Home / KEPRI / BATAM / Tiap Hari Ratusan TKI Diberangkatkan Dari Pelabuhan Batam Centre Penyeludupan TKI Ilegal Dari Batam ke Malaysia Marak
meizu

Tiap Hari Ratusan TKI Diberangkatkan Dari Pelabuhan Batam Centre Penyeludupan TKI Ilegal Dari Batam ke Malaysia Marak

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kendati jajaran Polda Kepri gencar melakukan penggerebekan dan penangkapan, baik disejumlah tempat penampungan TKI maupun dipelabuhan saat akan diberangkatkan ke Malaysia. Bahkan membekuk sejumlah tekongnya.

Akan tetapi praktik pengiriman TKI ilegal ke negara seberang Malaysia melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus belakangan ini justru semakin marak. Biasanya keberangkatan calon TKI ilegal dari pelabuhan ferry Batam Centre dengan tujuan Malaysia pada pagi hari

Hasil penelusuran koran Rakyat Media di Batam dan Malaysia, tiap hari sedikitnya ratusan orang praktik perdagangan manusia atau Human Trafficking calon Tenaga Kerja (TKI) ilegal diberangkatkan oleh tekong dari Batam ke Malaysia.

Para calon TKI ilegal tersebut diseludupkan melalui pelabuhan ferry Internasional Batam Centre dan Pelabuhan ferry Harbourbay Batuampar. Di Malaysia calon TKI ilegal ini dijual oleh tekong yang berada di Batam dengan sindikat TKI ilegal di Malaysia dengan harga bervariasi 5 hingga 6 ribu ringgit per-kepala.

Perdagangan manusia antar negara dari Batam ke Malaysia sudah berlangsung cukup lama. TKI ilegal yang dijual ke Malaysia, umumnya tertipu, mereka di iming iming oleh sindikat TKI ilegal di Batam, calon TKI ilegal baik pria maupun wanita yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesiaa tersebut, di Malaysia akan dipekerjakan sebagai buruh diperkebunan, buruh bangunan dan pembantu rumah tangga.

Modus penyeludupan calon TKI ilegal dari pelabuhan resmi tersebut, sebelum mereka diberangkatkan ke negara seberang, oleh tekong TKI yang berada di Batam mereka dibuatkan paspor di sejumlah kantor Imigrasi seperti Batam, Belakangpadang, Tanjunguban, Karimun, dan Selatpanjang. Setelah paspor siap, mereka kemudian diberangkatkan seakan akan para TKI ilegal ini akan mengunjungi famili atau saudara di Malaysia.

Dari Batam calon TKI ilegal ini diseludupkan menggunakan ferry ke negara tetangga menuju sejumlah pelabuhan seperti pelabuhan Pasir Gudang, Pelabuhan Tanjung Pengelih, pelabuhan Tanjung Belongkor dan Situlang Laut. Ke empat pelabuhan tujuan tersebut berada di wilayah Johor Baru, Malaysia. Untuk menjamin agar TKI ilegal tersebut bisa lolos masuk di pelabuhan negara tujuan, tekong TKI Batam bekerjasama dengan nahoda atau anak buah kapal yang membawa mereka

Setibanya di pelabuhan tujuan Malaysia, disana sudah menunggu tekong yang menerima para TKI ilegal tersebut kemudian membawa mereka ke lokasi tempat pekerjaan. Informasi yang diterima koran Rakyat Media dari sumber di Pelabuhan Batam Centre, tekong yang selalu menyeludupkan calon TKI ilegal dari Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, disebut sebut berinisial HA,  bekerja sama dengan oknum petugas di pelabuhan.

Di Batam HA dikenal sebagai calo paspor, sementara sindikat yang berada di Malaysia dikabarkan ada sejumlah nama salah satu diantaranya bernama Ationg. Ationg inilah yang menerima para calon TKI tersebut setibanya di pelabuhan tujuan.

Praktik perdagangan manusia antara negara dari Batam ke Malaysia yang dilakukan para sindikat tersebut bisa berjalan mulus karena berbagai aparat baik di Batam maupun di Malaysia sudah diatur dengan uang pelicin.

