Kopdes Merah Putih: Target Ekspor Produk Unggulan RI pada 2029
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, memaparkan rencana jangka panjang program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih hingga 2029. Roadmap ini, yang dijelaskan untuk pertama kalinya di hadapan Komisi VI DPR RI, menetapkan tahapan pengembangan yang sistematis. Pada 2025, fokusnya adalah pembentukan badan hukum, penguatan kelembagaan, pembangunan sarana, digitalisasi, dan peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas. Tahun 2026 akan diarahkan pada pengembangan usaha lokal, diikuti konsolidasi jaringan dan produksi pada 2027.
Puncaknya, pada 2028, program ini akan fokus pada pengembangan produk unggulan untuk ekspor. Target akhir di 2029 adalah terwujudnya pilar kemandirian ekonomi desa, dengan Kopdeskel Merah Putih sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini akan menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Indonesia, dengan prioritas pada daerah-daerah berpotensi ekonomi tinggi dan kelembagaan yang kuat. Kerja sama lintas sektor melibatkan 16 kementerian/lembaga, pemerintah desa, BUMN, pemerintah daerah, swasta, dan berbagai pihak lainnya.
Per 9 Juli 2025, tercatat 80.560 Kopdeskel Merah Putih telah terbentuk, dengan 77.120 di antaranya telah memiliki SK badan hukum. Peluncuran resmi program ini direncanakan pada 19 Juli di Klaten, Jawa Tengah, dengan acara hybrid di 103 titik percontohan dari 38 provinsi. Acara tersebut akan dihadiri oleh Prabowo Subianto. Budi Arie menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar program, melainkan gerakan ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal, gotong royong, dan solidaritas sosial.