Home / KEPRI / BATAM / Pedagang Pasar Induk Datangi Kantor DPRD Batam
meizu

Pedagang Pasar Induk Datangi Kantor DPRD Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Puluhan pedagang yang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) beraktivitas di Pasar Induk Jodoh mendatangi kantor DPRD Batam. Mereka meminta kepastian terhadap relokasi yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sebab mereka khawatir digusur secara tiba-tiba.

Pengurus APKLI Israel Ginting mengatakan, aksi ini bukan bentuk demo, kami hanya ingin meminta kejelasan dan kepastian atas pembangunan pasar induk yang akan segera direlokasi oleh Pemerintah Kota batam.

Ia juga mengatakan, pada tanggal 7 Maret lalu kami menerima surat edaran peringatan yang dibagikan kepada seribuan pedagang yang ada disekitaran pasar induk, surat tersebut atas nama Tim Terpadu.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Induk Jodoh, Winda, mengatakan pemindahan yang direncanakan tergolong tiba-tiba. Setelah surat peringatan tiga (SP3) beredar ke para pedagang.

“Padahal pengelola pernah mengumumkan belum ada rencana pemindahan. Tapi kami tiba-tiba dapat SP3. Ini kerugian bagi kami, karena sejumlah barang buah sudah dipesan,” ujar Winda dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Batam.

Persoalan lain yang diterima anggota dewan terkait dengan pedagang di samping Pasar Induk yang mengaku akan digusur juga. Namun mereka tidak masuk dalam pedagang di Pasar Induk.

Mereka beraktivitas di lahan PT Usaha Jaya Makmur milik swasta yang sebenarnya tidak masuk dalam lahan Pasar Induk. Namun mereka menduga, karena Pasar Induk Jodoh mau dibangun, maka PT Usaha Jaya juga mau bangun lahannya,”Kami juga diminta pindah. Kami menyewa di lahan PT Usaha Jaya, tapi sekarang diminta pindah,” ungkap pedagang lain kepada Anggota Komisi I DPRD Batam tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Sihaloho, mengatakan jika sudah ada SP2 dan akan di-SP3 dan Rabu mau digusur, berarti sudah ada solusi pemerintah untuk pedagang Pasar Induk. “Tapi sekarang belum ada solusi di lapangan. Kebijakan itu jangan dibuat meresahkan. Berikan solusi dulu,” ujarnya.

Sementara Kabid Trantib Satpol PP, Imam Tohari, mengatakan sudah ada kerja sama antara Pemko dengan PT Cahaya Dinamika yang menampung pedagang di lahan samping Pasar Induk Jodoh. “Pedagang akan ditempatkan di situ dulu. Mungkin sistem sewa, sampai pembangunan Pasar Induk Jodoh selesai,” jelasnya.

Disebutkan, pemindahan sementara pedagang Pasar Induk Jodoh karena pasar induk akan dirobohkan. Setelah itu akan dibangun kembali dengan desain baru. Sudah dibangun kios dekat lokasi yang akan diperuntukkan untuk pedagang. “Bagi yang tidak mendapatkan kios akan mendapat uang sagu hati dan kapling,” beber Imam.

Dijelaskan, data awal pedagang di Pasar Induk Jodoh sebanyak 139 pedagang. Kemudian dilakukan verifikasi pedagang yang aktif dan diperoleh angka sebanyak 88 pedagang.

Menurut Imam, yang protes hari ini ada 85 persen merupakan pelaku usaha di lahan Usaha Jaya yang tidak ada kaitan dengan Pasar Induk. Sehingga pihaknya tidak bisa menanganinya. “Jadi ini ada dua persoalan berbeda,” katanya. (rm/ril)

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Check Also

Ratusan Orang Tua Calon Murit Mengeluh dan Kecewa, Sitem PPDB Disdik Kepri Amburadul

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kinerja Muhammad Dali selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang baru dilantik …

Kepala Imigrasi Pelabuhan Feri Batam Centre Khairil Mirza : Imigrasi Pelabuhan Batam Centre Terus Tingkatkan Pelayanan

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Untuk meningkatkan pelayanan keimigrasian bagi keluar masuknya penumpang yang menggunakan jasa Pelabuhan Feri Internasional …