Home / KEPRI / BATAM / “Pungli Marak” di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam, Importir Nakal dan Oknum Pejabat BC Kongkalikong
meizu

“Pungli Marak” di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam, Importir Nakal dan Oknum Pejabat BC Kongkalikong

BATAM RMNEWS.CO.ID-Tudingan miring terhadap kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam diduga sarang korupsi ada juga benarnya. Betapa tidak, tak hanya pungutan liar alias pungli masih marak di instansi ini. Tapi praktik tangkap lepas dan ujung ujungnya “Lapan enam “ juga sudah tak menjadi rahasia umum lagi.

Tak sampai disitu, yang lebih parah lagi permainan kotor oknum pejabat Bea Cukai Batam terkait pemasukan berbagai jenis barang melalui jalur hijau maupun jalur merah. Dari kedua jalur tersebut kabarnya dokumen pengeluaran berbagai jenis barang tersebut banyak yang tidak sesuai dengan Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Hal ini bisa terjadi diduga karena adanya praktik kongkalikong antara pengurus perusahaan  jasa kepabean (PPJK) dengan oknum petugas Bea Cukai.

Informasi yang diterima Rakyat Media dari sumber di internal kantor Bea Cukai Batu Ampar mengungkapkan, dugaan permainan kotor atau kongkalikong oknum petugas Bea Cukai Batam untuk mengisi kantong pribadi dengan cara memanipulasi invoice agar mendapat harga terendah, memasukan barang larangan terbatas  di invoice, menyalahgunakan fasilitas, dan bahkan barang ilegal juga bisa dibuat dokumennya agar barang bisa keluar Batam, ungkap sumber.

Lebih lanjut sumber itu mengungkapkan, hingga sekarang praktik pungutan liar (pungli) masih marak di institusi tersebut. Pungli yang cenderung sebagai praktik penyuapan ini, guna memperlancar pengurusan dokumen ekspor-impor. Jika tak ada uang pelicin, pengusaha ekspor-impor bakal dipersulit, kata Sumber.

“Pengurusan dokumen ekspor-impor masih diwarnai praktik pungli dan cenderung sebagai penyuapan. Para pengurus jasa perusahaan terpaksa memberikan sejumlah uang ke petugas, agar dokumen cepat diproses. Padahal, di sejumlah ruang kantor pelayanan Bea Cukai Batam, terpampang poster bertuliskan memerangi korupsi,”ungkap salah seorang pengurus yang tak bersedia ditulis namanya dalam berita ini.

Sumber  itu menyebutkan, meski ada Saber Pungli di Batam, tapi pungli di kantor Bea Cukai tak pernah tersentuh. Padahal setiap pengurusan dokumen ekspor-impor, seperti dokumen clearance, surat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), pengusaha terpaksa menyelipkan uang Rp 100 hingga Rp 150 ribu setiap dokumen. Ini untuk mempercepat proses administrasi di Bea Cukai. Uang pelicin itu disertakan dalam map. Kalau ingin cepat urusannya dan tidak dipersulit harus ada uang pelicinnya, dimasukkan dalam map Rp 100 sampai Rp 150 ribu. Tapi nominal ini juga tergantung barangnya, ungkap sumber itu pada media ini di kantor Bea Cukai Batuampar.

Pengusaha ini menceritakan, pernah mengalami masalah saat mengurus PEB di Bea Cukai Batuampar. Saat itu dokumen yang dibawanya ditolak oleh petugas, dengan alasan ada beberapa dokumen yang bermasalah. Yakni, dimana sebagian barang yang masuk ke Batam tidak sesuai dengan dokumen.”Saya jelaskan ke mereka dan akhirnya kita nego. Kita membayar uang pelicin hingga jutaan rupiah, kalu tidak barang kita ditahan,”kata pria separo baya itu.

