Gelombang Panas Melanda Gaza, Jutaan Pengungsi Semakin Terpuruk

Table of Contents

Gelombang Panas Melanda Gaza, Jutaan Pengungsi Semakin Terpuruk


Foto: Seorang pria Palestina memandikan putranya di dalam tempat penampungan darurat di Kota Gaza, Kamis (3/7/2025). Begitu Juli tiba, suhu ekstrem dan kelembapan tinggi khas musim panas kembali menggulung wilayah ini.

Bagi jutaan pengungsi, teriknya musim panas tahun ini terasa jauh lebih menyiksa. Terbatasnya pasokan listrik dan ketiadaan kipas angin atau pendingin ruangan membuat ribuan orang bertahan di tenda darurat berbahan plastik dan nilon, yang justru memerangkap panas sehingga suhu di dalam nyaris tak tertahankan.

“Rasanya seperti terbakar,” ucap Abu Wadea, salah satu pengungsi di pesisir Khan Younis. Ia hanya berani duduk di mulut tenda karena panas di dalamnya terlalu menyengat. “Tidak ada kipas, tidak ada aliran udara. Hanya kelembapan, panas menyengat, dan sinar matahari langsung yang menerpa tenda.”

Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk sejak serangan Israel yang dimulai Oktober 2023, menyusul serbuan Hamas ke wilayah Israel yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya menurut otoritas Israel.

Israel kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran yang hingga kini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Dari lebih dua juta penduduk kawasan itu, kebanyakan kini kehilangan tempat tinggal, menghadapi kelaparan, dan tinggal di antara reruntuhan.

Baca Juga

Loading...