Home / KEPRI / BATAM / Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo : Optimis 2019 Pertumbuhan Ekonomi Batam Capai 7 Persen
meizu

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo : Optimis 2019 Pertumbuhan Ekonomi Batam Capai 7 Persen

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.IDKepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, optomis tahun 2019 ekonomi Batam tumbuh 7 persen. Oleh karena itu, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut berbagai terobosan terus dilakukan,”Tahun 2019 mendatang BP Batam menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7 persen. Untuk menunjang tercapainya pertumbuhan ekonomi tersebut, kita harus bekerja keras dan melakukan berbagai upaya perbaikan maupun terobosan, terutama mempermudah berbagai perizinan untuk menarik investasi.” kata Lukita Dinarsyah Tuwo, ketika ditemui Pemimpin Redaksi Koran Rakyat Media, Maward,  belum lama ini diruang kerjanya.

Dijelaskannya, terutama terobosan yang dilakukan adalah sektor pariwisata sehingga jumlah kunjungan wisatawan ke Batam meningkat, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan sektor perhotelan dan restoran. Disamping itu melakukan langkah-langkah strategis lainnya.”Intinya terobosan dan upaya yang kita lakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi ke arah yang positif,”jelas Lukita Dinarsyah Tuwo.

Lebih lanjut Lukita mmenerangkan, pihaknya juga membuat berbagai acara, event maupun diskusi lintas instansi baik ekonomi, pariwisata, sektor industri, UMKM, Asosiasi, dan instansi pemerintah, tujuannya untuk menampung masukan dari pelaku ekonomi di berbagai sektor, sehingga langakah-langkah strategis untuk membangun ekonomi Batam bisa tercapai,”Kita ingin mendengarkan masukan dari pelaku ekonomi di Batam, sehingga perbaikan di berbagai sektor bisa kita lakukan, maka dengan demikian, kita harapkan target pertumbuhan ekonomi Batam 7 persen pada tahun 2019 mendatang bisa tercapai,” terangnya.

Saat ini, kata dia, pertumbuhan ekonomi Batam sudah mencapai 4,47 persen, angka tersebut dinilai cukup menjadi kabar baik jika dibandingkan tahun sebelumnya. Angka yang didapat dalam sebelas bulan pertama 2018 ini, menimbulkan optimisme kalau pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2018 ini bisa mencapai target lima persen.

Lukita, yang didampingi Direktur Humas BP Batam Budi. S, menuturkan, sejak dilantik 19 Oktober tahun lalu, selain pariwisata, ia juga fokus menarik investasi di sektor infrastruktur, e-commerce. Tak hanya itu, belum lama ini pihaknya mengirim sebanyak 20 pegawai BP Batam ke China untuk mempelajari bagaimana sebuah kawasan industri bekerja.“Batam ini beranda terdepan bagian barat, kami akan tunjukan pada dunia bahwa Indonesia maju dan sejahtera,”tutur dia.

Ia ingin Batam nantinya menjadi pintu gerbang Indonesia terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta. Dengan begitu, ekonomi Batam maju dan menjadi kota modern.“Banyak kemajuan yang luar biasa. Tentu kita mendorong Batam menjadi pintu gerbang ketiga selain Bali dan Jakarta. Untuk mengangkat Batam menjadi maju dan berkembang pesat, memang banyak tantangan dan kritikan seperti beberapa event yang diselenggarakan BP Batam. Seperti  Nyanyian Batam untuk negeri. Menurut Lukita, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Bahkan gaung acara itu tidak hanya di Kepri saja, tetapi sampai ke luar daerah dan Jakarta.

