Muhammadiyah Berduka & Dukung Kapolri Usut Kematian Affan Kurniawan, Serukan Persatuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4294814/original/090816500_1674030831-muhammadiyah.jpg)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025. Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan resmi yang dikutip oleh Liputan6.com, pada Jumat, 29 Agustus 2025. Muhammadiyah juga memberikan dukungan penuh kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk mengusut tuntas kasus ini.
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan terjadi saat aksi demonstrasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Meninggalnya Affan akibat terlindas rantis Brimob menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menyampaikan belasungkawa dan harapan agar kasus ini dapat ditangani secara adil dan transparan.
Dukungan Muhammadiyah terhadap Penegakan Hukum
Muhammadiyah mendukung penuh langkah Kapolri dalam mengusut tuntas kasus meninggalnya Affan Kurniawan. Pernyataan resmi dari PP Muhammadiyah menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan berkeadilan. Organisasi ini berharap proses hukum dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku, sehingga keadilan dapat ditegakkan bagi almarhum Affan dan keluarganya.
Muhammadiyah juga mengharapkan agar seluruh korban luka-luka dalam aksi unjuk rasa tersebut segera pulih. Empati Muhammadiyah juga ditujukan kepada para pengemudi ojol yang menuntut keadilan bagi almarhum Affan. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam membela hak-hak masyarakat dan mendorong terciptanya keadilan sosial.
Imbauan Menjaga Persatuan dan Meredam Kekerasan
Selain memberikan dukungan terhadap penegakan hukum, Muhammadiyah juga menyampaikan imbauan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan. Muhammadiyah menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan pandangan dan kepentingan.
Pendekatan Persuasif dan Dialog
PP Muhammadiyah juga meminta aparat keamanan untuk lebih mengutamakan pendekatan persuasif dalam menangani aksi unjuk rasa, dengan mengedepankan dialog dan cara-cara non-kekerasan. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip kepolisian yang mengutamakan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Pendekatan persuasif diharapkan dapat meredam potensi konflik dan menciptakan suasana yang kondusif.
Peran Masyarakat dan Elit Politik
Muhammadiyah juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Masyarakat diharapkan dapat bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya. Muhammadiyah mendorong masyarakat untuk melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang atau tokoh panutan.
Muhammadiyah juga berharap agar para elit politik, pejabat negara, anggota legislatif, dan pengambil kebijakan lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat. Muhammadiyah meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik membutuhkan keteladanan dari para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus.
Harapan untuk Masa Depan Indonesia
Muhammadiyah percaya pada komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah. Muhammadiyah mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi membangun Indonesia yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera. Mari bersama-sama mencari solusi atas permasalahan bangsa dengan dialog dan musyawarah.
Muhammadiyah juga mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian dan stabilitas nasional, serta menghormati semangat 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Dengan persatuan dan kesatuan, Indonesia diharapkan dapat terus maju dan berkembang di tengah tantangan global.