Jawa Barat: Pilar Strategis Penurunan Stunting Nasional

Menteri Wihaji, Kepala BKKBN, menyebut Jawa Barat sebagai kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting di Indonesia. Dengan jumlah penduduk terbanyak, kemajuan Jawa Barat sangat berpengaruh terhadap pencapaian target nasional. Meskipun prevalensi stunting nasional telah turun menjadi 19,8%, Jawa Barat memegang peran krusial karena populasinya yang besar.
Dalam Retreat dan Jambore Bangga Kencana Jawa Barat di Rancaupas, Kabupaten Bandung, Menteri Wihaji mengapresiasi penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat dari 21,7% menjadi 15,9% pada tahun 2024. Penurunan sebesar 5,8% ini memberikan dampak signifikan terhadap angka nasional. Lebih dari 2.000 peserta, termasuk penyuluh KB, ASN Kemendukbangga/BKKBN, dan kepala OPD KB dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, menghadiri acara tersebut.
Menteri Wihaji menginstruksikan peningkatan kolaborasi antara Penyuluh KB (PKB) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjamin ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD mendapatkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara rutin. Kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan SPPG menyediakan makanan, sementara PKB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) bertanggung jawab atas distribusi langsung, termasuk penggantian biaya transportasi.
Selain fokus pada penurunan stunting, Kemendukbangga juga menekankan pentingnya program Quick Wins, seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), untuk mengatasi masalah tingginya angka anak yang mengalami fatherless (20,9%). Kehadiran ayah yang aktif secara emosional dianggap penting di tengah pengaruh gadget yang kuat.
Retreat dan jambore ini, menurut Menteri Wihaji, bukan untuk militerisasi, melainkan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, dan semangat pelayanan para penyuluh KB sebagai garda terdepan pembangunan keluarga. Suasana antusias ditunjukkan peserta dengan yel-yel yang membuat Menteri Wihaji terharu. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program prioritas, khususnya penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.