 

Selain itu, dari sejumlah event yang diselenggarakan itu berhasil mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, event International Culture Canaval, kegiatan tahunan Marathon, event tersebut sukses menarik perhatian wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

“Kegiatan itu bisa menggerakan ekonomi Batam dengan cepat, selain mendorong investasi, kami juga melakukan upaya lain, jika ekonomi berputar tentu ada multiplayer efek domino dari hasil kerja tersebut. Multiplayer efek itu bisa datang dari konsumsi yang diambil masyarakat dari dalam negeri atau dari luar negeri. Untuk pariwisata sejak awal kami melihat pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2017 kurang dari 2 persen. Maka yang bisa menggerakan potensi secara instan dan langsung mempunyai efek adalah event, apakah event pariwisata atau event lainnya,”ujar Lukita.

Masih kata Lukita, pihaknya melihat potensi pariwisata yang dimiliki Batam selama ini belum ada peningkatan, meskipun setiap hari Minggu wisatawan mancanegera dari Singapura ada yang datang ke Batam. Tapi perlu ada dorongan lain, pada tahun 2017 jumlah wisatawan asing ke Kepri masih dibawah 200 ribu per/bulan. Sementara potensi pariwisata yang dimiliki Batam sangat besar, dimana posisinya yang bertetangga langsung dengan negara Singapura dan Malaysia menjadikan Batam daerah tujuan wisata di kawasan Asia Tenggara. Secara nasional, Batam Provinsi Kepulauan Riau sudah menjadi pintu masuk terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta.

“Bukan hanya menyasar wisatawan mancanegara, BP Batam juga akan menjadikan Batam sebagai opsi destinasi wisata turis domestik, selain itu Batam punya kemampuan fasilitas. Bandara Hang Nadim Batam, terdapat fasilitas perawatan pesawat yakni MRO Lion. BP Batam ingin memanfaatkan fasilitas tersebut dengan maksimal, sehingga nantinya pesawat-pesawat besar milik perusahaan penerbangan di Indonesia bahkan di kawasan Asia bisa menggunakan fasilitas tersebut,”ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya terus berupaya menggaet investor melalui berbagai program unggulan yaitu mempermudan pemberian berbagai perizinan, khususnya bagi calon investor yang berorientasi dalam bidang ekspor.“Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Batam tapi juga di Kepri,” kata dia.

Selain itu, Industri pengolahan juga memegang andil pertumbuhan ekonomi sebesar 1,65 persen. Lukita menyebutkan, statistik tersebut sesuai dengan target BP Batam dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan target 4,5 persen. Ia pun berharap tren peningkatan tersebut dapat berlanjut.“Kepri tidak lagi berada pada urutan kedua terakhir untuk pertumbuhan Ekonomi. Kepri sudah berada posisi 29 dari seluruh provinsi di Indonesia. Ia optimis dalam dua tahun kepimpinannya, pertumbuhan ekonomi Kepri bisa tumbuh 7 persen,”tuturnya.

Berbicara soal anggaran, Lukita menjelaskan, setiap penyelenggaraan sejumlah event anggaran yang dikeluarkan BP Batam hanya 25 persen. Begitu juga dengan kegiatan tahunan Marathon yang disponsori oleh pengusaha, perbankan dan perhotelan. Jadi kami tidak menghambur-hamburkan dana. Kami memanfaatkan potensi yang ada,”Event, ‘Batam Menari’, pada April lalu, ada 8 pengusaha yang menjadi sponsor dalam kegiatan tersebut. Kelapan sponsor tersebut berasal dari Jakarta dan 140 pengusah Batam yang juga ikut jadi sponsor,” jelasnya.

Batam Menari, kata dia, selain sponsor dari ibukota, Jakarta ada juga dari Bandung serta perusahan Airlines.”Pesertanya mencapai 19 ribu orang, sudah melebihi target 16 ribu penari,begitu juga acara Nyanyian dari Batam untuk negeri, sebuah event Car Free Night (CFN) yang digelar di Bundaran BP Batam, menampilkan musisi ternama Addie MS yang tampil memimpin paduan suara melibatkan 5.000 penyanyi serta band ternama Andra and the Backbone.

