Prabowo Hormati Demo & Beri Pesan Usai Melayat: Hindari Anarkis dan Provokasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331673/original/061245900_1756444958-IMG-20250829-WA0001.jpg)
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting terkait aksi demonstrasi yang sedang berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia. Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes) Ahmad Riza Patria atau Ariza, setelah mendampingi Prabowo melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban dalam insiden dengan mobil rantis Brimob pada 28 Agustus 2025. Peristiwa ini terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Menghormati Kebebasan Menyampaikan Pendapat
Dalam pernyataannya, Ariza menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui demonstrasi. Prabowo menekankan pentingnya menjaga kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi. Namun, ia juga mengingatkan agar aksi demonstrasi dilakukan secara damai, tanpa tindakan anarkis, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 29 Agustus 2025.
"Bapak Presiden (Prabowo) sudah menyampaikan, silakan di negara demokrasi ini menyampaikan saluran aspirasi secara terbuka dan transparan, namun jangan sampai anarkis, jangan sampai ditunggangi pihak-pihak tertentu," kata Ariza di Jakarta.
Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan
Ariza juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Ia berharap agar aksi demonstrasi tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan yang dapat merugikan negara. "Ada saja pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju. Kami harapkan semua masyarakat apalagi generasi muda jangan sampai ditunggangi," ujar Ariza.
Arahan untuk Aparat Penegak Hukum
Selain menyampaikan pesan untuk masyarakat, Presiden Prabowo juga memberikan arahan khusus kepada aparat penegak hukum. Ariza menyebutkan bahwa Prabowo menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat. Hal ini berarti aparat harus bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku, menghormati hak asasi manusia, dan tidak melakukan tindakan represif terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.
"Bapak Presiden sejak dulu selalu ingin demokrasi dibangun di atas aspirasi yang sehat dan bersih, tidak boleh ada kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara," ucapnya.
Prabowo juga menegaskan perlunya menindak tegas aparat yang melakukan tindakan berlebihan dalam mengamankan aksi demonstrasi. "Tentu Bapak Presiden sudah menyampaikan tadi menindak tegas bagi aparat yang berlebihan," tutur Ariza.
Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan
Sebagai bentuk belasungkawa, Presiden Prabowo Subianto menyambangi rumah duka Affan Kurniawan pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojol yang menjadi korban dalam insiden dengan mobil rantis Brimob saat demonstrasi pada 28 Agustus 2025 di Pejompongan, Jakarta. Kunjungan ini menunjukkan perhatian dan kepedulian Presiden terhadap keluarga korban.
Presiden Prabowo hadir didampingi oleh sejumlah menteri, di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini.
Prabowo bertemu langsung dengan keluarga Affan Kurniawan, menyampaikan belasungkawa, dan berbincang untuk memberikan dukungan moral. Kunjungan ini menjadi simbol penting dari komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang terkena dampak dari insiden tersebut. Insiden ini sendiri terjadi pada tanggal 28 Agustus 2025 saat demonstrasi di Jakarta.