

Kepulangan STY ke Indonesia dipastikan akan menjadi momen yang sarat emosi. Selama lima tahun, sejak Januari 2020 hingga didepak pada Januari 2025, ia telah mendedikasikan dirinya sebagai pelatih Timnas Indonesia, termasuk skuad U-23. Pengabdian yang sangat panjang dan memberikan banyak kenangan bagi STY dan para pemain.

Meskipun selama masa kepelatihannya tidak ada satu pun trofi yang berhasil dipersembahkan untuk Indonesia, banyak pihak yang mengapresiasi kinerja STY. Keberhasilan membawa Timnas Indonesia U-23 melaju hingga babak semifinal Piala Asia 2024 menjadi catatan sejarah tersendiri bagi persepakbolaan tanah air.

Regenerasi dan Pemain Naturalisasi

STY juga sangat dipuja atas kontribusinya dalam membawa Skuad Garuda lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, ironisnya, ia kemudian dipecat dan posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda yang sarat pengalaman. Keputusan yang sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Pencapaian lain yang tak kalah mengesankan dari STY adalah keberaniannya dalam melakukan regenerasi di skuad Timnas Indonesia. Hal ini berdampak pada banyaknya pemain muda yang mendapatkan kesempatan untuk bersinar di tim nasional di bawah arahannya. Semangat juang dan mental yang kuat sangat dibutuhkan bagi para pemain.

Generasi Emas Garuda

Ernando Ari, Witan Sulaeman, Rizky Ridho, Egy Maulana Vikri, Arhan Pratama, Muhammad Ferrari, dan Asnawi Mangkualam hanyalah sebagian kecil dari pemain muda lokal berbakat yang berhasil dipoles oleh STY. Mereka telah menjelma menjadi kekuatan andalan Indonesia, baik di tim senior maupun U-23. Mereka adalah harapan bangsa untuk meraih kejayaan di masa depan.

Mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini juga mendapatkan pujian karena sukses memadukan Rizky Ridho dan kawan-kawan dengan para pemain naturalisasi yang membanjiri tim dalam dua tahun terakhir kepemimpinannya. Kombinasi yang apik antara pemain lokal dan pemain naturalisasi memberikan warna baru bagi Timnas Indonesia.

Dendam dan Cinta yang Bercampur Aduk

Dalam waktu dekat, STY akan kembali ke Indonesia, namun kali ini sebagai lawan. Ia akan memimpin Taegeuk Warriors menghadapi Timnas Indonesia U-23 yang kini dilatih oleh Gerald Vanenburg. Perasaan rindu, cinta, dan bahkan mungkin dendam akan berkecamuk di hati STY, mengingat kepergiannya dari Indonesia diwarnai dengan pemecatan.

Shin Tae-yong, yang lahir pada 11 Oktober 1970 dan kini melatih Ulsan HD FC, merupakan sosok yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kebangkitan sepak bola Indonesia. Tidak sedikit penggemarnya di Indonesia yang merasa kecewa dan marah atas pemecatan dirinya. Suara dukungan terus mengalir dari berbagai penjuru.

Namun, dalam dunia sepak bola profesional, sejarah tetaplah sejarah, meskipun terkadang menyisakan kenangan yang kurang menyenangkan. Dengan kata lain, Indonesia yang dulu begitu dicintai oleh STY, kini harus dihadapinya sebagai lawan yang tangguh. Pertarungan yang sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola.

STY kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa Korea Selatan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2026. Salah satu syarat mutlak adalah dengan mengalahkan Indonesia, tim yang pernah ia latih dan cintai. Mampukah STY melakukannya?


Artikel ini pertama kali tayang di www.rakyatmediapers.co.id.

Baca Juga

Loading...