Home / KEPRI / BATAM / Diminta Kejaksaan Tinggi Kepri : Usut Proyek “ Fiktif “ Dinas Perkimtan Kota Batam
meizu

Diminta Kejaksaan Tinggi Kepri : Usut Proyek “ Fiktif “ Dinas Perkimtan Kota Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Proyek jalan semenisasi di lingkungan perumahan wilayah kota Batam yang setiap tahun dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan terus menjadi sorotan berbagai kalangan. Pasalnya, proyek pembangunan/rehabilitasi jalan semen dengan anggaran tidak kurang dari tiga puluh miliar rupiah tersebut diduga kuat menjadi lahan subur korupsi oknum pejabat di Pemerintah Kota Batam.

Informasi yang diperoleh dari sumber Koran Rakyat Media di internal instansi dinas Perkimtan mengungkap, kegiatan pelaksanaan proyek pembangunan yang dilaksanakan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam tersebut, selain pengerjaannya dinilai asal jadi dan tender trindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pelaksanaan kegitan proyek itu juga ternyata diduga kuat banyak yang fiktif.

Dari ratusan paket proyek pembangunan/rehabilitasi jalan dan drainase yang dilaksanakan Dinas Perkimtan Kota Batam, dengan anggaran bersumber dari dana APBD tahun 2018. Jika dilihat dari data lelang di LPSE Pemerintah Kota Batam, proyek yang tercatat sudah dilelang. Namun dilapangan paket proyek yang sudah dipecah pecah tersebut, ternyata “ fiktif “. Dilokasi sama sekali tidak ada kegiatan proyek seperti yang tercatat dalam LPSE Pemko Batam

Salah satu diantaranya adalah proyek Pembangunan/rehabilitasi Drainasi/Saluran Lingkungan Permukiman Belian I, Kecamatan Batam Kota, Prumahan Dotamana/Grand BSI RT.02/RW.01 sepanjang 200 meter, Prumahan Taman Valencia RT.05/RW.25 sepanjang 200 meter dan Perum Batara Raya RW.03 sepanjang 500 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp315.682.190 kontraktor pelaksana PT. Bethesda Persada.

Ketua RW.01 Prumahan Dotamana/Grand BSI Eddy Darory, ketika dikonfirmasi Koran Rakyat Media, mengaku bahwa dilingkungan RT.02 tidak ada pembangunan/reahabilitasi drainase saluran lingkungan. Memang kata Eddy, pihaknya bersama staf Kelurahan Belian Fikrah, ada melakukan survey untuk rehabilitasi drainasi saluran air di RT.02, tapi hingga saat ini tidak ada kegiatan proyek saluran drainase, untuk memperbaiki saluran itu, pihaknya melakukan gotong royong bersama warga.

“Kalau proyek rehabilitasi drainasi dan saluran lingkungan dari pemerintah Kota Batam sama sekali tidak ada, memang pernah kami survey dengan staf kelurahan pak Fikrah saluran/parit di RT.02, tapi saya tunggu tunggu sampai sekarang tidak ada. Tapi kalau dalam laporan di Dinas perkimtan ternyata proyek itu ada, saya tegaskan sama sekali itu bohong, itu proyek fiktif, untuk memperbaiki drainase itu kami melakukan gotong royong bersama warga. Kalau memang benar itu terjadi, saya minta kepada aparat penegak hukum supaya diusut, itu jelas proyek fiktif.”ungkap Eddy Darory.

Eddy mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proyek perbaikan saluran drainase dan batu miring di depan Komplek Dotamana/Grand BSI saat Musrembang di Kecamatan. Tapi hanya satu yang dikabulkan yaitu pembangunan gedung serbaguna. Sedangkan untuk proyek drainase atau saluran air sama sekali tidak ada,”Saya juga tidak tahu mmengapa tidak dilaksanakan proyek itu, padahal pihaknya dan staf kelurahan sudah melakukan survey, sekali lagi saya tegaskan kalau di RT.2/RW.01 tidak ada pekerjaan proyek,”tegas Eddy.

