Home / KEPRI / Pemkab Natuna Gesa Pembangunan Suak Midai
meizu

Pemkab Natuna Gesa Pembangunan Suak Midai

NATUNA, RAKYAT MEDIA-Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menegaskan, agar pembangunan di Kecamatan Suak Midai bisa segera digesak. Hal ini menimbang kecamatan yang sudah terbentuk itu harus bisa melayani masyarakat dengan baik.
Keinginan pemerintah daerah jelas bisa terealisasi pada tahun 2017 ini. Namun karena ada kendala terkait permasalahan harga tanah yang belum ada kesepakatan membuat pembangunan yang ada tertunda.

“Kita dari pemerintah sebetulnya ingin mempercepat pembangunan yang ada dikecamatan Suak Midai. Namun karena perlu adanya kajian terkait harga tanah harus membuat pembangunan ini harus tertunda,” kata Ngesti saat mengunjungi Kecamatan Suak Midai, kemarin.

Wabup Ngesti melanjutkan, berbagai pembangunan yang sudah terencana tahun 2017 tertunda. Selain kantor Kecamatan Suak Midai, pembangunan embung untuk stok air bersih di Pulau Midai.

Keberatan warga sangat berasalan, karena lahan yang akan dibebaskan adalah lahan produktif, perkebunan kelapa dan perkebunan sagu warga yang sudah berproduksi sejak turun temurun. Masyarakat di pulau Midai, sebagian besar berpenghasilan dari petani kopra dan sagu.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, penafsiran harga tanah di Midai kisaran Rp 30 ribu per meter. Sementara pasaran harga di masyarakat saat ini minimal Rp 100 ribu per meter. Hal ini disebabkan hampir 100 persen lahan di pulau Midai adalah lahan produktif dengan perkebunan kelapa dan sagu.

“Warga sangat keberatan, disatu sisi pemerintah daerah juga mempertimbangkan. Jika hasil penafsiran lembaga independen ini jauh dari harapan masyarakat. Apalagi di Midai lahannya adalah perkebunan kelapa,” ucapnya.

Keberatan warga kata Ngesti, Pemerintah Daerah juga tidak bisa memaksakan. Namun pemerintah daerah akan menggunakan beberapa lembaga independen untuk melakukan penafsiran harga tanah. Sehingga terdapat perbanding harga.

“Rencana pembangunan embung di Midai memerlukan lahan seluas 5 hektare. Dalam perencanaan termasuk disiapkan kawasan penghijauan. Tetapi dengan keberatan warga, pembebasan lahan ditunda. Pemerintah Daerah juga harus menggunakan lebih dari satu tim apresial untuk penafsiran harga tanah. Disatu sisi pembangunan embung sangat penting untuk persedian air di pulau Midai,” jelasnya.

Sementara Camat Suak Midai Idris mejelaskan, ada beberapa pembangunan yang tidak jadi dibangun pada tahun 2017 ini, dan akan di bangun pada tahun 2018 nanti. “Pembangunan yang tertunda yaitu kantor Kecamatan Suak Midai, embung dan lain sebagainya,” paparnya.

Idris berharap dengan kedatangan Bupati dan Wakil Bupati kemarin, pembangunan di Kecamatan Suak Midai bisa secepatnya terlaksana dan tidak sampai tertunda lagi. “Kita hanya bisa berharap pembangunan bisa terselesaikan dan tidak tertunda lagi. Karena dengan adanya kantor Kecamatan pelayanan kepada masyarakat bisa terlaksana dengan baik,” tandasnya.(rm/hk).

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

ATB Nunggak Pajak Air Rp39,9 Miliar, DPRD Kepri Desak Pemrov Tagih Utang PT. ATB

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Polemik masalah tunggakan pajak PT Adya Tirta Batam (ATB) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau …

Proyek Pengaspalan Jalan Parit Tegak Senilai Rp 1,8 Miliar Asal jadi

KUNDUR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Minimnya pengawasan Konsultan pengawas dan TP4D,membuat para kontraktor leluasa mengerjakan proyek asal jadi. Hal …