Home / KEPRI / BINTAN / Pengusaha Agro Hotel Bintan Berinisial “L” Kerjakan WNA Tiongkok Jadi Guide Ilegal di Bintan
meizu

Pengusaha Agro Hotel Bintan Berinisial “L” Kerjakan WNA Tiongkok Jadi Guide Ilegal di Bintan

BINTAN, RMNEWS.CO.ID-Pemberitaan Koran Umum Rakyat Media edisi-236 Sabtu 2-8 Juni 2018, yang menyoroti Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal di Bintan, dengan judul “ Puluhan WNA asal China jadi guide ilegal di Bintan” akhirnya menjadi perhatian publik. Pasalnya, terungkapnya kasus puluhan TKA ilegal tersebut, tak hanya membuat sang pengusaha yang melindungi TKA ilegal kasak kusuk mencari wartawan yang membuat berita tersebut.

Petugas Imigrasi Tanjunguban Minggu (3/6/2018) sebagai pihak yang berwenang mengawasi keberadaan orang asing di daerah tersebut juga kabarnya telah menangkap salah seorang WNA asal Tiongkok bernama Bruce, yang diduga bekerja sebagai guide ilegal di Pelabuhan Lagoi. Sayangnya, tidakan tegas yang dilakukan Imigrasi hanya sebatas tangkap lepas, tak lama setelah ditangkap kemudian WNA itu dilepas setelah pengusaha Agro Hotel disebut sebut menelpon Kepala Imigrasi.

Informasi yang diterima RMNews.co.id dari sumber yang layak dipercaya mengungkapkan, sedikitnya ada 70 orang Tenaga Kerja Asing (WNA) asal China yang sebelumnya hanya sebagai tour leader atau pemandu wisatawan yang dibawa dari Tiongkok. Namun setelah berada di Bintan, tour leader tidak ikut kembali pulang ke negaranya bersama wisatawan tersebut, melainkan mereka tetap tinggal di Bintan dan bekerja sebagai pemandu wisata (tour guide) dibawah naungan perusahaan Agro Hotel.

Akibat masuknya  WNA asal China bekerja secara ilegal sebagai pemadu wisata, sebanyak 30 orang guide lokal yang juga bekerja di bawah naungan pengusaha L mulai resah dan mengeluh karena pekerjaan mereka diserobot oleh warga asing.”Bisa dilihat setiap bus pariwisata yang membawa turis asing asal China, di dalam bus tetap ada satu orang guide asing dan satu orang guide lokal. Bahkan gaji guide asing dan lokal juga jauh berbeda, gaji mereka bisa mencapai ratusan juta sebulan, sementara guide loka hanya jutaan rupiah,”ungkap sumber yang minta tidak ditulis namanya dalam berita ini.

Lebih lanjut sumber itu menyebutkan, di Bintan WNA asal Tiongkok yang berprofesi sebagai guide ilegal ini disebut sebut bekerja pada pengusaha asal Tiongkok berinisial L yang bergerak dibidang perhotelan.  Di kawasan wisata Bintan, L kabarnya memiliki tiga usaha perhotelan diantaranya Bintan Agro Beach Resort, Bintan Pearl Beach Resort dan Sahid Bintan Beach Resort. Ketiga hotel bintang lima ini disewa oleh L,  5 sampai 10 tahun. Selain itu, L juga telah membeli tiga unit kapal ferry bernama Marina untuk mengangkut turis dari pelabuhan Trikora ke pulau Mapur sekitarnya. L juga saat ini sedang membangun restoran di kemang kemang,ungkap sumber.

Sumber media ini menjelaskan, di Bintan para guide asing ilegal ini ditempatkan disebuah Mes yaitu Apartemen Lohas di Gesek dan ada juga tinggal di restoran Kemang di Kawal. Para guide asing asal Tiongkok tersebut kabarnya sengaja didatangkan oleh pengusaha L  ke Bintan, tujuannya untuk menyingkirkan guide lokal,”Guide lokal dianggap kurang menguasai bahasa cina, maka untuk memandu turis yang datang dari Tiongkok pengusaha L lebih suka menggunakan guide asing karena lebih menguasai bahasa China. Pedahal guide asing bisa mengetahui seluk beluk Bintan, karena belajar dari guide lokal,”kata sumber itu.

Masih kata sumber, dengan masuknya WNA yang menjadi pemandu wisata ilegal  di daerah mereka dirasakan sangat mengganggu guide lokal, terlebih mereka yang melayani tamu khusus asal China. Kerugian materiil jelas sangat mereka rasakan akibat pekerjaan yang sudah mereka geluti bertahun tahun diserobot oleh orang  Asing.“Diduga mereka itu dilindungi oleh pengusaha L makanya mereka berani bekerja di sini, petugas imigrasi dan dinas pariwisata Pemkab Bintan juga tak mempu berbuat banyak,” ujar sumber itu lagi.

Bahkan, disebut sebut pengusaha L memperalat petugas imigrasi untuk mengancam guide lokal agar tutup mulut. Herman salah seorang guide lokal yang membocorkan kasus tersebut dan memberikan 24 foto guide asing ilegal kepada pihak lain justru dipecat dan diuber uber,”Sekarang ini Herman guide lokal tersebut sudah dipecat, bahkan menghilang karena takut dengan pengusaha tersebut”kata sumber.

Salah satu sopir bus pariwisata di kawasan wisata Lagoi Bintan ketika diwawancai media ini menuturkan, banyaknya warga asing yang bekerja sebagai guide di daerah ini sudah terjadi sejak lama. Untuk itu pemerintah perlu segera turun tangan untuk menertibkannya termasuk kepada pengusaha yang melindunginya,” Guide asing banyak menimbulkan permasalahan mereka mengambil porsi pekerjaan masyarakat setempat, padahal itu lahan mencari makan masyarakat disini, mereka itu anak tempatan,”ujarnya. Sembari mmengakatan mohon nama saya jangan ditulis karena saya mencari makan disini,” ujar sopir bus pariwisata itu.

Pihak berwenang terutama kantor Imigrasi Tanjunguban dan Dinas Pariwisata kabupaten Bintan, terkesan tutup mata terkait bebasnya para pekarja asing yang berprofesi sebagai pemandu wisata secara ilegal di kawasan wisata Pulau Bintan. Hingga berita ini dimuat manajemen Agro Hotel yang disebut sebut mempekerjakan TKA ilegal sebagai pemandu wisata di Bintan belum berhasil di konfirmasi. Terkait bebasnya tenaga asing yang bekerja secara ilegal di kawasan wisata Pulau Bintan,  masyarakat setempat mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri untuk menertibkan TKA ilegal tersebut.**

Editor : Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Irjen Pol Andap Budhi Revianto Kapolda Kepri yang Baru

BATAM, RAKYAT MEDIA-Irjen Pol Andap Budhi Revianto, S.I.K bakal segera menggantikan Irjen Pol Didid Widjanardi …

Proyek Semenisasi Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam Dikerjakan Asal Jadi

BATAM, RAKYATmediapers.co.id-Aroma adanya permainan kongkalikong terkait pelaksanaan proyek pada tahun 2018 di Dinas Perumahan Rakyat, …