Home / KEPRI / BINTAN / Pengelola Bintan Agro Kerjakan Puluhan Tenaga Asing Ilegal, Aparat Berwenang Tak Mampu Bertindak?
meizu

Pengelola Bintan Agro Kerjakan Puluhan Tenaga Asing Ilegal, Aparat Berwenang Tak Mampu Bertindak?

BINTAN, RMNEWS.CO.ID-Meski kunjungan wisatawan manca negara (wisman) asal Tiongkok ke Tanjungpinang dan pulau Bintan setiap bulan meningkat dan sehingga sektor industri pariwisata di Pulau Bintan kembali bisa bergairah. Namun efek yang dirasakan masyarakat setempat dari ramainya kunjungan wisatawan tersebut dinilai belum memberikan dampak positif bagi warga sekitar Pulau Bintan terutama di sektor tenaga kerja.

Pasalnya, pengusaha yang bergerak dibidang perhotelan di kawasan pariwisata Pulau Bintan ini dalam merekrut tenaga kerja terkesan ada diskriminasi dimana puluhan masyarakat di daerah ini yang mencari nafkah sebagai pemandu wisata lokal (tour guide) mengeluh akibat pekerjaan mereka diserobot warga negara asing (WNA) yang bekerja secara ilegal sebagai tour guide di daerah mereka.

“Diperkirakan ada 70 orang tour leader atau pemandu wisata yang ditunjuk oleh agen travel asal negara Tiongkok yang ikut dalam rombongan turis tersebut, tidak kembali lagi ke negaranya. Mereka saat ini bekerja sebagai tour guide ilegal di perusahaan yang dikelola Bintan Agro Resort. Sementara ada 30 orang tuor guide lokal yang selama ini mencari nafkah menjadi pemandu wisata di kawasan Pulau Bintan mulai tersingkir dan tidak mendapat tamu,”kata salah seorang tour guide lokal kepada media ini di Bintan.

Sumber itu mengungkap, pihak berwenang khususnya instansi Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan terkesan tutup mata dan tak mampu bertindak tegas terkait adanya pengusaha pengelola Bintan Agro resort di kawasan wisata pulau Bintan, yang disinyalir mempekerjakan puluhan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok sebagai pemandu wisata (tour guide) ilegal di kawasan wisata Bintan.

Para WNA asal Tingkok tersebut, awalnya masuk ke Bintan sebagai pemandu wisata (tour leader) bersama turis Tiongkok yang datang ke Bintan. Namun, setelah sampai di Bintan tour leader tersebut tidak ikut kembali pulang ke negaranya bersama rombongan turis tersebut. Mereka, oleh pengelola Bintan Argo yang juga sebagai agen perjalanan wisatawan asal Tiongkok  justru dikerjakan sebagai pemandu wisata (tour guide) di kawasan wisata pulau Bintan.

Hingga saat ini para warga asing tersebut ditempatkan di sejumlah mes yang telah disediakan oleh manajemen Bintan Agro Resort. Mereka berbaur dengan masyarakat setempat, para pekerja asal Tiongkok tersebut ada yang mengaku dulunya masyarakat Bintan, merantau ke Tiongkok, karena Bintan sudah ramai, mereka kembali lagi ke daerah asalnya. Padahal, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, ungkap sumber yang minta tidak ditulis namanya dalam berita ini.

Dengan adanya tour leader asing tersebut di bawah naungan pengelola Bintan Agro Hotel, membuat  puluhan guide lokal atau pemandu wisata di Bintan, mengeluh dan mempertanyakan keberadaan puluhan WNA yang bekerja sebagai pemandu wisata. Sebab, masuknya pemandu wisata asing bukan tidak mungkin keberadaan mereka sebagai pemandu wisata lokal terancam bakal tersingkir karena turis Tiongkok lebih memilih pemandu asing karena menguasai bahasa china.