Oleh karena itu Ia menyarankan, jika tidak ingin dihambat dalam pengurusan dokumen ekspor-impor di Bea Cukai, harus menyediakan uang pelicin. Kalau dokumen sampai nyangkut di Bea Cukai, pengiriman barang tak bisa dilakukan. Kalau ada pelicinnya, dokumen bisa cepat keluar,ujarnya

Adanya permainan kotor oknum pejabat Bea Cukai Batam, karena takut terungkap keluar, akhirnya salah seorang Security bernama Masranik alias Toher dipecat sepihak oleh Kepala Kantor Bea Pelayanan Bea Cukai Batam Susila Brata. Pasalnya, petugas Security bernama Toher yang telah bekerja selama 20 tahun di BC Batam banyak mengetahui permainan dan sepak terjang para pejabat Bea Cukai selama ini.“Sebenarnya oknum pejabat Bea dan Cukai Batam, gerah dan takut jika Toher sebagai Security memata matai pekerjaan mereka dan menuduh suka membocorkan rahasia kepada pihak lain terutama kepada wartawan terkait adanya dugaan permainan kongkalikong antara oknum pejabat dan sejumlah pengusaha eksport-import nakal,”ungkap sumber tersebut

Seperti yang dijelaskan Masranik kepada media ini mengatakan, sebetulnya dirinya sudah lama mau dipecat sebagai Security dari kantor tersebut ketika itu Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penindakan (P.2) dijabat Mujayen yang saat ini digantikan oleh Sulaiman. Bahkan, kata Toher, pihak kantor Bea dan Cukai telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP.2) kepada dirinya sebanyak dua kali.

Tapi puncaknya, ketika ia mengantar tamu yaitu Ketua DPRD Kota Batam , Nuryanto , ke lantai dua untuk bertemu dengan Kepala Kantor BC Batam , Susila Brata. Dari sini awalnya dirinya dipecat, setelah tamu pulang ia dipanggil menghadap ke bagian TU, disana diberitahu ia tidak bisa lagi bekerja di kantor tersebut dengan alasan kontrak sudah habis.

“Saya sudah mengabdi selama 20 tahun sebagai security di Bea Cukai Batam, kepala kantor Bea Cukai sudah puluhan kali berganti ada masalah. Namun, kali ini hanya gara gara saya mengantar tamu Ketua DPRD Batam Nuriyanto, ke lantai dua mau bertemu Kepala Kantor Susila Brata, pulang tamu saya lalu dipecat. Mereka itu luar biasa kejamnya dan tak punya prikemanusiaan,”kata Masranik geram.

Toher mengatakan, menurutnya itu hanya alasan mereka untuk memecat dirinya, sebenarnya mereka takut terungkap permainan di dalam jika dirinya tetap bekerja sebagai Security di kantor tersebut,”Cukup banyak permainan kongkalikong dengan pengusaha nakal yang melibatkan sejumlah oknum pejabat di kantor tersebut. Itu sebenarnya, yang mereka takutkan terungkap permainan jika saya masih sebagai Security di kantor itu. Mereka menuding saya sering membocorkan rahasia kepada pihak luar maupun kepada wartawan. Padahal tidak ada itu,”ungkap Toher.

Menurut Toher, oknum pejabat itu yang takut sendiri, karena kerja mereka banyak yang tidak benar. Sebagai instansi pelayanan, kantor Bea Cukai dalam memberikan pelayanan harus transparan dan terbuka siapa saja boleh bertamu kepada pejabatnya.Tidak harus pengusaha saja yang mendapat pelayanan istimewa.

”Dari sisi pelayanan saja mereka sangat tertutup, tamu yang ingin bertemu pejabat Bea Cukai sangat sulit, terkecuali pengusaha eksport-import atau pengusaha nakal, kalau pengusaha cepat mereka suruh masuk, tapi kalau tamu yang tidak kenal. Apalagi wartawan, kami disuruh berbohong, menyampaikan pejabat itu tidak ditempat. Padahal mereka ada di dalam ruangannya,”kata Toher.

Lebih jauh Toher mengatakan, Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam Raden Evi Suhartantyo, sebenarnya tugasnya hanya sebagai Humas, tapi ikut mengurus dokumen. Padahal, bagian pengurusan dokumen ekspor-import itu tugas P.2 bukan Humas. Tapi karena Kabid BKLI dekat dengan Kepala Kantor Susila Brata, Kabid P.2 terlihat tak berkutik.

Untuk mengurus dokumen tersebut, kata Toher, Kabid BKLI menggunakan orang pabean bernama Ruli,  yang disuruh maju mengurus dokumen yang diterima Kabid BKLI. Makanya hubungan Kabid P.2 dengan Kepala Kantor belakangan ini agak renggang, karena Kepala Kantor lebih akrap dengan Kabid BKLI Raden Evi Suhartantyo.

Ketika Kepala Bidang (Kabid) BKLI dijabat Yosef yang saat ini menjabat Kabid Pabean, ruangan Humas itu sepi, jarang sekali tamu atau pengusaha yang datang ke bagian Humas. Tapi sejak Kabid BKLI dijabat Raden Evi, silih berganti pengusaha masuk ke ruangan tersebut, tak jelas apa urusannya. Tapi banyak sekali pengusaha yang datang menemui Kabid BKLI,”ungkap Toher.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam Raden Evi Suhartantyo, saat di konfirmasi di kantornya membantah tudingan tersebut.

”Silakan saja kalau ada informasi miring kepada saya, Toher itu bukan dipecat tetapi memang sudah habis kontraknya, jadi kalau dia katakan dipecat secara sepihak itu tidak benar, dia itu sudah mendapat SP.2 karena sering menjual data dan menbocorkan rahasia di Bea cukai, dia sering mendatangi pos pos bea cukai untuk kepentingan pribadinya, jadi diberhentikan karena memang sudah mendapat dua kali surat peringatan,”kata Raden Evi.

Menurut Evi, tidak ada undang undangnya buruh lepas diberikan pesangon, karena sebelum Toher diberhentikan, ada juga Security Bea Cukai yang dikeluarkan, tapi hanya dikasi uang terimakasih sekedarnya tapi mereka tidak komplain,”Jadi pak Toher itu diberhentikan karena sudah waktunya (habis kontrak-red) dan juga sudah berumur atau sudah tua, bukan diberhentikan begitu saja secara sepihak, memang sudah waktu kontraknya habis, kita mencari tenaga security yang muda muda,”ujar Evi.

Evi yang didampingi tiga stafnya lebih jauh menjelaskan,  kesalahan Toher sebagai petugas security memang sudah banyak, tak hanya dia sering membocorkan informasi dan data. Raden Evi juga menuduh Toher sering mendatangi pos pos Bea cukai dilapangan minta uang untuk kepentingan pribadinya.

”Dia (Toher-red) sering membocorkan rahasia Bea Cukai kepada wartawan, padahal informasi masih kita selidiki ternyata sudah bocor kepada wartawan. Bahkan, Raden Evi, menuding Toher, sering membocorkan sama tamu bahwa pejabat Bea Cukai  ada diruangan, itu pertimbangan kami mengeluarkan Toher dari security Bea Cukai,”ungkap Raden Evi.***

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Pengelola Bintan Agro Kerjakan Puluhan Tenaga Asing Ilegal, Aparat Berwenang Tak Mampu Bertindak?

BINTAN, RMNEWS.CO.ID-Meski kunjungan wisatawan manca negara (wisman) asal Tiongkok ke Tanjungpinang dan pulau Bintan setiap …

Polres Lingga Buat 8 Pos Pengamanan Mudik Lebaran

LINGGA, RMNEWS.CO.ID-Polres Lingga menyiapkan delapan pos pengamanan dan pelayanan arus mudik lebaran yang ditempatkan di …