Ozzy Osbourne Berpulang: Mengenang Warisan Abadi Sang Godfather Heavy Metal

Table of Contents

Profil Ozzy Osbourne, Godfather of Heavy Metal yang Meninggal Dunia pada Usia 76 Tahun


Dunia musik berduka atas kepergian salah satu tokoh paling ikonik dan berpengaruh, John Michael Osbourne, yang lebih akrab disapa Ozzy Osbourne. Dijuluki "Godfather of Heavy Metal" dan "Prince of Darkness", legenda rock ini menghembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun, Selasa, 22 Juli 2025.

Vokalis Black Sabbath yang tak terlupakan ini wafat dalam damai, dikelilingi oleh keluarga tercinta setelah berjuang melawan penyakit Parkinson sejak tahun 2019. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam industri musik, menandai berakhirnya sebuah era bagi jutaan penggemar di seluruh penjuru dunia yang tumbuh bersama musik dan persona uniknya.

Dari Birmingham ke Puncak Kegelapan

Lahir di Aston, Birmingham, Inggris, pada 3 Desember 1948, John Michael Osbourne tumbuh di tengah lingkungan kelas pekerja yang keras. Ia meninggalkan bangku sekolah pada usia 15 tahun, mencoba berbagai pekerjaan serabutan seperti pekerja pabrik, tukang bangunan, hingga pencuci mobil, sebelum akhirnya menemukan panggilannya di dunia musik.

Pada akhir tahun 1960-an, Ozzy bersama Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward membentuk Black Sabbath, band yang kemudian dikenal sebagai pionir genre heavy metal. Dari sinilah julukan "Prince of Darkness" mulai melekat kuat pada dirinya.

Bukan hanya karena lirik-lirik gelap dan nuansa musik yang suram, tetapi juga karena penampilannya yang konsisten serba hitam, lengkap dengan set panggung yang sering kali bernuansa gotik dan misterius, membentuk citra yang tak terlupakan dan sangat ikonik.

Kontribusi Ozzy Osbourne terhadap musik heavy metal tak terbantahkan. Bersama Black Sabbath, ia memperkenalkan dunia pada suara yang lebih berat, riff gitar yang menggelegar, dan lirik-lirik yang mengeksplorasi tema-tema kelam, mistis, serta sosial, yang pada masanya dianggap revolusioner dan sering kali kontroversial.

Album-album awal Black Sabbath menjadi blueprint bagi ribuan band metal yang muncul setelahnya. Setelah keluar dari Black Sabbath, Ozzy melanjutkan karier solonya yang tak kalah sukses, menghasilkan sejumlah album klasik dan lagu-lagu hits yang mengukuhkan statusnya sebagai superstar global.

Energinya di panggung, vokal khasnya, serta kepribadiannya yang eksentrik membuatnya menjadi salah satu entertainer paling karismatik dan abadi dalam sejarah musik rock.

Kepergian Ozzy Osbourne menyisakan duka mendalam yang dirasakan oleh penggemar lintas generasi di seluruh dunia. Ungkapan belasungkawa membanjiri media sosial, membuktikan betapa besar pengaruhnya dalam membentuk selera musik dan identitas jutaan orang. Perjuangannya melawan penyakit Parkinson sejak 2019 menunjukkan ketabahan dan semangat pantang menyerah yang luar biasa hingga akhir hayatnya.

Ozzy bukan sekadar musisi; ia adalah ikon budaya, seorang innovator yang tidak pernah takut untuk menjadi dirinya sendiri dan mendorong batasan seni. Warisan musik dan karismanya akan terus hidup, menginspirasi musisi dan penggemar untuk terus mengeksplorasi kegelapan dan keindahan dalam musik.

Ia adalah legenda sejati yang kini beristirahat, namun gema suaranya akan abadi.

Baca Juga

Loading...