Home / KEPRI / DOMPAK / Kejati Kepri Siap Terima Limpahan 9 Tersangka Korupsi
meizu

Kejati Kepri Siap Terima Limpahan 9 Tersangka Korupsi

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Penyidik Direskri Polda Kepri dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas Sembilan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan pasar modern Natuna kepada Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Untuk pelimpahan tahap kedua Sembilan tersangka korupsi tersebut pihak Kejati Kepri menyatakan siap menerima pelimpahan tahap dua tersebut.

Adapun Sembilan tersangka yakni berinisial MA, DAP, SD, ZHB, NT, DS, LH, MBI, dan MWD. Mereka terdiri dari pejabat Kepala Dinas di Natuna, kontraktor dan pihak pemenang tender. Dugaan kasus korupsi APBD 2015 ini berpotensi merugikan negara sebesar Rp4.173.459.783. Berkas ini sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa peneliti Kejati Kepri pada Kamis (22/11/2018) kemaren.

Informasi diperoleh, pelimpahan tahap dua perkara korupsi tersebut akan diserahkan oleh tim penyidik Polda Kepri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna di Kejati Kepri. Kemudian pihak Kejari Natuna baru menyerahkannya ke Kejati Kepri untuk proses hukum selanjutnya. Hal dimaksud, karena lokasi kejadian (locus delicti) perkara itu berada di wilayah Kabupaten Natuna.

“Prisipnya kita siap menerima pelimpahan tahap dua kesembilan tersangka kasus dugaan korupsi pasar modern Natuna itu. Namun hingga saat ini, belum kita terima” kata Kepala Kejati Kepri Dr Asri Angung Putra SH MH melalui Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Kejati Kepri, Doddy Emil Gazali SH, Jum’at (23/11/2018).

Doddy menyebutkan, saat ini pihaknya juga tengah disibukan dengan sejumlah pekerjaan, termasuk proses penyelidikan dan penyidikan beberapa perkara dugaan kasus korupsi yang dilakukan.”Kebetulan saat ini kita juga tengah lagi banyak pekerjaan yang tidak kalah pentingnya. Kendati demikian, kita siap jika untuk menerima pelimpahan tahap dua perkara dugaan korupsi pasar modern Natuna tersebut melalui proses hukum selanjutnya,” ucapnya.

Dalam proses penanganan perkara tersebut, lanjut Doddy, sudah ditunjuk sebanyak lima orang jaksa penuntut umum (JPU) untuk melaksanakan sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang nanti. “Kelima orang JPU tersebut termasuk saya sendiri, kemudian Sukamto SH, IG Punia SH, Ery Yudianto SH dan Deffid SH,” jelasnya.

Sebelumnya Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Fery Tass SH MH Msi menyatakan, bahwa berkas perkara dugaan kasus korupsi pasar modern Natuna itu telah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa peneliti pada Kejati Kepri.”Kelengkapan berkas tersebut sudah kita sampaikan ke pihak Polda Kepri. Dengan demikian, kita harapkan tim penyedik Polda Kepri segera melakukan pelimpahan tahap dua berupa para tersangka dan barang bukti yang diperoleh kepada kita,” ucap Fery Tass.

Fery Tass juga berharap, proses hukum ke 9 tersangka tersebut dapat segera di lakukan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang pada Desember 2018 ini.”Harapan kita, sidang perkara tersebut sudah dapat di laksanakan pada akhir tahun ini. Kita juga sudah menunjuk sebanyak lima orang jaksa penuntut umum (JPU) untuk melaksanakan sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang nanti,”pintanya.

Kasus dugaan korupsi ini sendiri sudah ditangani tim jajaran tindak pidana korupsi Polda Kepri sejak awal tahun 2018 lalu. Hal ini bermula adanya temuan BPK yang mendapati kelebihan bayar mencapai Rp 4 Miliar lebih dari angaran APBD Natuna tahun anggaran 2015 lalu sekitar Rp20 miliar lebih kepada PT MP.

Kendati kelebihan bayar itu telah dikembalikan sebagian oleh pihak terkait yang tersandung kasus tersebut, namun masih tersisa sekitar Rp1,8 miliar lagi yang belum dikembalikan. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu alat bukti bagi pihak penyidik Polda Kepri untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Perbuatan para tersangka dapat dijerat sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) huruf ke-1 KUHPidana.

Editor : Renhar

Check Also

Tim TP4D Kejaksaan Negeri Batam Mandul : Proyek Dinas Bina Marga Asal Jadi dan Tak Selesai

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID–Sepanjang Tahun 2017-2018 lalu, sejumlah Kepala daerah dan pejabat Dinas PU yang ditangkap Komisi …

Buntut Surat Edaran Sekda Batam Minta Bantuan Pada PNS : Ratusan Mahasiswa Desak Jefridin Dicopot Dari Sekda Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Surat edaran permohonan bantuan untuk membantu meringankan hukuman mantan Pegawai Negari Sipil (PNS) terpidana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *