Home / KEPRI / Gubernur Kepri Nurdin Basirun Ikut Dikaitkan Kaitkan Raibnya Besi Rp4,4 Miliar
meizu

Gubernur Kepri Nurdin Basirun Ikut Dikaitkan Kaitkan Raibnya Besi Rp4,4 Miliar

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Heboh soal raibnya besi kepinh plat baja milik Pemerintah Provinsi Kepri senilai Rp 4,4 miliar. Bahkan nama Gubernur Kepri Nurdin Basirun disebut-disebut dalam kasus raibnya ratusan keping plat baja di jembatan arah Wacopek, Dompak Tanjungpinang. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi I DPRD Kepri dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di ruang rapat Komisi I DPRD Kepri, Dompak, Selasa (14/8/2018).

Dalam rapat dengan pendapat tersebut, dinas terkait saling lempar tanggungjawab soal hilangnya aset milik Pemerintah Provinsi Kepri tersebut. Sehingga membuat Komisi I DPRD Kepri geram dan meminta kepada OPD terkait segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena plat baja tersebut sudah satu tahun dibiarkan tertumpuk disekitar jembatan Dompak.

Staff Dinas PUPR yang diwakili oleh Rodi Yantari memaparkan kronologi hilangnya besi tersebut yang awalnya dibeli oleh Pemprov Kepri melalui Dinas PUPR dari PT Wijaya Karya, sisa material pembangunan jembatan Dompak, Tanjungpinang dengan total keseluruhan 400,40 ton.”Pengadaan plat baja tersebut semula direncanakan untuk dinding konstruksi struktur tiga busur jembatan dengan beton komposit,” ungkapnya.

Mengenai sisa plat baja jembatan Dompak tersebut, Rodi mengatakan Kepala Dinas PUPR telah menyampaikan nota dinas kepada Gubernur Kepri pada 2 Mei 2017 dengan tembusan Sekdaprov Kepri, Inspektur dan Kepala BKAD serta Kepala Biro Hukum Provinsi Kepri.

Terbongkarnya hilangnya besi tersebut, berawal pada tanggal 4 Mei 2018, Rodi mendapat informasi dari Sekretaris Dinas PUPR Kepri ada aktivitas pengambilan plat eks jembatan Dompak dengan menggunakan pengawalan polisi.”Pada pukul 20.30 WIB, saya bersama staff Dinas PUPR Andoko melakukan pemeriksaan dilapangan dan pada saat bersamaan bertemu dengan sejumlah orang, dimana pada saat itu mereka menanyakan apa dasar dari pengangkatan plat besi baja tersebut,” katanya.

Sejumlah orang tersebut menjelaskan bahwa pengangkatan material tersebut sudah mendapat persetujuan dari Gubernur Provinsi Kepri dengan menunjukkan gambar rencana pembangunan wisata kuliner di sekitar lokasi dan menunjukkan video bersama Gubernur Kepri saat meninjau lokasi.

Kemudian, kata orang itu, akan segera dilakukan pembersihan dan land clearing. Oleh karenanya perlu memindahkan material plat baja dan material lainnya dilokasi tersebut. Rodi melanjutkan, pada tanggal 5 Juni 2018 Dinas PUPR Kepri diskusi bersama BPKAD dan sepakat akan melakukan peninjauan dan penghitungan bersama dilapangan dengan melibatkan dari Inspektorat serta Biro Hukum Provinsi Kepri.

Berdasarkan hasil perhitungan tim dilapangan jumlah plat baja sudah berkurang menjadi 123 lembar/keping. Pada tanggal 12 Juni, diminta bantuan pengamanan dan penjagaan dari penduduk setempat dan informasi dilapangan bahwa plat baja yang tersisa dilapangan tinggal 60 keping. Pada tanggal 21 Juli material tersebut telah diamankan dan dititipkan sebanyak 60 lembar ke lokasi Mako Satpol PP Provinsi Kepri. Rodi menyimpulkkan bahwa jumlah plat seluruhnya 177 lembar dengan sisa 60 lembar.

Maka besi plat baja tersebut hilang sebanyak 106 lembar dan secara kontrak bila dihitung perkilonya Rp19 ribu x 400 Ton, maka jika dikalikan dengan besi plat sebanyak 106 lembar yang hilang, kerugian negara ditaksir mencapai Rp4,4 miliar.