Sebagaimana yang diberitakan Koran Umum Rakyat Media edisi-236 Sabtu 2-8 Juni 2018, yang menyoroti Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal di Bintan, dengan judul “ Puluhan WNA asal China jadi guide ilegal di Bintan”. Membuat manajemen Bintan Agro Hotel kasak kusuk dan bahkan memberikan keterangan yang memutar balikan keadaan sebenarnya di salah satu media harian.

Informasi yang diterima koran Umum Rakyat Media dari sumber yang layak dipercaya mengungkapkan, tak hanya Tenaga Kerja Asing (WNA) asal Tingkok yang sebelumnya hanya sebagai tour leader atau pemandu wisatawan kemudian bekerja sebagai tour guide di Bintan. Pihak pengelola Bintan Agro Hotel yang menggunakan bendera Onthes disebut sebut menggunakan pekerja asing di perusahaan tambak ikan yang mereka bangun di Kabupaten Bintan.

“Unit usaha Bintan Agro di kawasan wisata Pulau Bintan, tidak hanya mengelola Hotel dan sebagai agen turis asal Tiongkok saja. Perusahaan ini juga ada membangun tambak ikan dan membangun restoran di sekitar kawasan wisata Pulau Bintan, sebagian para pekerjanya juga kabarnya menggunakan tenaga asing asal Tiongkok. Diduga perusahaan tersebut tak hanya sebagai agen wisatawan, tapi disebut sebut memasukan tenaga asing ke Indonesia dengan berkedok sebagai turis Tiongkok,”ungkap sumber yang minta tidak ditulis namanya dalam berita ini.

Lebih lanjut sumber itu menyebutkan, di Bintan Agus pengelola Bintan Agro kabarnya memiliki tiga usaha perhotelan diantaranya Bintan Agro Beach Resort, Bintan Pearl Beach Resort dan Sahid Bintan Beach Resort. Ketiga hotel bintang lima ini disewa oleh Agus,  5 sampai 10 tahun. Selain itu, Agus yang menjadi bos besar,  juga telah membeli tiga unit kapal ferry bernama Marina untuk mengangkut turis dari pelabuhan Trikora ke pulau Mapur sekitarnya,ungkap sumber.

Masih kata sumber, para pekerja asing tersebut ditempatkan disebuah Mes yaitu Apartemen Lohas di Gesek dan ada juga tinggal di restoran Kemang di Kawal. Para ppekerja asing Tiongkok sebagai guide ini sengaja didatangkan ke Bintan tujuannya untuk menyingkirkan guide lokal,”Guide lokal dianggap kurang menguasai bahasa cina, maka untuk pelayanan dan kecamanan turis Tiongkok mereka menggunakan guide asing karena lebih menguasai bahasa China.kata sumber itu.

Oleh sebab itu, keberadaan guide lokal terancam tersingkir dengan masuknya WNA yang menjadi pemandu wisata ilegal  di daerah mereka, terlebih mereka yang melayani tamu khusus asal China. Kerugian materiil jelas sangat mereka rasakan akibat pekerjaan yang sudah mereka geluti bertahun tahun diserobot oleh orang  Asing.“ Para pekerja asing tersebut dilindungi pengelola Bintan Agro maka mereka berani bekerja di sini,” ujar sumber itu lagi.

Bahkan, disebut sebut semua aparat sudah diatur dan ditutup mulutnya oleh pengelola Bintan Agro. Bahkan aparat keamanan yang digaji negara digunakan untuk back up pekerja ilegal tersebut. Herman salah seorang guide lokal  yang membocorkan kasus tersebut dan memberikan 24 foto guide asing ilegal kepada pihak lain justru dipecat dan diuber uber,”Saat ini Herman guide lokal tersebut melarikan diri ketakutan,”kata sumber.

Salah satu sopir bus pariwisata di kawasan wisata Lagoi Bintan ketika diwawancai media ini menuturkan, banyaknya warga asing yang bekerja sebagai guide di daerah ini sudah terjadi sejak lama. Untuk itu pemerintah perlu segera turun tangan untuk menertibkannya termasuk kepada pengusaha yang melindunginya,

”Guide asing banyak menimbulkan permasalahan mereka mengambil porsi pekerjaan masyarakat setempat, padahal itu lahan mencari makan masyarakat disini, mereka itu anak tempatan,”ujarnya. Sembari mmengakatan mohon nama saya jangan ditulis karena saya mencari makan disini,” ujar sopir bus pariwisata itu.