“Dalam event Nyanyian Untuk Negeri ini dilaksakanan untuk membangkitkan semangat nasionalisme warga di hari yang tepat, yakni bertepatan dengan Hari Pahlawan, karena Batam terdiri dari berbagai etnis. Maka kita tampilkan lagu -lagu perjuangan yang sudah di aransemen Addie MS, “tuturnya

Lukita menjelaskan, event tersebut tidak hanya diviralkan di Indonesia saja, tapi ke seluruh dunia. Bahkan dalam event yang digagas Komunitas Wanita Cinta NKRI (Kowan) sebanyak 5.000 warga Batam turut terlibat. Ia menambahkan, kegiatan Nyanyian Untuk Negeri ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November sehingga dapat membangkitkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda,kata Lukita

Masyarakat Batam sangat antusiasme ingin menyaksikan kegiatan acara yang diselenggarakan BP Batam, begitu juga masyarakat luar. Lukita mengatakan, dari laporan yang diterimanya, tingkat kunjungan wisatawan ke Batam via Bandara Hang Nadim meningkat secara signifikan. Demikian juga dengan tingkat hunian hotel-hotel di Batam, bahkan jauh hari hotel sudah  terisi penuh dipesan wisatawan dari luar. Kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel di Batam meningkat dua kali, tak hanya itu saya mendapat laporan bahwa tiket pesawat Garuda Batam-Jakarta sampai Rp1,3 juta, itu tidak lain karena banyak warga Jakarta yang datang ke Batam,” kata Lukita.

Memang kata Lukita, banyak yang mempertanyakan seakan-akan BP Batam saat ini keluar dari tugas pokoknya. Tapi kami katakan tidak. Pariwisata itu juga industri. Ini harus kita gerakkan sembari terus memacu sektor lainnya bangkit kembali. Disamping itu, Batam memiliki keanekaragaman budaya yang terbilang tinggi. Apalagi Batam sebagai miniatur Indonesia. Di sisi lain, tarian merupakan kegiatan yang identik dilakukan secara berkelompok dan bersama-sama dan akan menarik jika dikemas dengan bagus.”Jadi dengan keragaman budaya yang ada di Batam, kita gerakkan masyarakat supaya bisa menunjukkan ke dunia, kalau Batam ini kompak dan bisa memberikan suguhan yang menarik,” kata Lukita.

Mantan Sekretaris Menko Perekonomian ini menilai, untuk membangun destinasi wisata memang perlu waktu. Apalagi, Pemko Batam yang saat ini terus membenahi infrastruktur seperti jalan sudah bagus sehingga mempercantik Kota Batam, hal ini harus didukung bersama-sama. Sambil menunggu pembenahan, banyak destinasi yang bisa digali dari kelompok-kelompok masyarakat yang bisa digerakkan.

“Pihaknya ingin menggerakkan masyarakat Batam, bersama-sama membuat Batam ke depan semakin menarik sehingga berbagai ide-ide kreatif harus ditampilkan.Pada akhirnya nanti, jika ekonomi Batam tumbuh membaik, masyarakat juga bisa merasakan dampak ekonominya,”ujarnya

Lukita menambahkan, pihaknya mendapat banyak masukan jika sebelumnya orang dari Jakarta datang keseni hanya satu malam kemudian menyeberang ke Singapura, ke depan harus “ditahan” dengan berbagai kegiatan yang menarik. Wisata itu sederhana rumusnya. Semakin lama seseorang mengunjungi sebuah tempat, maka perekonomian bergerak secara otomatis. Inilah yang akan kita kembangkan ke depan,” kata Lukita mengakhir penjelasannya kepada media ini.**

Editor : Muhammad Ikhsan

 

Check Also

BP Batam Gelar Event Festival Budaya 2018 Berskala Internasional

BATAM, RAKYAT MEDIA-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batam ke 189, Badan Pengusahaan …

Koran Rakyat Media Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Koran Umum Rakyat Media kembali menggelar uji kompetensi wartawan (UKW). Kegiatan UKW ini untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *