Home / KEPRI / Mabes Polri dan Cukai Tangkap Kapal Bawa Narkoba 1,8 Ton
meizu

Mabes Polri dan Cukai Tangkap Kapal Bawa Narkoba 1,8 Ton

BATAM, RMNEWS.CO.ID-Tim gabungan dari Satuan Tugas Khusus Polri, Direktorat Tindak Pidana Narkoba, dan Bea Cukai mengungkap penyelundupan 1,8 ton paket sabu di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018).

Sabu tersebut diangkut menggunakan kapal berbendera Singapura dengan empat anak buah kapal warga negara Taiwan.”Sudah benar itu, 1,8 ton,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, kepada wartawan Selasa (20/2/2018) di Batam

Eko mengatakan, kepolisian sudah melacak rencana penyelundupan itu sejak 1,5 bulan lalu. Dua pekan lalu, polisi berkoordinasi dengan bea cukai karena memiliki kapal besar untuk melacak keberadaan kapal yang menyelundupkan barang haram itu.

Pencarian dilakukan secara terpisah, yakni di wilayah Anyer, Selat Phillips, dan Natuna.”Setelah tiga hari di atas laut itu, sekitar pukul 7.35 WIB, tim A Satgas Laut yang dipimpin AKBP Gembong dengan Bea Cukai menangkap satu kapal berbendera Singapura,” kata Eko.

Barang bukti yang disita berupa 81 karung yang isinya methampetamine. Masing-masing karung diperkirakan berisi 20 kilogram. Selanjutnya, Polri akan berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk menelusuri alur kedatangan narkoba melalui pemeriksaan dokumen pengiriman barang-barang.

Eko menuturkan, penangkapan ini sudah melalui pemetaan lapangan selama 1,5 bulan. Kemudian, sekira dua minggu sebelum penangkapan pihaknya berkoordinasi dengan pihak BC yang merupakan pemilik Kapal tersebut.

“Kemudian dari hasil diskusi dengan nahkoda kapal karena BC punya dua kapal besar akhirnya kami putuskan, satgas kita bagi Metro Jaya dengan satgas 1 Bareskrim Polri di Anyer. Satgas 2 Bareskrim Polri, AKBP Gembong di Natuna,” tutur Eko.

Kemudian, kata Eko tim kembali dibentuk untuk di daerah Selat Philips. Lalu, setelah tiga hari berada di atas laut, sekira pukul 07.35 WIB pagi tadi, pihaknya berhasil menangkap kapal tersebut.

“Tim A satgas laut yang dipimpin AKBP Gembong dengan BC menangkap satu kapal Taiwan berbendera Singapura yang akhirnya siang tadi dibawa ke Sekupang Batam di Pelabuhan BC,” ujar Eko.

Tujuh hari penangkapan itu dimulai sejak Kamis 13 Februari 2018. Awalnya tim dari Polri melakukan koordinasi bersama perwakilan Bea Cukai Kanwil Pusat di Kantor Dittipid Narkoba Bareskrim Polri.

Lalu, setelah tiga hari melakukan koordinasi, atau 16 Februari 2018, akhirnya tim advance berangkat menuju Batam. Sehari setelah itu, 17 Februari 2018, tim advance kembali berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepulauan Riau di Pelabuhan Punggur, Batam.

Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pergerakan melalui tim tindak dengan menggunakan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005. Setelah itu, pada 18 Februari 2018, tim tindak bersama Kapal Bea Cukai tiba di sekitaran Perairan Anambas, Kepri dan langsing dilanjutkan dengan Patroli di sekitaran Perairan Anambas, Kepri.

Selama patroli satu hari tersebut, akhirnya pada 19 Februari 2018 tim advance mendapat informasi mengenai koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U / 103.48.023 T. Mendapatkan lokasi, tim pun selanjutnya kembali berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri untuk dilakukan penyisiran dan pengejaran kapal target.

Saat melakukan pengejaran kapal yang membawa sabu, akhirnya pada hari ini, Selasa (20/2/2018) sekira pukul 07.35 WIB pagi dilakukan penangkapan kapal tersebut oleh Satgas Polri dan Bea Cukai dengan menggunakan Kapal BC 7005 di perairan Karang Helen Mars yang berdekatan dengan Karang Banteng.

Ketika itu, satgas gabungan Polri mengamankan satu unit kapal ikan berisi Jaring Ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura dan tidak terdapat dokumen serta surat-surat kapal. Akhirnya, di hari yang sama aparat menggiring kapal tersebut menuju Pangkalan Bea Cukai Sekupang bersamaan dengan Kapal Bea Cukai 20007 yang turut serta Tim Bareskrim Polri.

Dalam penangkapan itu, Polri juga mengamankan empat warga negara asing, mereka adalah Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43) yang merupakan nahkoda Kapal dan Liu Yin Hua (63), kata Eko.

EDITOR : MAWARDI

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

ATB Nunggak Pajak Air Rp39,9 Miliar, DPRD Kepri Desak Pemrov Tagih Utang PT. ATB

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Polemik masalah tunggakan pajak PT Adya Tirta Batam (ATB) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau …

Proyek Pengaspalan Jalan Parit Tegak Senilai Rp 1,8 Miliar Asal jadi

KUNDUR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Minimnya pengawasan Konsultan pengawas dan TP4D,membuat para kontraktor leluasa mengerjakan proyek asal jadi. Hal …