Home / NASIONAL / HUKUM / KPK Tangkap Hakim Pengadilan Negeri Medan
meizu

KPK Tangkap Hakim Pengadilan Negeri Medan

MEDAN, RAKYAT MEDIA-KPK membawa sejumlah orang yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) ke KPK. Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan dan pengusaha Tamin Sukardi sudah dalam perjalanan”Malam ini sebagian pihak yang diamankan akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses lebih lanjut,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (28/8/2018).

Marsudin dan Tamin diterbangkan dari Bandara Kualanamu sekitar pukul 19. 30 WIB. Ada dua orang lainnya yang juga dalam rombongan bersama petugas KPK.  Terkait OTT hakim di PN Medan, KPK sebelumnya memeriksa sembilan orang di salah satu ruangan Kejati Sumut. Mereka terdiri atas 4 hakim, 2 panitera, 2 orang pihak swasta, dan pengusaha Tamin Sukardi.

Mereka yang terkena OTT KPK adalah Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke, dan hakim ad hoc Merry Purba.  Hakim Wahyu merupakan pengadil yang memvonis Meliana (sebelumnya ditulis Meiliana) dalam kasus protes volume azan. Dalam OTT, KPK menyita uang dolar Singapura sebagai barang bukti. Belum ada keterangan dari KPK mengenai penanganan perkara terkait dengan OTT.

Namun Tamin Sukardi diketahui menjalani sidang putusan di PN Medan pada Senin (27/8/2018). Tamin divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan terkait kasus korupsi lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN II.

Hakim yang ditangkap KPK diduga merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan bernama Wahyu Prasetyo Wibowo. Dia ditangkap bersama 7 orang lainnya.
“Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Selasa (28/8/2018) kepada wartawan di Jakarta.

Dari informasi yang dihimpun, Wahyu merupakan ketua majelis hakim yang memvonis Meliana yang mengeluhkan suara azan. Meliana divonis 18 bulan bui. Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi pun mengamini hal itu. “Iya benar, saya dapat informasi hakim di sana. Iya (Wahyu Prasetyo Wibowo yang ditangkap), sementara demikian,” kata Suhadi.

Sedangkan dalam OTT kali ini, KPK menduga suap diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang diadili di Pengadilan Tipikor Medan. Ada uang dalam pecahan dolar Singapura yang turut disita. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum mereka yang ditangkap. Nantinya KPK akan mengumumkan secara resmi penanganan perkara itu termasuk penetapan tersangka.(rm/dtk)

Check Also

Kejati Kepri Siap Terima Limpahan 9 Tersangka Korupsi

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Penyidik Direskri Polda Kepri dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas Sembilan tersangka dugaan korupsi …

Diminta Kejaksaan Tinggi Kepri : Usut Proyek “ Fiktif “ Dinas Perkimtan Kota Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Proyek jalan semenisasi di lingkungan perumahan wilayah kota Batam yang setiap tahun dilaksanakan oleh …