Home / NASIONAL / HUKUM / Proyek Pelabuhan Senilai Rp200 Miliar Mangkrak di Karimun
meizu

Proyek Pelabuhan Senilai Rp200 Miliar Mangkrak di Karimun

KARIMUN, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Proyek pelabuhan peti kemas Malarko di Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun kembali menjadi sorotan. Pelabuhan yang digadang-gadang menjadi salah satu pelabuhan peti kemas terbesar di Indonesia itu sudah menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar hingga kini tidak jelas nasibnya alias mangkrak.

Bahkan pembangunan pelabuhan itu sudah 10 tahun lebih sejak mulai dibangun pada sekitar tahun 2008 hingga saat ini mangkrak. Kepala Seksi Lalu Lintas Laut (Kasi Lala) Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun, H Mappeati mengatakan pihaknya minta proyek pelabuhan Malarko diaudit khusus sebelum pembangunannya dilanjutkan kembali.

Permintaan audit khusus tersebut sudah disampaikannya ke pihak Inspektorat Jenderal Perhubungan di Jakarta sekitar 3 bulan lalu.“Saat pemaparan di kantor Irjen Perhubungan sekitar 3 bulan lalu, saya sampaikan proyek pelabuhan Malarko itu sebaiknya diaudit khusus dulu kalau mau dilanjutkan,” kata Mappeati kepada wartawan , Jumat (26/10/2018) di Karimun.

Mappeati mengatakan dirinya melihat beberapa hal yang tidak biasa pada proyek pelabuhan Malarko tersebut. Diantaranya pembangunan yang dimulai dari laut. Padahal biasanya pembangunan sebuah pelabuhan dimulai dari darat terlebih dahulu.“Saya baru kali ini melihat pembangunan pelabuhan dimulai dari laut. Biasanya pembangunannya dari darat dulu,” kata Mappeati.

Kedua, dirinya melihat pembangunan terstel (atau jalan dermaga) yang begitu panjang sehingga akan menimbulkan anggaran yang besar.“Terstel Malarko itu saya nilai terlalu panjang. Bentuknya juga tergolong kecil untuk ukuran pelabuhan peti kemas,” ujarnya.

Mappeati mengaku dirinya siap jika aparat penegak hukum memerlukan keterangannya terkait proyek pelabuhan Malarko tersebut.“Silakan, saya siap,” kata Mappeati singkat.

Ketika disinggung dokumen yang dimiliki KSOP, Mappeati mengaku dirinya tidak memiliki banyak dokumen. Hal itu dikarenakan pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proyek tersebut.“Saya sudah tanyakan ke pejabat-pejabat sebelumnya, mereka bilang tidak ada karena kita tidak pernah dilibatkan sama sekali,” terang Mappeati.

Proyek pelabuhan Malarko sempat diputuskan dihentikan oleh Irjen Perhubungan pada tahun 2015 dan sampai sekarang keputusan itu belum dicabut.“Sampai sekarang keputusan itu belum dicabut,” terang Mappeati.

Editor : Mawardi

 

Check Also

BP Batam Gelar Event Festival Budaya 2018 Berskala Internasional

BATAM, RAKYAT MEDIA-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batam ke 189, Badan Pengusahaan …

Koran Rakyat Media Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Koran Umum Rakyat Media kembali menggelar uji kompetensi wartawan (UKW). Kegiatan UKW ini untuk …