Home / KEPRI / BATAM / Pemohon Paspor Ngeluh, Imigrasi Batasi Kouta Pemohon
meizu

Pemohon Paspor Ngeluh, Imigrasi Batasi Kouta Pemohon

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Keluhan pemohon terkait pelayanan public di kantor Kelas I Khusus Batam tak ada henti-hentinya. Berbagai upaya dan system yang dibuat  instansi ini kesannya tetap saja mempersulit pemohon paspor. Untuk menghindari antrean panjang pihak Imigrasi membuat WhatsApp. Ternyata WhatsApp yang dibuat juga sulit masuk meski sudah dilakukan berulang-ualang.

Kemudian Imigrasi membuat system baru pendaftaran pembuatan paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP). Namun program baru ini juga sulit untuk diakses pemohon karena kuotanya dibatasi. Meski pemohon sudah antri ditempat tersebut sejak pada pukul 06.00 WIB pagi

Seperti kejadian satu hari menjelang tahun 2019 atau Senin (31/12/2018), Mal Pelayanan Publik (MPP) terlihat ramai pemohon paspor, terutama di tempat pelayanan Imigrasi. Bahkan sekitar pukul 06.00 WIB pada (31/12/2018) sudah dipenuhi masyarakat pemohon paspor.

“Saya sudah dari jam lima di sini, ada juga bapak ini yang dari malam lagi, malah tidur di sini,” kata Ama alias Setie, salah satu warga yang mengantri untuk memperpanjang paspor. Beberapa pendaftar di kantor Imigrasi, sibuk mencatatkan namanya ke satu orang, karena jumlah kuotanya dibatasi.

Sempat terjadi cekcok antara calon pembuat paspor dengan petugas, mengenai daftar nama yang sudah mengantri terlebih dulu.”Tidak bisa kayak gini, kenapa nggak dibuatnya dari jam 12 malam aja kalau emang disuruh ngantri kayak gitu. Gimana ini,” ujar seorang wanita berambut panjang ini.

Para pendaftar yang sudah datang terlebih dahulu dan masuk ke nomor urut list pendaftar, terlihat berkumpul di depan dua mesin untuk input data. Ada pula calon pendaftar yang meminta bantuan ke pendaftar lain untuk dibantu input datanya.”Ini kayak gimana, satu orang ada yang dua, tiga, empat paspor yang diurus. Gak ngerti lagi saya,” ujar seorang lelaki separuh baya yang menggunakan jaket hitam.

Namun menanggapi kritik warga terkait sistem pendaftaran pembuatan paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP) terkesan yang mempersulit pemohon, Kepala Imigrasi Kelas I khusus Batam Lucky Agung Binarto, mengaku mesin tempat permohonan paspor tersebut masih tahap uji coba.”Di MPP itu kuota terbatas tetapi sering over load. Ini kami masih dalam tahap uji coba. Di MPP itu program baru, jadi lagi masa uji coba,”ujarnya kepada wartawan.

Lucky menambahkan, ada rencana pihaknya akan mengganti sistem point zero. Jadi tengah dalam masa try out atau uji coba, oleh karena itu membutuhkan waktu untuk penyesuaian.”Karena tengah uji coba jadi kami akan evaluasi lagi. Makanya alat di sana cuman dua, jadi kami membutuhkan kritikan agar yang di MPP bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Lucky juga menambahkan bahwa ke depan pelayanan Imigrasi yang ada di MPP akan menggunakan sistem antrian WhatsApp (WA) juga. Karena dengan sistem walk in ini rawan terhadap calo-calo yang ada.

Editor : Renhar/Rendi

 

Check Also

Gara-Gara Mobil yang Ditangkap Dipakai Oknum Dishub : Ratusan Drever Teksi Online Unjukrasa di Kantor Polresta Barelang

BATAM, RAKYAT MEDIAPERS.CO.ID-Patusan supir taksi online Batam berunjukrasa ke Kantor Polresta Barengkang, pasalnya salah satu …

Bea Cukai Batam Akomudir Wartawan Abal-Abal Liput Kunjungan Menteri

BATUAMPAR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Sejumlah wartawan di Kota Batam kecewa dengan sikap petugas Bea Cukai Batam yang bertindak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *