Home / KEPRI / BATAM / Toher Dipecat Dari Security Bea Cukai, Karena Pejabat BC Takut Boroknya Terungkap
meizu

Toher Dipecat Dari Security Bea Cukai, Karena Pejabat BC Takut Boroknya Terungkap

BATUAMPAR, RMNEWS.CO.ID-Kasus pemecatan salah seorang Security kantor Pelayanan Bea Cukai Batam, Masranik atau yang akrap disapaToher, oleh Kepala Kantor Bea Pelayanan Bea Cukai Batam Susila Brata, secara sepihak akhirnya membuka tabir cerita tak sedap di tubuh kantor Pelayanan Bea Cukai Batam.

Pasalnya, dibalik pemecatan Masranik yang telah 20 tahun bekerja sebagai tenaga Security di instansi yang dipimpin Susila Brata tersebut, terungkap cerita miring dugaan permainan kotor yang selama ini disebut sebut dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat di kantor tersebut.

Sejumlah oknum pejabat di kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam, gerah dan gelisah karena Toher sebagai Security dianggap memata matai pekerjaan mereka dan membocorkan rahasia kepada pihak lain soal adanya dugaan permainan kongkalikong antara oknum pejabat dan sejumlah pengusaha eksport-import nakal”Sebenarnya oknum pejabat di kantor itu takut kalau saya mata matai sepak terjang mereka selama ini, akhirnya dicari cari kesalahan saya untuk memecat saya dari security,”kata Masranik kepada Rakyat Media beberapa hari lalu di sebuah restoran Nagoya Newton.

Lebih lanjut Masranik mengatakan, sebetulnya dirinya sudah lama mau dipecat sebagai Security dari kantor tersebut ketika itu Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penindakan (P.2) dijabat Mujayen yang saat ini digantikan oleh Sulaiman. Bahkan, kata Toher, pihak kantor Bea dan Cukai telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP.2) kepada dirinya sebanyak dua kali.

Namun puncaknya, dirinya dipecat ketika ia mengantar tamu yaitu Ketua DPRD Kota Batam , Nuryanto , ke lantai dua untuk bertemu dengan Kepala Kantor BC Batam , Susila Brata. Dari sini awalnya, setelah tamu balik dirinya langsung dipanggil untuk menghadap ke bagian TU, disana dirinya diberitahu bahwa ia tidak bisa lagi bekerja di kantor tersebut dengan alasan kontrak sudah habis.

“Selama 20 tahun saya bekerja sebagai security di Bea Cukai Batam, dan telah puluhan kali berganti pimpinan tidak pernah ada masalah. Tapi, baru kali ini hanya gara gara saya mengantar tamu Ketua DPRD Batam Nuriyanto, ke lantai dua mau bertemu Kepala Kantor Susila Brata, pulang tamu saya lalu dipecat. Mereka itu luar biasa kejamnya dan tidak punya prikemanusiaan,”kata Masranik geram.

Toher mengatakan, masalah itu menurutnya hanya sebagai alasan mereka untuk memecat dirinya, sebenarnya mereka takutkan terungkap permainan di dalam jika dirinya tetap bekerja sebagai Security di kantor tersebut,”Cukup banyak permainan kongkalikong dengan pengusaha nakal yang melibatkan sejumlah oknum pejabat di kantor tersebut. Itu sebenarnya, mereka takut terungkap jika saya masih bekerja sebagai Security di kantor itu. Mereka menuding saya sering membocorkan rahasia di dalam kepada pihak luar maupun kepada wartawan. Padahal tidak ada itu,”ungkap Toher.

Menurut Toher, oknum pejabat itu yang takut sendiri, karena kerja mereka diduga banyak yang tidak benar. Sebagai instansi pelayanan, kantor Bea Cukai dalam memberikan pelayanan harus transparan dan terbuka siapa saja boleh bertamu kepada pejabatnya.Tidak harus pengusaha saja yang mendapat pelayanan istimewa.

”Dari sisi pelayanan saja mereka sangat tertutup, tamu yang ingin bertemu pejabat Bea Cukai sangat sulit, terkecuali pengusaha eksport-import atau pengusaha nakal, kalau pengusaha cepat mereka suruh masuk, tapi kalau tamu yang tidak kenal, apalagi wartawan, mereka langsung perintahkan kami untuk menyampaikan bahwa pejabat itu tidak ditempat. Padahal mereka ada di dalam ruangannya,”kata Toher.

Seperti Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam Raden Evi Suhartantyo, yang fungsinya sebagai Humas, juga ikut mengurus dokumen. Padahal, bagian pengurusan dokumen ekspor-import itu tugas P.2 bukan Humas,”Tapi karena Kabid BKLI dekat dengan Kepala Kantor Susila Brata, Kabid P.2 terlihat tak berkutik. Kabid BKLI menggunakan orang pabean bernama Ruli yang disuruh maju untuk mengurus dokumen yang diterima Kabid BKLI.

