Terkuak! Fakta di Balik Meninggalnya 'Pangeran Tidur' Arab Saudi Setelah Koma Panjang

Table of Contents

5 Fakta Kematian Pangeran Arab Saudi Al Waleed, Nomor 4 Menyedihkan


Kabar duka menyelimuti keluarga Kerajaan Arab Saudi dan juga masyarakat global yang selama ini mengikuti kisahnya. Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, yang akrab dijuluki ‘Pangeran Tidur’, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah terbaring dalam kondisi koma selama hampir dua dekade.

Kepergiannya pada usia 36 tahun mengakhiri penantian panjang yang penuh harap dan doa dari sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, serta jutaan orang yang bersimpati. Kisah hidupnya yang unik dan tragis ini telah lama menjadi sorotan publik, menyoroti ketabahan keluarga di tengah cobaan takdir.

Perjalanan panjang Pangeran Al Waleed di ranjang rumah sakit dimulai hampir 20 tahun silam, pasca kecelakaan lalu lintas parah yang menyebabkan ia jatuh koma. Selama periode yang luar biasa panjang ini, ia dirawat intensif di Rumah Sakit King Abdulaziz Medical City, Riyadh.

Kondisinya yang tidak sadarkan diri, namun tetap mendapatkan perhatian penuh, membuat publik menjulukinya 'Pangeran Tidur'.

Ayahnya, Pangeran Khaled, dikenal sangat vokal dan gigih dalam membagikan perkembangan kondisi putranya melalui media sosial, yang secara tidak langsung menjaga kisah Al Waleed tetap hidup di benak masyarakat, sekaligus menjadi simbol cinta dan harapan seorang ayah yang tak lekang oleh waktu.

Kisah Komplikasi yang Mengakhiri Penantian Panjang

Namun, takdir Tuhan memang tidak bisa dicegah. Setelah penantian yang demikian panjang, Pangeran Al Waleed akhirnya tutup usia pada Sabtu, 19 Juli 2025. Ia meninggal dunia di usia 36 tahun, tepat di rumah sakit tempat ia berjuang melawan komanya selama hampir 20 tahun.

Penyebab pasti kepergiannya adalah komplikasi serius yang muncul akibat kondisi koma berkepanjangan. Individu yang berada dalam kondisi koma untuk jangka waktu yang lama sangat rentan terhadap berbagai komplikasi medis, mulai dari infeksi parah, kegagalan organ, hingga masalah pernapasan dan kardiovaskular.

Kondisi-kondisi inilah yang secara bertahap melemahkan tubuh 'Pangeran Tidur' hingga akhirnya ia tidak dapat bertahan lebih lama.

Kepergian Pangeran Al Waleed meninggalkan duka mendalam, namun juga sebuah warisan kisah tentang ketabahan, harapan, dan realitas pahit takdir. ‘Pangeran Tidur’ yang kini telah bangun untuk selamanya, akan selalu dikenang sebagai simbol perjuangan dan dedikasi sebuah keluarga yang tak pernah menyerah, meskipun pada akhirnya harus menerima kehendak Ilahi.

Kisahnya mengingatkan kita akan kerapuhan hidup dan kekuatan cinta kasih yang melampaui segala batas waktu dan kondisi.

Baca Juga

Loading...