Indikasi proyek fiktif ditubuh instansi, yang dipimpin Eryudi sebagai Kepala Dinas, dan Agung Fitrianto sebagai Kepala Bidang (Kabid) Perkim dan Pertamanan. Tak hanya terjadi pada pelaksanaan proyek di Perumahan Dotamana/Grand BSI saja. Tetapi seperti yang tercatat di website LPSE Pemko Batam, proyek Rehabilitasi drainasi dan saluran Perumahan Taman Valencia RT.05/RW.25 sepanjang 200 meter juga “ fiktif “, ketika awak media ini melakukan investigasi ke lokasi yang disebutkan dalam LPSE itu ternyata sama sekali tidak ditemukan kegiatan proyek dilokasi tersebut. Masyarakat setempat juga menyatakan tidak pernah ada kegiatan proyek Pemerintah Kota Batam di komplek mereka.

Hal sama juga terjadi pada pelaksanaan proyek dilingkungan Belian I, di wilayah ini terdapat tiga proyek yang belum selesai dikerjakan, padahal jadwal pelaksanaan pengerjaannya sudah lewat waktu seperti kegiatan proyek perumahan Batara Raya RW.03, perumahan Cendana Tahap V RT.01/RW.36 dan RW.23 pagu anggaran sebesar Rp423.352.678 sebagai pelaksana kontraktor CV Mabut Mahkota dan konsultan pengawas CV Prima Kreasi Arsindo Consultan.

Di tiga lokasi ini, proyek drainasi dan saluran lingkungan dengan Nomor Kontrak. 285/Kontrak/Fisik-JL.2/Perkimtan-PK/APBD-BTM/VIII/2018 tanggal 23 Agustus 2018, seharusnya selesai proyek tersebut pada 23 Oktober 2018 lalu. Tetapi hingga saat ini pengerjaan proyek baru sebatas memasang besi. Sementara jadwal kontrak yang tertera di plang nama proyek sudah habis. Lebih parah lagi, kualitas pekerjaan dilapangan amburadul dan terkesan asal jadi, galian tanah dikiri kanan parit saluran air  tidak diratakan. Besi beton yang belum terpasang berserakan di lokasi proyek,.

”Sudah lebih dua bulan proyek itu tidak selesai selesai, kami sangat menyayangkan pekerja proyek itu hanya 4 orang dengan volume proyek sepanjang 500 meter, yang kami sesalkan kualitas pekerjaannya juga sangat jelek. Boleh dibilang asal jadi, dikerjakan sembarangan campuran semen tidak sesuai dengan ketentuan, saya kuatir kalau datang hujan lebat pekerjaan saluran itu akan hacur diterjang derasnya air, karena saya melihat sendiri kualitas pekerjaan proyek itu jelek sekali,”kata salah seorang warga setempat yang enggan menyebutkan namanya pada media ini

Selain itu, kata warga setempat, proyek itu dikerjakan asal jadi karena tidak ada pengawasan dari pemerintah dilapangan.“Kualitas pekerjaan asal jadi, volume fisik proyek tidak sesuai spek. matrial yang digunakan seperti besi beton tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pasir bercampur tanah. Campuran semen lebih banyak pasir dari pada semen kami kuatir kalau hujan lebat saluran yang baru dikerjakan itu rusak diterjang banjir,” kata warga setempat.

Pemberitaan media ini sebelumnya mengungkap sedikitnya ada ratusan paket proyek diduga bermasalah baik penunjukan langsung (PL) maupun melalui proses lelang. Antara lain pembangunan jalan/paving blok di Perumahan Pondok Pertiwi 1, Sungai Harapan, jalan semenisasi Perumahan Sungai Pelunggut 1 Sagulung senilai Rp535 juta, jalan semen/paving Lingkungan permukiman Kelurahan Sungai Lekop 2 senilai Rp436 juta dan jalan semen/paving Lingkungan Permukiman, Kelurahan Sungai langkai 4 Sagulung senilai Rp559 juta.

Pembangunan/Rehabilitasi jalan Perumahan Lingkungan Perumahan Batara Raya RW.03, Cendana Tahap V RT.01/RW.36, Cendana Tahap V RW.23. Lingkungan Kabil.2, Kecamatan Nongsa, RT.01,02,03/RW.07 sepanjang 100 meter, Kavling Sagulung RP.10 sepanjang 300 meter, RW.11 sepanjang 350 meter pagu anggaran sebesar Rp900.142.517 kontraktor pelaksana CV Anugrah Sukses Abadi. Proyek di lingkungan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kampung Tengah RW.10 sepanjang 220 meter, Kampung Panglong RT.01,02/RW.11 sepanjang 80 meter, Kampung Jabi RT.02/RW.04 sepanjang 180 meter, Perumahan Famili Dream RW.15 sepanjang 230 meter, RT.03/RW.01 sepanjang 120 meter pagu anggaran Rp950.192.315 kontraktor pelaksana PT. Arian Global Teknika.

Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kav Saguba Rw.17 sepanjang 200 meter dan Kav. Saguba RT.02 sepanjang 160 meter nilai proyek Rp65 juta sumber dana APBD 2018 sebagai kontraktor CV Rozer Perkasa Abadi, pembangunan jalan semen/paving lingkungan perumahan Kecamatan Buliang Batuaji, perumahan Rindang Garden sepanjang 100 meter, RW.24/RT.03-05 sepanjang 130 meter dan perumahan RKT jalan SMP negeri 10 sepanjang 100 meter dan perumahan HPM RW.12 sepanjang 150 meter nilai proyek Rp 1 miliar lebih sumber dana APBD 2018 dikerjakan oleh kontraktor CV Dua Putra Batam.

Proyek pembangunan jalan Kelurahan Kibing 2 Kecamatan Batuaji, Prumahan Bukit Indah RW.17-18 sepanjang 500 meter, MKGR RT.02 sampai RT.07 sepanjang 120 meter senilai Rp984.969.000, sumber dana dari APBD 2018 dikerjakan oleh kontraktor CV Anugrah Sukses Abadi. Pembangunan jalan semen/paving lingkungan Perumahan Prima Garden, Kelurhan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji RT.01/RW.13 sepanjang 200 meter, perumahan Mitra Marina Mas RW.16/RT.06 sepanjang 200 meter.

Proyek jalan perumahan Permata Laguna RW.17/RT.01 sepanjang 210 meter nilai proyek Rp1 miliar lebih, sumber dana APBD 2018 dikerjakan kontraktor CV Obed Satria Pratama. Pembangunan perumahan Sungai Lingkai 3 Sagulung RW.16 sepanjang 400 meter, pembangunan jalan di RW.17 sepanjang 500 meter dan RW.18 sepanjang 160 meter nilai proyek Rp 1,3 miliar dikerjakan oleh kontraktor yang sama yaitu PT Obed Satria Pratama.

Selain itu, proyek pembangunan rehabilitasi jalan/paving dilingkungan permukiman Villa Pesona Asri RT.01 sampai RT,05 sepanjang 320 meter, jalan Taman Raya Tahap 2 RT.02/RW.11 sepanjang 110 meter, jalan Taman Raya tahap 3 RT.02/RW.24 sepanjang 110 meter, pembangunan jalan perumahan Nadim Raya RW.51 sepanjang 270 meter, pembangunan jalan perumahan Medona Residence RT.003/RW.52 sepanjang 50 meter dan Botania Garden RW.43 sepanjang 100 meter nilai proyek Rp 1,7 miliar dengan sumber dana dari APBD 2018.

Pembangunan rehabilitasi jalan/ perumahan Kelurahan Kabil 3, Kecamatan Nongsa, Kavling Bida Kabil RW.16 sepanjang 375 meter, RT.01 RW.17 sepanjang 310 meter, RW.21 sepanjang 95 meter pagu anggaran sebesar Rp884.606.676, sumber dana APBD 2018, kontraktor pelaksana CV. Surya Alamsyah Gidion RW.10, RW.13. RW.14 dan RW.15 Sei Langkai 2 Kecamatan Sagulung senilai Rp757,72 Juta, jalan semen/paving lingkungan permukiman Perumahan Anggara RW.12, Kel Sagulung Kota sebesar Rp661,55 Juta, jalan lingkungan Perumahan Taman Baloi Marchelia Blok A dan B RT.01 dan RT.02, permukiman Perumahan Wisma Buana Indah RT.01.RW.10 dan Perumahan Cemara garden senilai Rp2 Miliar.

Jalan semen/paving perumahan Sei. Panas 2 perumahan badar Sri Mas RT.01, RW.012 di Kecamatan batam Kota senilai Rp 387,63 Juta, jalan lingkungan perumahan Sei Pelunggut 3, Kecamatan Sagulung, RT.03/RW.10 Kavling mandiri, RW.11 Kavling Kamboja, Kav mandiri RW.12, Kav Kamboja RW.13, Kav Flamboyan RW.14 senilai Rp 373 Juta, jalan semen/paving blok Windsor Kelurahan Lubuk Baja sebesar Rp 929,77 juta.