”Makanya hubungan Kabid P.2 dengan Kepala Kantor belakangan ini agak renggang, karena Kepala Kantor lebih akrap dengan Kabid BKLI Raden Evi Suhartantyo. Ketika Kabid BKLI dijabat oleh Yosef yang saat ini menjabat Kabid Pabean, ruangan Humas itu sepi, jarang sekali tamu atau pengusaha yang datang ke bagian Humas. Namun sejak Kabid BKLI dijabat oleh Raden Evi, silih berganti pengusaha yang datang menemui Kabid BKLI, tak jelas apa urusannya. Tapi banyak sekali pengusaha yang datang menemui Kabid BKLI,”ungkap Toher

Informasi yang diterima Rakyat Media dari sumber di internal Bea Cukai Batam menyebutkan, hingga sekarang praktik pungutan liar (pungli) masih marak di institusi ini. Pungli yang cenderung sebagai praktik penyuapan ini, guna memperlancar pengurusan dokumen ekspor-impor. Jika tak ada uang pelicin, pengusaha ekspor-impor bakal dipersulit, kata Sumber.

Sumber itu mengatakan, pengurusan dokumen ekspor-impor masih diwarnai praktik pungli dan cenderung sebagai penyuapan. Mereka terpaksa memberikan sejumlah uang ke petugas, agar dokumen cepat diproses. Padahal, di sejumlah ruang kantor pelayanan Bea Cukai Batam, terpampang poster berisikan komitmen memerangi korupsi.

Sumber yang juga pernah menjadi pengusaha ekspor-import di Batam ini menyebutkan, meski ada Saber Pungli di Batam, tapi pungli di kantor Bea Cukai tak pernah tersentuh. Padahal, kata sumber yang minta namanya tak disebutkan ini mengaku setiap pengurusan dokumen ekspor-impor, seperti dokumen clearance, surat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), pengusaha terpaksa menyelipkan uang Rp 100 hingga Rp 150 ribu setiap dokumen. Ini untuk mempercepat proses administrasi di Bea Cukai. Uang pelican itu disertakan dalam map.

Kalau ingin cepat urusannya dan tidak dipersulit harus ada uang pelicinnya, dimasukkan dalam map Rp 100 sampai Rp 150 ribu. Tapi nominal ini juga tergantung barangnya, ungkapnya media ini di kantor Bea Cukai Batuampar.

Pengusaha ini menceritakan, pernah mengalami masalah saat mengurus PEB di Bea Cukai Batuampar. Saat itu dokumen yang dibawanya ditolak oleh petugas, dengan alasan ada beberapa dokumen yang bermasalah. Yakni, dimana sebagian barang yang masuk ke Batam tidak sesuai dengan dokumen.”Saya jelaskan ke mereka dan akhirnya kita nego. Kita membayar uang pelicin hingga jutaan rupiah, kalu tidak barang kita ditahan,”kata pria separo baya itu.

Oleh karena itu Ia menyarankan, jika tidak ingin dihambat dalam pengurusan dokumen ekspor-impor di Bea Cukai, harus menyediakan uang pelicin. Kalau dokumen sampai nyangkut di Bea Cukai, pengiriman barang tak bisa dilakukan. Kalau ada pelicinnya, dokumen bisa cepat keluar,ujarnya

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam Raden Evi Suhartantyo, ketika dikonfirmasi Kamis (3/5/2018) di kantornya membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya.

”Silakan saja kalau ada informasi miring kepada saya, Toher itu bukan dipecat tetapi memang sudah habis kontraknya, jadi kalau dia katakan dipecat secara sepihak itu tidak benar, dia itu sudah mendapat SP.2 karena sering menjual data dan menbocorkan rahisia di Bea cukai. Coba anda bayang dia sering mendatangi pos pos bea cukai untuk kepentingan pribadinya, jadi dia diberhentikan itu memang sudah mendapat dua kali surat peringatan,”kata Raden Evi.

Menurut Evi, tidak ada undang undangnya buruh lepas diberikan pesangon, karena sebelum Toher ada juga diberhentikan dari Security Bea Cukai, namun tidak diberikan pesangon tapi mereka tidak komplain,”Jadi pak Toher itu diberhentikan karena sudah waktunya habis (kontrak-red) dan juga sudah berumur atau sudah tua, bukan diberhentikan begitu saja secara sepihak, memang sudah waktu kontraknya habis, karena kita mencari tenaga security yang muda muda,”ujar Evi.

Evi yang didampingi tiga stafnya lebih jauh menjelaskan, menuding kesalahan Toher sebagai petugas security memang sudah banyak, tak hanya dia itu sering menjual informasi dan data. Raden Evi juga menuduh Toher sering mendatangi pos pos Bea cukai dilapangan minta uang untuk kepentingan pribadinya,”Dia (Toher-red) sering membocorkan rahasia Bea Cukai kepada wartawan, padahal informasi masih kita selidiki ternyata sudah bocor kepada wartawan. Bahkan, Raden Evi, menuding Toher, sering membocorkan sama tamu bahwa pejabat Bea Cukai  ada diruangan, itu pertimbangan kami mengeluarkan Toher dari security Bea Cukai,’ungkap Raden Evi.***

EDITOR : MAWARDI

 

 

 

 

 

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

ATB Nunggak Pajak Air Rp39,9 Miliar, DPRD Kepri Desak Pemrov Tagih Utang PT. ATB

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Polemik masalah tunggakan pajak PT Adya Tirta Batam (ATB) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau …

Proyek Pengaspalan Jalan Parit Tegak Senilai Rp 1,8 Miliar Asal jadi

KUNDUR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Minimnya pengawasan Konsultan pengawas dan TP4D,membuat para kontraktor leluasa mengerjakan proyek asal jadi. Hal …