Home / KEPRI / Ratusan Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji Demo, Tuntut Dugaan Korupsi Rp 12,4 Miliar di UMRAH Diungkap
meizu

Ratusan Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji Demo, Tuntut Dugaan Korupsi Rp 12,4 Miliar di UMRAH Diungkap

TANJUNGPINANG, RMNEWS-Ratusan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, Senin (12/2/2018) mengadakan aksi demo di Rektorat Umrah, Dompak-Tanjungpinang.

Mereka menuntut agar kasus dugaan korupsi  pengadaan barang program integrasi sistem informasi senilai Rp. 29 Milliar diduga kuat merugikan negara sebesar Rp.12,4 Milliar yang ada di Umrah agar diusut tuntas. Dugaan korupsi  diduga melibatkan pucuk pimpinan Umrah.

Dalam orasinya para mahasiswa yang dikomandoi oleh Kardoni Fernandez sebagai kordinator aksi menyuarakan tuntutan mereka yang menuntut agar pimpinan Umrah tidak menutupi kasus yang membelit mereka.

Kami menuntut agar kasus dugaan korupsi yang menggurita di Umrah agar dibuka dengan transparan karena kami tidak melihat adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran. Pimpinan Umrah dalam hal ini rektor kami minta untuk mundur saja. Demikian teriakan para mahasiswa dalam orasinya.

Masih Kardoni, kami mengadakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan rektor umrah yang terindikasi terlibat juga dalam kasus ini. Rektor juga cenderung bungkam dalam kasus ini. Wakil Rektor sudah dijadikan tersangka. Ini memalukan sekali, kata  Kardoni.

Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M. Sc hadir dan menemui para mahasiswa dan menawarkan dialog dan pertemuan di lantai 3 rektorat yang langsung ditolak oleh para mahasiswa.

Puluhan aparat kepolisian sempat hadir di lokasi kampus untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan, namun mahasiswa menolak kehadiran mereka. Aparat kepolisian pun bergerak mundur meninggalkan lokasi demo.

“Kampus memiliki otoritas. Kami berdemo melakukan aksi damai di Rektorat kami. Ini tidak bisa diintervensi pihak manapun termasuk aparat kepolisian. Kami tidak menerima kehadiran mereka,” kata orator demo.

Di hari yang sama, Rektor Umrah Prof. Dr.Syafsir Akhlus,M.Sc ketika dikonfirmasi wartawan terkait kasus dugaan korupsi di kampus Umrah Tanjungpinang senilai Rp 29 miliar mengatakan, jika sudah ada ketetapan hukum tetap, ternyata bahwa memang diputuskan ada korupsi baru saya minta maaf.

“Jika ada ketetapan hukum tetap, ternyata bahwa memang diputuskan ada korupsi baru saya minta maaf, tetapi saya bukan meminta maaf kepada penduduk Kepri melainkan rakyat Indonesia. Karena Umrah bukan milik Kepri melainkan Indonesia,” tegas Syafsir.

Akhlus menilai tudingan mahasiswa kepada dirinya tidak tepat dan berdasar. Sebab, mahasiswa menuntut dirinya bertanggung jawab atas kasus korupsi yang menjerat Umrah, padahal dia sendiri tidak tahu apa-apa dalam kasus tersebut. “Tuntutannya tidak jelas. Saya kira, mereka harus memperjelas dulu tuntutannya,” tegasnya.

Akhlus mengatakan, kasus korupsi pengadaan sarana dan prasaran (Sarpras) Program Integritas Sistim Akademik dan Administrasi (PISAA) Umrah menelan dana Rp 29 miliar.

Terkait kasus ini, pihak Pengadilan Negeri bahkan sudah memanggil sejumlah pejabat Umrah yang terlibat menjadi saksi. Dia sendiri pun sedang menunggu panggilan dari pihak JPU untuk memberikan kesaksian.

“Kasus itu saat ini masih berproses di pengadilan. Belum ada keputusan tetap. Sebagai pejabat negara saya akan mempertanggungjawabkan segala tindakan saya jika nanti keputusan pengadilan menyatakan saya bersalah,” jawab Syafsir. **

 

EDITOR : MUHAMMAD IKHSAN

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

ATB Nunggak Pajak Air Rp39,9 Miliar, DPRD Kepri Desak Pemrov Tagih Utang PT. ATB

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Polemik masalah tunggakan pajak PT Adya Tirta Batam (ATB) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau …

Proyek Pengaspalan Jalan Parit Tegak Senilai Rp 1,8 Miliar Asal jadi

KUNDUR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Minimnya pengawasan Konsultan pengawas dan TP4D,membuat para kontraktor leluasa mengerjakan proyek asal jadi. Hal …