Gaikindo Menyoroti Ancaman PHK di Sektor Otomotif, Menaruh Harapan pada Ekspor
Dalam situasi pasar otomotif yang belum pulih, kecemasan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai muncul. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menyatakan kekhawatiran ini, mengingat industri ini melibatkan jaringan luas dan tenaga kerja yang besar. Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, dalam sebuah pertemuan di Kompleks Parlemen Jakarta, mengungkapkan bahwa industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi sekitar 2,2 juta unit per tahun dengan melibatkan sekitar 1,5 juta pekerja. Di tengah kondisi sulit, upaya untuk menghindari PHK menjadi prioritas.
Sejak terkena dampak pandemi COVID-19, produksi mobil mengalami penurunan signifikan, turun dari sebelumnya yang tinggi menjadi hanya sekitar 500 ribu unit di saat krisis. Meskipun ada pemulihan di tahun 2022 dengan produksi menyentuh 1 juta unit, penurunan kembali terjadi di tahun 2023. Namun, Gaikindo masih melihat peluang dari ekspor kendaraan, yang sempat mencapai 505 ribu unit di tahun 2022 dan 472 ribu unit di tahun berikutnya. Kukuh berharap ekspor dapat dipertahankan di kisaran 400 ribu unit meskipun kondisi domestik masih berat.
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, menyatakan optimisme bahwa target penjualan kendaraan nasional sebesar 850 ribu unit pada tahun 2025 masih dapat tercapai, walaupun pasar belum sepenuhnya pulih. Data penjualan grosir dari Januari hingga Mei 2025 menunjukkan penurunan 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, konflik geopolitik global juga menjadi faktor yang mempengaruhi ekonomi dan berimbas pada daya beli masyarakat Indonesia.