Perubahan Strategi Perdagangan AS: Trump Ganti Pendekatan, Tarif Baru Mengancam

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan perubahan signifikan dalam strategi perdagangan global negaranya. Ia membatalkan rencana awal untuk merundingkan puluhan perjanjian bilateral dan akan memberlakukan tarif impor baru. Mulai 4 Juli 2025, AS akan mengirimkan pemberitahuan resmi kepada negara-negara mitra dagang terkait tarif baru yang akan dikenakan pada barang-barang yang masuk ke pasar AS. Trump menyatakan bahwa surat pemberitahuan akan dikirimkan secara bertahap, per 10 negara, dengan tarif yang berkisar antara 20% hingga 30%. Keputusan ini berbeda dengan janjinya sebelumnya untuk mencapai hingga 90 perjanjian dagang dalam 90 hari. Berikut perkembangan terbaru seputar perang dagang versi Trump:
AS Melonggarkan Ekspor ke China: AS mulai mengurangi pembatasan ekspor ke China, termasuk perangkat lunak desain chip dan etana. Langkah ini menandakan penurunan ketegangan perdagangan antara kedua negara, menyusul kesepakatan awal pada Mei untuk membangun kerangka kerja menuju perjanjian dagang yang lebih luas. Perusahaan teknologi seperti Synopsys dan Cadence kembali diizinkan menjual perangkat lunak desain chip ke China, dan larangan ekspor etana juga dicabut.
Kesepakatan Dagang AS-Vietnam: Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Vietnam pada Rabu. Tarif impor atas barang-barang Vietnam ditetapkan sebesar 20%, lebih rendah dari ancaman tarif 46% pada April. Namun, barang-barang Vietnam yang dianggap sebagai hasil “rerouting” dari negara lain, seperti China, akan dikenakan tarif lebih tinggi, hingga 40%. Sebagai imbalannya, banyak produk AS akan bebas bea masuk di Vietnam.
Ketegangan dengan Jepang: Trump menyatakan pembicaraan dagang dengan Jepang memburuk dan mengancam menaikkan tarif hingga “30%, 35%, atau angka berapa pun yang kami tetapkan,” melebihi tarif dasar “Hari Pembebasan” sebesar 24%.
Uni Eropa Mencari Pengecualian: Uni Eropa bersedia menerima tarif universal 10% untuk sebagian besar ekspor ke AS, tetapi meminta pengecualian untuk produk farmasi, alkohol, semikonduktor, dan pesawat komersial. Negosiasi akan berlanjut hingga akhir pekan, dengan ancaman tarif hingga 50% dari Trump jika tidak ada kesepakatan.
Kanada Membatalkan Pajak Digital: Kanada membatalkan pajak layanan digital untuk perusahaan teknologi AS, membuka jalan untuk melanjutkan pembicaraan dagang dan menargetkan kesepakatan final pada pertengahan Juli.
Tekanan pada Uni Eropa: Perusahaan-perusahaan besar Eropa seperti Mercedes-Benz dan LVMH dilaporkan melobi agar Uni Eropa melunak dalam negosiasi dengan AS. Mereka khawatir akan kerugian besar jika tarif 50% diberlakukan.
Peringatan Bessent: Menteri Keuangan AS, Bessent, memperingatkan sekitar 100 negara mungkin akan dikenakan tarif timbal balik 10% jika tidak mencapai kesepakatan dagang sebelum 9 Juli. Bessent menegaskan bahwa keputusan memperpanjang tenggat waktu ada di tangan Trump.