Kericuhan Demo di Polda Metro Jaya: Halte Dibakar dan Tuntutan Keadilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332450/original/017057200_1756482944-5c31173f-c853-4e7f-b53e-5aad3a85aaf6.jpg)
Jakarta, Indonesia - Aksi demonstrasi di depan Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025) malam berujung pada kericuhan yang memanas. Massa aksi, yang sebagian besar adalah mahasiswa, melakukan pembakaran fasilitas publik, termasuk halte Transjakarta. Kericuhan ini dipicu oleh tuntutan keadilan atas kasus meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tewas akibat insiden dengan mobil rantis Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam.
Kronologi Kericuhan: Pembakaran Halte dan Bentrokan
Menurut laporan Liputan6.com, aksi demo yang semula berjalan damai berubah menjadi ricuh ketika massa mulai bertindak anarkis. Halte Transjakarta yang terletak di depan Polda Metro Jaya menjadi sasaran utama, dibakar oleh massa yang emosi. Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa halte yang terbakar adalah Halte Polda Metro Jaya, bukan di Semanggi. Kericuhan meluas hingga ke kawasan Senen, di mana halte Transjakarta Pasar Senen juga turut menjadi korban pembakaran.
Ayu Wardhani sangat menyayangkan tindakan perusakan fasilitas publik tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik agar dapat terus dimanfaatkan oleh banyak orang. Kejadian ini menyebabkan gangguan signifikan pada layanan transportasi publik dan mengganggu aktivitas warga Jakarta.
Tuntutan Keadilan dan Aksi Mahasiswa
Massa aksi yang terlibat dalam demonstrasi menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan. Mereka menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas dan para pelaku bertanggung jawab atas insiden yang menimpa korban. Aksi mahasiswa yang awalnya damai berubah menjadi tegang ketika mereka mulai menembakkan petasan ke area gedung Polda Metro Jaya. Petugas kepolisian merespons dengan memukul mundur pengunjuk rasa. Hujan deras yang mengguyur lokasi kejadian tidak meredakan amarah para demonstran.
Dampak Kericuhan: Penutupan Stasiun MRT dan Kerusakan Fasilitas Umum
Kericuhan yang terjadi berdampak pada penutupan sementara sejumlah stasiun MRT di sekitar lokasi kejadian. Hal ini menyebabkan gangguan pada sistem transportasi publik lainnya. Selain halte Transjakarta, fasilitas umum lainnya seperti tiang listrik dan kamera CCTV juga mengalami kerusakan akibat aksi massa. Kendaraan taktis (rantis) polisi terlihat bergerak maju untuk mengamankan situasi, diikuti oleh petugas kepolisian berpakaian preman yang berusaha mengejar massa.
Keterlibatan Affan Kurniawan dan Kronologi Kejadian
Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, meninggal dunia setelah tertabrak mobil rantis Brimob saat kericuhan demo di DPR pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam. Insiden ini menjadi pemicu utama aksi demonstrasi yang berlangsung di Polda Metro Jaya. Massa aksi mengungkapkan kekecewaan dan tuntutan keadilan atas kematian Affan Kurniawan.
Massa aksi mulai melakukan penembakan petasan sekitar pukul 18.38 WIB pada Jumat (29/8/2025) saat hujan mulai mereda. Hal ini memicu tindakan dari aparat kepolisian untuk membubarkan massa. Akibatnya, terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran, yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.