Jonathan Frizzy Tertekan: Kasus Obat Keras Picu Gangguan Kesehatan Mental

Aktor ternama, Jonathan Frizzy, kini tengah berhadapan dengan pusaran masalah hukum yang pelik usai dirinya ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus penyalahgunaan obat keras, tepatnya zat etomidate, yang ditemukan dalam sebuah vape. Dampak dari penetapan status hukum ini sangat terasa, terutama pada kondisi psikologis mantan suami Dhena Devanka tersebut. Lamgok Heryanto Silalahi, selaku kuasa hukum Jonathan Frizzy, mengungkapkan bagaimana kliennya terpukul dan merasakan tekanan yang amat berat akibat kasus yang menjeratnya.
“Memang dia itu berkali-kali menyampaikan kepada kita bahwa dia terpukullah atas proses hukum yang menimpa dia,” ujar Lamgok Heryanto Silalahi, ketika ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Selasa, 26 Agustus. Keterkejutan dan kesedihan aktor yang akrab disapa Ijonk ini sangat beralasan, mengingat dampak yang ditimbulkan oleh kasus ini terhadap reputasi dan kehidupannya secara keseluruhan.
Proses Hukum yang Cepat dan Dampaknya pada Mental
Penetapan status hukum Jonathan Frizzy yang terbilang cepat juga menjadi faktor signifikan yang memperburuk kondisi mentalnya. Perubahan status yang begitu cepat dari saksi menjadi tersangka tentu meninggalkan bekas mendalam pada kondisi psikologisnya.
Lamgok menjelaskan, “Dia dari awal dipanggil (sebagai) saksi. Datang, datang, terus gitu. Eh, (ditetapkan) tersangka, gitu, kan.” Perubahan status yang tiba-tiba ini, ditambah dengan ancaman hukuman yang serius, turut menyumbang pada penurunan kondisi mental aktor tersebut. Proses hukum yang cepat ini memberikan dampak yang signifikan pada kondisi psikologis Ijonk.
Perubahan Kondisi Fisik dan Psikologis
Perubahan pada kondisi fisik Jonathan Frizzy juga menjadi perhatian serius. Meskipun secara kasat mata terlihat sehat, Lamgok menyampaikan adanya perbedaan yang mencolok pada penampilan fisik kliennya.
“Kalau kami lihat sih, ya, kondisinya nggak lebih fit, ya, nggak lebih segar dari yang dulu. Tapi masih sehat,” papar Lamgok Heryanto Silalahi. Perubahan ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa tekanan psikologis yang dialami Ijonk juga memberikan dampak nyata pada kesehatan fisiknya. Menurut sebuah penelitian dari lembaga kesehatan, stres berkepanjangan memang dapat mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh, termasuk sistem imun dan pencernaan. (Sumber: Jurnal Kesehatan Mental, Tahun 2023).
Ancaman Hukuman dan Dampaknya pada Psikis
Kabar buruknya, Jonathan Frizzy menyadari bahwa dirinya terancam hukuman penjara selama 12 tahun akibat kasus yang menjeratnya. Kesadaran akan ancaman hukuman ini, dikombinasikan dengan tekanan dari proses hukum yang berjalan, semakin memperburuk kondisi psikis sang aktor.
“Dari awal dia sudah tahu ini ancamannya 12 tahun, ya. Secara psikis, kita sama-sama lihat Ijonk yang sekarang nggak kayak Ijonk yang dulu begitu,” pungkas kuasa hukum Jonathan Frizzy. Kekhawatiran akan masa depan dan hilangnya kebebasan tentu menjadi beban berat yang harus dipikul oleh Ijonk saat ini. Tingginya ancaman hukuman ini, ditambah dengan stigma sosial, bisa menyebabkan gangguan kecemasan dan depresi yang serius.
Keterlibatan dalam Kasus dan Pasal yang Menjerat
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jonathan Frizzy bersama tiga terdakwa lainnya, yaitu ER, BTR, dan EDS. Mereka dijerat dengan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur soal penyalahgunaan zat berbahaya.
Ketentuan hukum yang berlaku semakin memperjelas bahwa kasus yang dihadapi Jonathan Frizzy bukanlah perkara ringan. Pasal yang menjeratnya memiliki konsekuensi hukum yang serius, yang tentunya menambah beban pikiran dan kekhawatiran aktor tersebut. Penyalahgunaan zat berbahaya, sebagaimana diatur dalam undang-undang, memang memiliki dampak yang merugikan bagi kesehatan masyarakat, sehingga penegakan hukum menjadi sangat penting.
Kasus yang menimpa Jonathan Frizzy ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan profesional kesehatan mental sangat dibutuhkan untuk membantu Ijonk melewati masa sulit ini. Semoga, Ijonk diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.