“Kami minta Inspektorat segera untuk melakukan investigasi terkait dengan hilangnya besi tersebut. Waktu besi tersebut hilang saya sudah bilang dengan Kepala Dinas PUPR Kepri untuk membuat laporan ke Polisi, kalau tidak bisa biar kami saja yang melaporkannya,” ujar Anggota Komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar.

Terkait isu adanya keterlibatan Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun pada kasus raibnya plat baja sisa pembangunan Jembatan Dompak sebanyak 160 keping, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menegaskan bahwa ia tidak pernah sekalipun menyuruh siapapun untuk mencuri plat baja tersebut.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melalui Kabag Humas Pemprov Kepri Zulkifli di Tanjungpinang,Rabu (15/8/2018).”Tidak benar, Gubernur tidak pernah memerintahkan siapapun untuk mengambil plat baja tersebut,apalagi mencurinya” ujar Zulkifli. Zulkifli juga mengatakan bahwa Nurdin telah mengatakan bahwa tidak ada memerintahkan seseorang untuk mengambil plat baja tersebut.

“Apalagi setiap hari yang Pak Gub selalu memberi arahan agar semua bekerja dengan baik. Tidak ada gubernur nyuruh rakyatnya mencuri. Yang ada Pak gubernur suruh sholat,” ujar Zulkifli menyampaikan konfirmasi dari Gubernur Kepri H Nurdin Basirun untuk meluruskan berita yang tersebar.

Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Kepri telah membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap raibnya plat baja tersebut, termasuk siapa saja yang terlibat dalam pencurian aset  Pemprov Kepri itu.

Tim pencari fakta tersebut beranggotakan diantaranya dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) Provinsi Kepri yang diketuai oleh Kennedy Sihombing melaporkan kasus tersebut ke Polda Kepri pada hari Rabu, (15/8/2018).”Kami melaporkan institusi di Pemprov Kepri dalam hal ini Dinas PUPR yang dinilai bersalah atas hilangnya besi plat tersebut,” ujar Alfi Syahrin mewakili Tim Pencari Fakta usai memberikan laporan di Polda Kepri bagian Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus).

Dikatakan, laporan ke Polda Kepri tersebut bukan personal, melainkan institusi. Dari investigasi terakhir di kantor Satpol Provinsi Kepri, besi tersebut sudah pindah lagi. Sebelumnya pada awal investigasi sisa besi plat tersebut tinggal sekitar 60 keping.”Setelah kami pelajari, maka berpindahnya besi tersebut adalah kemungkinan perintah bapak Abu Bakar, selaku Kepala Dinas PUPR Kepri,” imbuhnya. Terkait dengan laporan ke Polda, lanjut Alfi, beberapa bukti awal baik sebatas barang, dokumen berupa si penampung, barang yang diambil dan lainnya suda diberikan ke Polda sebagai laporan.

Alat bukti lain sebagai pelengkap nanti juga akan kami sampaikan bila ranahnya sudah sampai kesana. Kita berikan dulu bukti dasar atau awal supaya pihak Kepolisian bisa melakukan penyelidikan atau investigasi awal untuk melakukan pengambangan lain,” katanya.

Ia berharap dengan laporan tersebut, nantinya pihak Kepolisian bisa mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat dalam pengambilan besi tersebut, agar kasus ini nantinya bisa menjadi terang benderang dimata publik. Kalau ada yang terbukti bersalah, silahkan proses secara hukum.

Terkait dengan pernyataan Andi Cori Patahudin yang mengungkapkan bahwa ada oknum ormas yang mencoba meminta sampai ratusan juta atas pengambilan besi tersebut, Alfi menegaskan bahwa hal itu tidak benar dan sama sekali fitnah.”Itu fitnah, kalau ada ormas yang mencoba meminta atau memeras kepada dirinya jika punya bukti yang kuat silahkan lapor dan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.***

Editor : Mawardi

 

Check Also

BP Batam Gelar Event Festival Budaya 2018 Berskala Internasional

BATAM, RAKYAT MEDIA-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batam ke 189, Badan Pengusahaan …

Koran Rakyat Media Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Koran Umum Rakyat Media kembali menggelar uji kompetensi wartawan (UKW). Kegiatan UKW ini untuk …