Pembangunan jalan semen/paving lingkungan Perumahan Baloi Permai, Kecamatan batam Kota, Perumahan Legenda Malaka Blok I RW.05.RW.04 dan Perumahan Legenda Bali Jalan Masjid Al-Kaffah sepanjang 300 meter  senilai Rp 1,5 miliar dikerjakan oleh CV Hathan Mandiri Sejahtera, jalan semen/paving Bengkong Harapan senilai Rp 368 juta, jalan semen/paving Kavling Bida Kabil senilai Rp 388 juta dan jalan semen/paving blok

Kemudian pembangunan rehabilitasi jalan wilayah Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Pondok Pertiwi I RW 10 sepanjang 300 meter dan akses lingkungan Pasar Sei Harapan sepanjang 400 meter Rp1,963 miliar, sebagai pelaksana Kontraktor CV Keysha Jaya Abadi

Selanjutnya pembangunan jalan semen/paving lingkungan Perumahan Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung  senilai Rp 979,04 juta, jalan semen/paving Taman Raya Tahap 2 Blok CU Kel Belian, kecamatan Batam Kota senilai Rp 359,2 juta, jalan semen/paving lingkungan Perumahan Windsor Park RT.04 RW.09 Kel. Lubuk Baja senilai Rp 358,94 juta dan jalan semen/paving lingkungan Perumahan Taman Raya Tahap 4 RW.42, Kel. Belian, Kecamatan Batam Kota senilai Rp 54,8 juta.

Dari sejumlah proyek jalan semen/paving milik Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan di Kota Batam, yang ditangani oknum Agung Fithrianto, selain dilokasi proyek tersebut banyak yang tidak menggunakan papan plang proyek. Paket proyek juga dipecah pecah sehingga sangat mungkin terjadi kecurangan atau proyek fiktif. Sebab, ada sejumlah proyek yang memiliki plang nama, namun paket proyek yang tertulis dalam plang nama proyek tersebut lokasinya berada di kelurahan lain. Dan diduga kuat modus seperti ini sengaja dibuat untuk mengelabui masyarakat.

Padahal sudah jelas dan tegas ketentuan dalam pelaksanaan kegiatan proyek, dimana setiap proyek tanpa papan nama atau mengaburkan informasi proyek merupakan sebuah “pelanggaran” karena tidak sesuai dengan amanat Undang – Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kejanggalan lain, terhadap pelaksanaan proyek yang ditangani Agung Fithrianto saat ini, tiap tahun proyek di Dinas Perkim tak hanya dimenopoli oleh satu perusahaan dan anggota dewan. Yang lebih parah lagi, disebut sebut oknum Pejabat di Dinas Perkimtan juga ada yang menjadi kontraktor dan memiliki sejumlah perusahaan, tapi atas nama keluarganya. ”Saya tak bisa sebutkan nama oknumnya, tapi itu bukan rahasia lagi, bukan orang luar saja yang jadi pemborong, oknum pejabat di Perkimtan juga ada yang dapat proyek, tapi atas nama keluarganya, siapa orangnya anda bisa selidiki sendiri,” ujar sumber itu.

Hingga berita ini dimuat, Kepala Dinas Perkimtan dan Kabid Perkim dan Pertamanan Agung Fithrianto, belum berhasil di konfirmasi terkait dugaan proyek fiktif di sejumlah lokasi. Awak media ini beberapa kali menghubungi baik melalui ponselnya tapi tak diangkat meski nada sambung berbunyi. Hal sama juga saat dihubungi melalui pesan singkat tidak dibalas.

Oleh karena itu, terkait dugaan adanya proyek fiktif di Dinas Perkimtan Kota Batam, sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan berbagai kalangan masyarakat minta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam untuk mengusut dugaan proyek fiktif tersebut. Untuk mengungkap lebih jauh kasus dugaan proyek fiktif di Dinas Perkimtan Kota Batam baca Koran rakyat media edisi selanjutnya.***

Editor : Mawardi

Check Also

BP Batam Gelar Event Festival Budaya 2018 Berskala Internasional

BATAM, RAKYAT MEDIA-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batam ke 189, Badan Pengusahaan …

Koran Rakyat Media Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Koran Umum Rakyat Media kembali menggelar uji kompetensi wartawan (UKW). Kegiatan UKW ini untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *