Ekspor Produk Kreatif Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5% Per Tahun

Table of Contents

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, optimis ekspor produk kreatif Indonesia akan tumbuh 5% per tahun. Optimisme ini disampaikan meskipun Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif ekspor barang Indonesia sebesar 32%. Beberapa produk kreatif Indonesia yang diekspor ke AS meliputi fesyen, kerajinan, furnitur, dan lainnya.

Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif menargetkan ekspor sebesar US$ 26,44 miliar (sekitar Rp 429,76 triliun) pada tahun ini, dan pertumbuhan 5% per tahun selanjutnya, mencapai US$ 32,94 miliar (sekitar Rp 535,55 triliun) pada tahun 2029. Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tengah berupaya mencari pasar alternatif dan telah mengirimkan tim negosiasi ke AS untuk mengatasi dampak tarif tersebut. Upaya ini juga melibatkan dialog dengan asosiasi terkait untuk memetakan pasar alternatif dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membuka peluang pasar ekspor di negara lain.

Tarif tinggi AS ini juga diberlakukan pada beberapa negara Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia terus berupaya membuka peluang pasar ekspor baru sebagai langkah antisipatif.

Baca Juga

Loading...