Resident Manager Bintan Agro Resort Liu Eu Fung, ketika dikonfirmasi koran Rakyat Media Kamis (7/6/2018) di Tanjungpinang, membantah tudingan pihaknya mempekerjakan tenaga kerja asing sebagai pemandu wisata diperusahaannya.”Informasi itu tidak benar, informasi yang disampaikan saudara Herman kepada wartawan tidak betul, yang bersangkutan sebelumnya pernah bekerja sebagai pemandu wisata lokal. Namun, diberhentikan karena agen turis dari asal Tiongkok tidak menerima yang bersangkutan,”kata Eu Fung

Lebih lanjut Eu Fung  Menjelaskan, untuk meyakinkan wisatawan asal Tiongkok datang ke Bintan tidak mudah, pihaknya melakukan berbagai upaya termasuk Bupati Bintan Apri Sujadi, ikut meyakinkan agen di Tiongkok agar mereka mau masuk ke Bintan,”Pak Bupati Bintan Apri Sujadi, bersama bos pak Agus langsung pergi Tiongkok untuk mencari tamu di agen perjalanan di Tiongkok.

“Untuk meyakinkan para turis dari Tiongkok sangat sulit, kita berikan jaminan  dan meyakinkan mereka supaya mau datang ke Bintan. Kami yakinkan mereka jika sampai di Bintan, kami sudah siapkan polisi untuk mengawal mereka, di laut kami siapkan aparat keamanan, kami minta bantu dari aparat AL,”kata Ea Fung.

Pria asal Singkawang, Kalimantan Barat menjelaskan, sebelumnya Bintan Agro Resort mendatangkan wisatawan asal Tiongkok ke Bintan bekerjasama dengan agen travel Tiongkok Iwanta dari Bali. Namun belakangan ini sudah tidak lagi, dan pihaknya bekerjasama dengan agen travel wisata Tiongkok yang lain.

”Mereka dari negaranya memang ada membawa tour leader travel untuk melayani mereka sampai ke Bintan, umumnya tour leader yang akan mengikuti rombongan wisata tersebut ditunjuk agen travel dari Tiongkok untuk memandu mereka disini, tidak ada dari kita,”ujar Ea Fung.

Ea Fung menambahkan, upaya untuk mendatangkan kunjungan wisata ke Bintan tidak mudah. Pemerindah daerah kabupaten Bintan khususnya Bupati Bintan cukup banyak mensupport,”Pak Bupati yang paling banyak mensupport kita, agen besar Wanta masuk sebulan lebih kemudian mundur, jadi saya sekarang tarik agen, kerja saya sistem volume, saya beli satu kepala, saya untung dikit tapi turis saya tiap hari datang ribuan orang. Setiap datang anak buah saya ada kerja, saya bukan ngomong satu China mau saya gandeng semua. Saya mau buat setiap sudut ada agen saya, tujuan mau bantu warga lokal bisa bekerja, kata Afung.

Ea Fung juga banyak menceritakan, sepek terjang mereka dalam mengelola perjalanan wisatawan asal Tiongkok,”Untuk memberikan pelayanan kepada para turis, semua aparat sudah diatur untuk memberikan keamanan, termasuk menyediakan pemandu yang bisa berbahasa china dengan pasih,’tegas Ea Fung.

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Irjen Pol Andap Budhi Revianto Kapolda Kepri yang Baru

BATAM, RAKYAT MEDIA-Irjen Pol Andap Budhi Revianto, S.I.K bakal segera menggantikan Irjen Pol Didid Widjanardi …

Proyek Semenisasi Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam Dikerjakan Asal Jadi

BATAM, RAKYATmediapers.co.id-Aroma adanya permainan kongkalikong terkait pelaksanaan proyek pada tahun 2018 di Dinas Perumahan Rakyat, …