Empat Pilar Timnas Indonesia U-17 Bersinar di Piala Kemerdekaan 2025

Table of Contents

Jempol! Ini Empat Pilar Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia 2025 yang Tampil Apik di Piala Kemerdekaan 2025


Informasi diperbarui pada 21 Agustus 2025 pukul 22:32 WIB, dan diterbitkan pada 21 Agustus 2025 pukul 22:31 WIB. Empat pemain Timnas Indonesia U-17 mendapatkan apresiasi atas penampilan mereka di Piala Kemerdekaan 2025. Setelah berkompetisi di Piala Kemerdekaan, tim ini akan bersiap untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 27 November.

Timnas Indonesia U-17 akan berkompetisi di Grup H, bersama dengan Brasil, Zambia, dan Honduras. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus memantau dan mendukung persiapan tim yang diasuh oleh Nova Arianto. Dalam waktu dekat, para pemain akan mengikuti pemusatan latihan (TC) di Bulgaria dan Uni Emirat Arab.

Persiapan Menuju Piala Dunia U-17 2025

Pelatih Nova Arianto menyatakan antusiasmenya terhadap perkembangan para pemain. Ia menekankan pentingnya uji coba dalam proses belajar pemain selama turnamen Piala Kemerdekaan. Nova Arianto berharap para pemain dapat memanfaatkan waktu istirahat sebelum melanjutkan program persiapan menuju Piala Dunia U-17.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 20 Agustus 2025, Nova Arianto menuliskan, "Saya pribadi sangat senang dengan perkembangan pemain sejauh ini karena dengan uji coba seperti ini pemain akan terus berproses dan pemain bisa belajar dengan setiap situasi yg terjadi di lapangan selama Turnamen Piala Kemerdekaan." Lebih lanjut, Nova Arianto berharap pemain dapat beristirahat dengan baik sebelum kembali melanjutkan program yang sudah direncanakan untuk Piala Dunia U-17.

Pilar-Pilar Penting dalam Perjalanan Timnas

Berikut adalah empat pemain yang mendapatkan sorotan selama Piala Kemerdekaan 2025.

Dafa Al Gasemi: Penjaga Gawang Terbaik Piala Kemerdekaan

Dafa Al Gasemi dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Piala Kemerdekaan 2025. Penampilan gemilangnya selama turnamen, yang membuatnya dijuluki "Spiderman," memberikan kontribusi signifikan bagi tim. Nova Arianto, menyebutkan bahwa pemain kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, pada 12 Februari 2008, tidak hanya bertugas di bawah mistar gawang tetapi juga menjadi "nyawa dan ruh" bagi Garuda Muda.

Performa konsisten Dafa Al Gasemi terbukti dengan penampilannya yang solid. Selain dalam pertandingan melawan Mali, ia juga menunjukkan performa yang apik saat melawan Timnas Tajikistan U-17 dan Timnas Uzbekistan U-17.

Fadly Alberto: Andalan Lini Depan Garuda Muda

Fadly Alberto Hengga, yang memiliki darah campuran Papua dan Jawa Timur, menjadi pencetak gol terbanyak bagi Garuda Muda di Piala Kemerdekaan 2025 dengan dua gol. Meskipun namanya mungkin kurang dikenal dibandingkan dengan Dafa Al Gasemi, Mathew Baker, dan Evandra Florasta, performa Fadly Alberto patut diacungi jempol.

Kemampuan mencetak golnya yang tinggi, bahkan dalam situasi sulit, menunjukkan bahwa striker lincah ini merupakan bagian penting dari strategi Nova Arianto. Dua gol yang ia cetak menjadi bukti kontribusi signifikan Fadly Alberto di lini serang.

I Putu Panji: Kapten dan Pemain Kunci dari Bali

I Putu Panji, yang berasal dari Bali, membuktikan bahwa sepak bola nasional tidak hanya didominasi oleh pemain dari Jawa, Sumatera, dan Papua. Ban kapten yang melingkar di lengannya selama Piala Kemerdekaan 2025 memberikan kebanggaan bagi warga Bali, khususnya bagi Bali United.

I Putu Panji dikenal sebagai bek modern yang tidak hanya bertahan di lini belakang, tetapi juga aktif menyerang dan mendistribusikan bola ke semua lini. Meskipun tim gagal meraih gelar juara, posisi sebagai runner-up tetap membanggakan.

Mathew Baker: Pemain Serba Bisa di Berbagai Posisi

Mathew Baker, pemain dari PSM Makassar, dikenal sebagai pemain serba bisa yang mampu bermain di berbagai posisi. Kemampuannya sebagai bek, gelandang bertahan, pemain sayap, atau bahkan penyerang membuatnya menjadi aset berharga bagi tim.

Nova Arianto menjadikan Mathew Baker sebagai salah satu senjata andalannya. Stamina prima dan kemampuan menggiring bola yang mumpuni membuat pertandingan yang sulit menjadi lebih mudah bagi Mathew Baker.

Artikel ini disadur dari sumber Bola.com oleh Choki Sihotang dan Gregah Nurikhsani, dan diterbitkan pada 21/08/2025.

Baca Juga

Loading...