”Setiap instansi sudah ada jatah masing masing dari para tekong TKI ilegal. Sedikitnya miliaran rupiah setiap hari uang siluman alias pungutan liar (Pungli) mengalir ke kantong para petugas di Pelabuhan Ferry Batam Centre maupun di pelabuhan Harbour Bay Batuampar,”ungkap sumber yang tak bersedia disebut indentitasnya dalam tulisan ini..

Lebih jauh sumber itu mengungkapkan, Tiap hari 6 sampai 7 terif kapal pembawa TKI ilegal berangkat dari Pelabuhan Batam Centre dan Pelabuhan Harbour Bay menuju Pasir Gudang dan Tanjung Belungkor, Johor Baru, Malaysia. Kasus pengiriman TKI ilegal ke Malaysia lewat Pulau Batam, sudah menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan pernah mengungkap masalah penyeludupan TKI ilegal dari Batam masih berlanjut.

Wartawan Rakyat Media yang sempat mewawancarai dua orang calon TKI ilegal Roni (37) dan Siti (40) ketika hendak diberangkatkan ke Malaysia di Pelabuhan Batam Centre belum lama ini mengaku sengaja dipisah dari rombongan untuk menghindarkan perhatian petugas., Mereka sengaja disuruh untuk tidak berkelompok.

Menurut pengakuan kedua calon TKI ilegal asal Lampung ini, mereka didatangkan dari daerah asalnya Lampung ke Batam secara rombongan berjumlah 50 orang menggunakan pesawat. Setibanya di Bandara Hang Nadim mereka disuruh berpencar dari rombongan agar tidak diketahui oleh aparat keamanan bahwa mereka rombongan TKI yang akan bekerja ke Malaysia.

Dari Bandara Hang Nadim mereka dibawa ke tempat penampungan, untuk menunggu paspor dan dokumen mereka selesai diurus oleh tekong. Setelah paspor selesai mereka diberangkatkan melalui pelabuhan Batam Centre dan ada juga yang diberangkatkan dari Harbour Bay Batuampar. Agar tidak terlalu menyolok mata bahwa mereka bekerja sebagai TKI, di pelabuhan juga mereka disuruh berpencar dari rombongan,ujarnya

Lebih lanjut Roni mengatakan, biaya pengurusan paspor yang dikenakan kepada mereka sebesar Rp 7 juta, seluruh biaya termasuk biaya tiket pesawat dari Lampung sampai Malaysia dipotong gaji selama 6 bulan setelah mereka bekerja di Malaysia. Menurut Roni, ia dijanjikan oleh tekong di Batam bekerja di kilang. Sementra temannya Siti akan dikerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Namun ketika ditanya siapa nama tekong tersebut, kedua calon TKI ilegal ini titup mulut raapat rapat

Bukti, masih berlanjutnya pengiriman TKI ilegal dari Batam ke Malaaysia, terungkap lagi ketika aparat kepolisian dan masyarakat menggerebek ratusan calon TKI ilegal yang akan dipekerjakan ke Malaysia disalah satu penampungan Perumahan legenda Malaka Batam Centre.

Dalam penggerebekan tersebut sedikitnya puluhan calon Tki ilegal berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut diamankan. Para calon TKI ilegal itu pada umumnya tertipu oleh bujuk rayu dan iming iming para sindikat sehingga mereka menjual harta benda untuk berangkat ke Malaysia meski bekerja secara ilegal.(rm/mwd)

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

ATB Nunggak Pajak Air Rp39,9 Miliar, DPRD Kepri Desak Pemrov Tagih Utang PT. ATB

TANJUNGPINANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Polemik masalah tunggakan pajak PT Adya Tirta Batam (ATB) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau …

Proyek Pengaspalan Jalan Parit Tegak Senilai Rp 1,8 Miliar Asal jadi

KUNDUR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Minimnya pengawasan Konsultan pengawas dan TP4D,membuat para kontraktor leluasa mengerjakan proyek asal jadi. Hal …