Home / SUMATERA / SUMATERA UTARA / Proyek Halte Dishub Kota Binjai Senilai Milaran Rupiah Diduga Jadi Ajang Korupsi
meizu

Proyek Halte Dishub Kota Binjai Senilai Milaran Rupiah Diduga Jadi Ajang Korupsi

BINJAI, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-elaksanaan pekerjaan pembangunan proyek di 45 unit Halte dan pengadaan Shelter 31 unit serta 100 unit rambu dengan biaya bersumber APBD Kota Binjai dan DAU yang menelan biaya mencapai Rp, 3.993.141.900,- dan dikerjakan oleh rekanan dari PT.Duta Multinugra diduga ajang korupsi, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemko Binjai Syahrial,SH bungkam dikonfirmasi untuk menjelaskan soal pengunaan anggaran.

Tertutupnya Syahrial,SH untuk memberi keterangan kepada Wartawa terindikasih menutup-nutupi pekerjaan proyek Negara, selain itu juga pejabat penguna anggaran (PPA) tersebut disinyalir ikut bermain dalam pelaksanaan proyek Negara yang tidak tertutup kemungkinan upaya mengkaburkan pengunaan uang rakyat pada Publik. Upaya konfirmasi kepada Kadishub Pemko Binjai telah dilakukan oleh Kru koran ini, namun Syahrial yang juga selaku pejabat penguna anggaran tersebut belakangan ini selalu menghindari dari kejaran Wartawan dan tidak menjawab pertanyaan soal biaya yang digunakan di setiap unit pekerjaan halte dan shelter serta rambu.

Kejanggalan yang terdapat pada pembangunan halte yang kini masih dalam waktu pekerjaan, bahwa selain biaya anggaran setiap unit halte tidak transparan besar anggaran pada papan plang proyek, pihak rekanan sama sekali tidak membuat rincian pembiayaan terhadap pembangunan unit halte. Bahkan pelaksanaan pembangunan halte yang tersebar di Kota Binjai pada Rtahun 2018 ini diduga kuat menyalahin RAB dan juknis, sebab terlihat pembangunan halte yang sedang masa pekerjaan tidak tetpat sasaran nya dengan jarak tidak relefan.

Bahkan sejumlah pembangunan dari 45 halte yang sedang dikerjakan itu diantaranya proyek mubajir dan banyak tak berfungsi untuk dimanfaatkan bagi masyarakat, sedangkan pembangunan yang sama sudah dilakukan pada Tahun 2017 lalu hingga kini banyaknya halte yang telah selesaikan menjadi proyek mubajir, namun proyek yang sama di tahun 2018 kembali dianggaran dengan jumlah miliaran rupiah. Masyarakat menilai kalau pengajuan untuk pembangunan halte dan shelter serta rambu dengan mengunakan uang rakyat dengan nilai hampir mencapai 4 miliard untuk angaran Tahun 2018 merupakan proyek akal-akalan yang terduga sebagai ajang mengkerat uang Negara.

Ketika Medan Pos menemui Syarial,SH selaku Kadis Hub Pemko Binjai dan juga selaku PPA pekerjaan proyek halte dan shelter serta rambu tersebar dikota Binjai Selasa (14/8) seorang Staf karyawan Dishub menyatakan kalau Kadis sedang tidak berada ditempat, sedangkan ketika dikonfirmasi melalui Via SMS nya, hingga berita ini dikirim ke Redaksi tak kunjung ada jawaban.

Tertutupnya Kadishub Kota Binjai Syarial,SH kepada Wartawan untuk memberikan keterangan atas pembangunan halte dan selter serta rambu, Agus B.Padang, SH bidang hukum di DPC Korps Senior Wartawan Republik Indonesia (Koswari-red) Kota Binjai kepada Medan Pos Selasa (14/8) saat berada di Jalan T.Amir Hamzah persis di depan kantor DPRD Kota Binjai sangat menyesalkan sikap Kadishub yang tertutup untuk memberikan keterangan. “Kita sangat menyesalkan sikap Syahrial,SH selaku Kadishub Pemko Binjai yang tidak bersedia memberikan penjelasan kepada Wartawan, Syahrial selaku Kadishub dan juga sebagai pejabat penguna anggaran selayaknya memberikan penjelasan atas pertanyakan jurnalis dan tidak membukam, kata Agus.

Ditambahkan Agus lagi ,”Syahrial tidak boleh mengkangkangi UU tentang pelayanan Publik, terlebih pada Wartawan dan sebisanya memberikan jawaban untuk menghindari adanya dugaan penyelewengan dalam pekerjaan yang mengunakan keuangan Negara. Pejabat penguna anggaran juga boleh memberikan keterangan Pers dalam pelaksanaan pekerjaan proyek Negara, dan bila mana konfirmasi oleh Wartawan diabaikan begitu saja, itu bisa terjadi adanya dugaan persekongkolan antara pihak rekanan dan PPA serta PPK bersama pengawas lapangan dalam dugaan upaya penyelewengan uang Negara.

Dan kita berharap kiranya pekerja pembangunan halte dan shelter serta rambu yang menjadi proyek Negara kini dibangun oleh pihak rekanan yang tersebar di kota Binjai untuk anggaran APBD dan DAU Tahun 2018 ini tidak terjadi kesempatan ajang korupsi, dan berharap pihak terkait melakukan pemantauan selama berjalan nya pekerjaan proyek tersebut, Ujar Agus.

Penulis berita : Supriadi

Editor  : Muhammad Ikhsan

Check Also

Kapolres Barelang Lantik 6 Kapolsek dan 2 Kasat

BALOI, RAKYAT MEDIA-Hari ini, enam Kapolsek dan dua kasat di lingkungan Polresta Barelang resmi berganti, …

Pungli Liar Bermodal Baju Parkir Marak Dijalan

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Pungutan liar (Pungli) bermodal baju parkir yang dilakukan oleh juru parkir terus menjadi soorotan. …