Home / KEPRI / BINTAN / Puluhan WNA Asal China Bekerja Sebagai Guide Secara Ilegal di Bintan
meizu

Puluhan WNA Asal China Bekerja Sebagai Guide Secara Ilegal di Bintan

BINTAN, RMNEWS.CO.ID-Pemerintah khususnya instansi Imigrasi diminta menindak tegas tenaga kerja asing asal China (Tiongkok)  ilegal terutama di sektor pariwisata yang banyak bergentayangan bekerja sebagai tour guide pemandu wisata berkedok turis di daerah wisata Pulau Bintan.

Informasi yang diterima RMNews.co.id dari berbagai sumber mengungkapkan, saat ini ada sekitar 70 orang Tenaga Kerja Asing (WNA) asal China yang masuk ke Indonesia sebagai tour leader  wisatawan akhirnya bekerja sebagai pemandu wisata (tour guide) di daerah wisata Pulau Bintan. Maraknya warga asing yang bekerja sebagai guide pemandu wisatawan ini sudah berlangsung cukup lama.

Dengan masuknya pemandu wisata asing (tour guide asing), tidak sedikit para pekerja lokal yang menjadi guide turis di Bintan tersingkir.”Bisa diperhatikan di setiap bus wisata yang membawa turis asing baik ke Tanjungpinang maupun di daerah wisata Bintan, setiap bus ada satu sampai dua orang guide asing, sedangkan guide loka hanya formalitas saja, itu hanya untuk mengelabui petugas saja,”ungkap sumber yang minta tidak ditulis namanya dalam berita ini.

Pihak Imigrasi Tanjunguban dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan terkesan tutup mata, padahal keberadaan para guide asing ilegal yang bekerja sebagai pemandu wisata di daerah wisata Lagoi Bintan tersebut, keberadaan mereka jelas melanggar aturan keimigrasian,”Kalau dibiarkan jumlah ini akan bertambah, keberadaan mereka sudah sangat mengganggu para pekerja lokal yang mencari nafkah sebagai pemandu wisata di Bintan, mereka tak bisa berbuat banyak, karena dari mulai Kepala desa hingga camat hingga Pemerintah daerah terkesan tutup mata,”kata sumber tersebut.

Lebih lanjut sumber itu menjelaskan, WNA yang menjadi pemandu wisata ilegal sangat mengganggu, terlebih mereka yang melayani tamu khusus asal China. Kerugian materiil jelas dirasakan karena sebagai pemandu wisata lokal justru tersingkir dan tidak mendapat tamu akibat sudah diserobot oleh pemandu Asing ilegal.“Ini merupakan tantangan pihak Imigrasi dan Dinas Pariwisata untuk mengatasi permasalahan turis asing yang bekerja secara ilegal di Bintan. Saya menduga ada yang backup untuk memproteksi mereka makanya mereka berani bekerja di sini,” ujar sumber itu lagi.

Bahkan, salah seorang guide lokal Herman Guo yang membocorkan kasus tersebut kepada wartawan justru dipecat dan diuber uber,”Sekarang ini guide lokal tersebut sudah dipecat dan dicari oleh oknum aparat yang menjadi beking. Bahkan gaji guide asing ilgal itu dalam satu bulan bisa mencapai Rp 100 juta. Semenatar guide lokal hanya jutaan saja,”kata sumber.

Salah satu sopir bus pariwisata yang mangkal di kawasan wisata Lagoi Bintan menuturkan, banyaknya warga asing yang bekerja sebagai guide di daerah ini sudah terjadi sejak lama. Untuk itu pemerintah perlu segera turun tangan untuk menertibkannya termasuk kepada pengusaha yang melindunginya.

Ia mengakui sulit membuktikan kerja ilegal warga negara asing tersebut karena ada yang melindunginya di Kabupaten Bintan, paling sedikit pengusaha Biro Perjalanan Wisata yang menerima limpahan turis asing yang diterbangkan dari negaranya ke daerah ini.

Meski jumlah kunjungan turis asing ke Bintan dari tahun ke tahun terus meningkat mencapai 10 ribu orang, namun tidak selalu memberikan dampak positif terhadap masyarakat maupun pemasukan bagi Pemerintah Kabupaten Bintan. Karena para turis asing khususnya dari China hanya satu sampai dua hari saja berada di Kepri, tujuan mereka sebenarnya adalah ke Singapura dan Johor Malaysia.

“Para wisatawan tersebut lebih lama berada di Singapura dan Malaysia, mereka di Bintan atau di Batam hanya satu sampai dua hari saja. Jadi mereka membelanjakan uangnya lebih banyak di Singapura dan Malaysia, kalau di Bintan apa yang mereka belanjakan tidak ada apa apanya. Mereka datang dari negaranya Tiongkok masuk ke Indonesia karena melalui Indonesia biaya murah. Setelah dari Singapura dan Johor Malaysia mereka masuk lagi ke Indonesia, jadi wisatawan yang masuk ke Bintan  itu orangnya itu itu juga,”kata sumber itu

Selain itu, tambahnya, justru menimbulkan permasalahan dengan mengambil porsi pekerjaan masyarakat setempat,”Tapi mohon nama saya jangan ditulis karena saya mencari makan disini,” ujar sopir bus pariwisata itu.

Kepala Imigrasi Tanjunguban Indra, yang coba untuk dikonfirmasi belum lama ini di kantornya Tanjungubang terkait merajalilanya turis asing yang bekerja sebagai pemadu wisata guide ilegal di daerah wisata Kabupaten Bintan, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi. Demikian juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman, saat dikonfirmasi melalui ponselnya dua hari lalu mantan Kabag Humas Pemkab Bintan itu tak bersedia mengangkat hp, begitu juga ketika dikonfirmasi melalui sms tidak dibalas.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kepri Drs. Bambang Widodo, sebagai instansi yang membawahi kantor Imigrasi ketika dikonfirmasi terkait maraknya turis asing asal China yang bekerja sebagai tour guide secara ilegal di daerah wisata kabupaten Bintan, berjanji akan memerintahkan Kepala Divisi Imigrasi untuk melakukan penindakan jika hal tersebut benar.

Bambang mengaku, pihaknya pernah mengikuti secara tertutup memang guide nya berbahasa China, tapi orang Indonesia. Persoalannya lanjut Bambang, apakah guide kita bisa nggak berbahasa China?. Memang dalam paket tour tersebut ada yang membawa guide sendiri, seperti kita pergi ke luar negeri, kita bawa guide sendiri.

”Sekarang petugas imigrasi di lapangan serba bingung, karena Imigrasi dibatasi kewenangannya, arahan Dirjen Imigrasi untuk pemeriksaan orang asing yang melakukan pelanggaran diserahkan kepada Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Terkecuali dokumen perjalanan atau izin tinggal mereka bermasalah. Jadi persoalannya disini, kasihan petugas di lapangan mereka bingung kewenangannya dibatasi,”ujar Bambang.*

Editor : Muhammad Ikhsan

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Irjen Pol Andap Budhi Revianto Kapolda Kepri yang Baru

BATAM, RAKYAT MEDIA-Irjen Pol Andap Budhi Revianto, S.I.K bakal segera menggantikan Irjen Pol Didid Widjanardi …

Proyek Semenisasi Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam Dikerjakan Asal Jadi

BATAM, RAKYATmediapers.co.id-Aroma adanya permainan kongkalikong terkait pelaksanaan proyek pada tahun 2018 di Dinas Perumahan Rakyat, …